Opini Bola

Sepakbola Harga Diri

Kata para ahli harga diri ini berkaitan dengan dua hal, yaitu perasaan kompetensi pribadi dan perasaan nilai pribadi. Atau dengan kata lain harga diri itu merupakan perpaduan antara kepercayaan diri dan penghormatan diri. Mempunyai harga diri yang kuat artinya merasa cocok dengan kehidupan dan penuh keyakinan, yaitu mempunyai kompetensi dan sanggup mengatasi masalah-masalah kehidupan.
(Kompas)


Sepakbola Indonesia memang menghadirkan banyak hal yang bersifat unik. Kadang keunikan ini menjadikan kondisi persepakbolaan Indonesia memiliki tontonan asyik diluar permainan teknis yang disuguhkan.

Sebagian orang memplesetkan keunikan tersebut dengan memberi contoh Sepakbola Indonesia memiliki keunikan tersendiri sebagai "multi olahraga". Seperti cabang olahraga Triathlon yang menggabungkan beberapa cabang olehraga atletik. Sepakbola Indonesia juga menggabungkan cabang olahraga lain kedalamnya, seperti pencak silat, karate, kungfu, dan lain sebagainya. Hal ini digunakan untuk menyindir pelaku persepakbolaan Indonesia entah pemain, suporter, aparat maupun official team yang menggunakan keahlian beladirinya untuk menganiaya "lawan". Utamanya adalah wasit.

Banyak pendapat mempresentasikan bahwa Persepakbolaan Indonesia dipenuhi oleh konspirasi tingkat tinggi yang bermuara pada Badan/Organisasi yang mengurusi Liga itu sendiri. Melihat iklim pemerintahan di Indonesia itu sendiri saya kira sudah mewakili bagaimana birokratisme itu melanda persepakbolaan Indonesia, bagaimana pula budaya "KKN" masih meracuni negeri ini sampai ke cabang olahraga.

Semua hal diatas tentulah berhubungan dengan efek prestise. Tujuannya jelas untuk menjadi yang terbaik, terhebat, meski dilalui oleh kompetisi yang tidak sehat. Semuanya saling tuding siapa yang salah dan siapa yang benar, meski dirinya sendiri tampak tidak mengakui bahwa ia turut serta dalam membuat kesalahan itu.

Indonesia adalah negara yang memiliki keberagaman budaya dan adat istiadat. Selain itu secara desentralisasi Indonesia memiliki puluhan provinsi dan ratusan kota/kabupaten. Tiap kota/kabupaten memiliki minimal sebuah tim sepakbola. Hal inilah konsep nyata dari pembinaan bola di Indonesia serta warisan dari Liga eks Perserikatan dulu. Meski banyak klub eks perserikatan yang "terpaksa" vakum karenanya.

Sepakbola memunculkan kebanggan. Hal ini berlaku di Indonesia tentunya. Setiap tim dipaksa untuk mereguk kemenangan demi kemenangan untuk tujuan akhir, meraih prestasi dan mempertahankan prestise. Meski klub tersebut mewakili daerahnya bertanding, yang terpenting mereka bisa meraih prestise bahwa mereka mampu menjadi yang terbaik dengan mengalahkan tim dan daerah lainnya.

Inilah sepakbola prestise dan harga diri. Liga Indonesia dipenuhi hal semacam ini. Hingga pada akhirnya sampai memunculkan persaingan yang tidak sehat. Ada yang klub yang menjalin konspirasi dengan Organisasi yang mengurusi Liga ini, hingga jor-joran uang untuk membentuk sebuah The Dream Team. Dampaknya Klub-Klub kecil dipaksa untuk tidak mampu bersaing dengan klub besar. Meski antara klub besar dan kecil itu tidak ada bedanya, sama-sama memiliki dana yang bersumber pada uang rakyat.

Di sisi lain akibat persaingan itu memunculkan sebuah perang harga diri. Ini bukanlah perang yang didominasi oleh sebuah klub saja, namun sampai menyeluruh hingga suporternya dan gairah kehidupan di daerahnya masing-masing.

Terkadang persaingan yang berujung pada prestise dan harga diri itu menimbulkan aura negatif. Contohnya apabila dua kubu memiliki sifat yang keras dan tidak mau mengalah untuk menunjukkan siapa yang terbaik. Hal ini tidaklah menjadi masalah apabila mereka didukung jiwa sportivitas yang tinggi. Tapi jika tidak bersiaplah untuk hal yang tidak diinginkan.

Terpenting dari hal diatas adalah sedini mungkin kita bisa meningkatkan kualitas sistem kompetisi persepakbolaan Indonesia. Wujudkan perilaku sportivitas dan fair play di kalangan pihak-pihak yang terlibat secara langsung dalam persepakbolaan Indonesia itu sendiri.

Penulis : Oke Suko Raharjo ( Aremania )
()

8 komentar untuk " Sepakbola Harga Diri"

  • arum di semarang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    emang...beneer bget tu,law spak bola tu sbuah harga diri.aplgi law tim yg di belanya kalah,psti kecewa bget...salam n maju terus persija...
  • Ardy di Makassar pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ga usah bicara harga diri de, intinya kalo kamu mau dihargain kamu harus menghargain org lain juga, khususnya buat para sporter yg ga tau apa arti harga diri, kamu hrs tau arti satu bangsa satu tanah air INDONESIA.
  • arya dwi putra di medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    hidup timnas INDNESIA, aku selaku warga indonesia tetap merasa bangga mempunyai tim sebagus kalian. tataplah masa depanmu karena itu masa depan bangsa ini.
  • arya dwi putra di medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    walaupun indonesia kandas di babak penyisihan group pada piala asia 2007, aku tetap merasa bangga dengan skuad indonesi sekarang. aku tidak kecewa dengan apa yang kalian raih karena menurut ku skuad yang sekarang lebih bagus dari sebelumnya, dan di tambah
  • setya budi r di yogya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ya begitulah seakbola nasional yang selalu diidentikkan dengan harga diri dan prestise daerah.penonton atau suporter mentransformasikan sepakbola menjadi manifestasi harga diri mereka.sehingga ketika timnya kalah, harga dirinya terusik dan hasilnya tawur.
  • memek di german pada 01 Januari 1970 00:00:00
    MLHFFWHJWGKIEHGUYGBEGRIURFIWUEGTWEIUGWUIWGTIUGIGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG
  • hermawan di Jogja ( Slemania ) pada 01 Januari 1970 00:00:00
    sepabola sangat erat kaitannya dengan harga diri. Bila tim kebanggaan kita menang kita sebagai supporter akan merasa senang dan terpuaskan,namun jika kalah pasti rasa kecewa,sedih dan caci maki sontak keluar dari mulut kita dan yang lebih parahnya lagi su
  • kuiato di nagoya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kussana msaerihg jghdkhggi kjgha sjgfikh sjhalhgv asvhaipo;p javfh af AREMANIA CIloko
1

Leave a Reply