 |
 | Laga Kandang Versus PSIM Yogyakarta, Point Sempurna Wajib |  |
Balikpapaner's
 Silver Member
| Joined: 04 Feb 2006 |
| Posts: 942 |
| Location: Jakarta |
|
Posted: Sat 31 Mar 2007 11:12 |
|
 |
 |
PERSIBA BALIKPAPAN telah kehilangan 5 point dikandang sendiri. Dua point melayang, saat team ini di tahan imbang oleh Arema 1-1. Dan tiga point lenyap, saat team ini tersungkur dari Persmin Minahasa 1-2, dan ini adalah kekalahan kandang pertama, dalam kurun waktu 3 tahun.
Tekad skuadra Beruang Madu untuk menebus point di tour Sulut juga gagal total, alias pulang dengan tangan hampa. Dan saat ini posisi klasemen team kebanggaan warga Balikpapan ini, berada di papan bawah. Padahal target Persiba Balikpapan dimusim kompetisi 2007 ini, adalah 4 besar nasional. Mengacu kepada pencapaian saat ini, untuk sementara bisa dikatakan berat bagi Ferly La'ala dan kawan-kawan merealisasikan target tersebut.
Tapi semua masih sangat mungkin untuk dicapai, dengan menyapu bersih semua partai kandang yang tersisa. Salah satunya saat melawan team PSIM Yogyakarta, hari Minggu(1/4). JANGAN ADA LAGI HASIL DRAW, APALAGI SAMPAI KALAH. Cukup sudah lima point yang melayang.

|
Last edited by Balikpapaner's on Sun 01 Apr 2007 19:10; edited 2 times in total _________________ Persiba Balikpapan Never Walk Alone
Balikpapaner's encourage you always
http://balikpapaners.blogspot.com/ |
   |
 |
|
|
 | |  |
Balikpapaner's
 Silver Member
| Joined: 04 Feb 2006 |
| Posts: 942 |
| Location: Jakarta |
|
Posted: Sat 31 Mar 2007 11:16 |
|
 |
 |
Benahi Sektor Pertahanan
Menghadapi PSIM Jogja yang grafik permainannya sedang menanjak, pelatih Butler ekstra waspada. Ia mengorganisasikan lini pertahanan Beruang Madu lebih khusus dan bersiap menghadapi serangan balik—senjata khas tim yang main di kandang lawan.
Maka itu, kiper Made Wirawan dapat menu ekstra latihan. Sebelumnya para stopper: il capitano Ferly La’ala, Jufri Samad, Ronald Pangkali, Muhammadan, termasuk Ryan Townsend, merapatkan barisan untuk menangkal dan menjegal setiap penyerang lawan yang coba mendekat daerah Persiba. Gelandang juga disiapkan untuk membantu pertahanan. Meski Robbie Gaspar harus absen, pelatih Peter Butler memiliki Taufik yang bertipe sama dengan Gaspar.
“PSIM bagus. Apalagi mereka trennya sedang naik, pertahanan kita tak boleh lalai,” kata Butler.
Meski begitu, bagaimana pun Persiba Balikpapan adalah sebagai tuan rumah. Butler berjanji anak-anak latihnya tetap akan bermain menyerang untuk memaksakan kemenangan dan mendapatkan poin sempurna. Kondisi fisik skuadra Beruang Madu yang kembali prima setelah tur Sulut yang melelahkan memberi satu jaminan tiga poin bisa diamankan.
Menghadapi PSIM yang percaya diri, Butler tampaknya tak akan jauh-jauh dari pola 3-5-2. Dengan menumpuk 5 gelandang dan 3 bek, lini tengah dan belakang Persiba akan tampak ramai sehingga menyulitkan lawan mengambil ruang tembak. Lima gelandang itu, di mana dua beroperasi di sayap, berperan menjadi pertahanan pertama Persiba, selain juga bisa jadi inspirator serangan.[/img]
|
Last edited by Balikpapaner's on Sat 31 Mar 2007 12:26; edited 2 times in total _________________ Persiba Balikpapan Never Walk Alone
Balikpapaner's encourage you always
http://balikpapaners.blogspot.com/ |
   |
 |
|
|
 | |  |
Balikpapaner's
 Silver Member
| Joined: 04 Feb 2006 |
| Posts: 942 |
| Location: Jakarta |
|
Posted: Sat 31 Mar 2007 12:44 |
|
 |
 |
Ryan Absen?
Manajemen Persiba Balikpapan masih berharap back tangguh Ryan Townsend, bisa diturunkan saat menjamu PSIM Yogyakarta, Minggu (1/4). Usai pertandingan di kandang Persibom Bolaang Mongondow, diungkapkan Manajer Persiba Edi Tarmo, official Persiba langsung mengirim faks kepada PSSI Pusat, Komdis dan BLI, mengenai beberapa peristiwa yang terjadi di Stadion Gelora Ambang, kandang Persibom.
Ada tiga hal pokok yang disampaikan kubu Persiba melalui faks tersebut. Satu di antaranya adalah sanksi kartu kuning yang diberikan wasit Agus Winardi kepada Ryan. Selain itu, official juga melaporkan mengenai sikap wasit yang dinilai tidak fair maupun luka di dagu Adrian Trinidad karena kena sikut pemain Persibom. Di antara beberapa persoalan yang disampaikan, permohonan agar sanksi kartu kuning Ryan dipertimbangkan kembali, merupakan hal yang sangat krusial. Pasalnya, kehadiran Ryan sangat dibutuhkan Persiba yang akan menjamu PSIM, Minggu (1/4). Belum diketahui apakah permohonan manajemen Persiba ini bakal dikabulkan PSSI Pusat. Diutarakan Edi Tarmo, pihaknya bisa memaklumi mengenai belum adanya informasi resmi dari PSSI. Kami bisa memahami. Surat itu kan baru dikirim kemarin malam (Rabu (28/3) malam). Mungkin surat itu masih dipelajari PSSI," jelas Edi.
Untuk sekadar diketahui, Ryan mendapat ganjaran kartu kuning karena menangkap bola. Tetapi tindakan Ryan itu lebih disebabkan karena ulah penonton yang tidak terpuji. Ryan menyangka wasit telah meniupkan peluit, tapi ternyata suara peluit itu berasal dari penonton yang berada di tribun. Ryan pun tampak kebingungan ketika wasit memberinya kartu kuning.
Sementara itu dikatakan asisten manajer Persiba, Yusran, BLI sudah menyampaikan surat akumulasi kartu kuning yang diterima Robbie Gaspar dan Ryan. Robbie memang sudah pasti tidak bisa tampil saat mlawan PSIM. Tetapi manajemen masih berharap BLI mau mempertimbangkan kartu kuning Ryan. "Kami sebenarnya tidak mengajukan banding, hanya mohon pertimbangan dari PSSI Pusat maupun BLI," jelasnya.
|
|
 | |  |
Balikpapaner's
 Silver Member
| Joined: 04 Feb 2006 |
| Posts: 942 |
| Location: Jakarta |
|
Posted: Sat 31 Mar 2007 12:55 |
|
 |
 |
Adrian Ingin Tambah Koleksi Gol
Penyerang utama sekaligus top skor sementara Persiba Balikpapan, Adrian Dario Trinidad belum puas dengan perolehan golnya selama Ligina XIII 2007 ini. Pria asal Argentina kelahiran 18 Oktober 1982 ini ingin terus mencetak gol untuk membantu Persiba memenuhi target masuk 4 besar. Hingga pertandingan ke-11 yang sudah dilakoni Persiba, Trinidad sudah mengoleksi 6 gol termasuk gol terakhirnya ketika melawan Persibom Bolaang Mongondow. "Saya belum puas dengan perolehan gol ini, saya ingin tambah gol lagi dipertandingan berikutnya," terang Trinidad yang batal tampil saat meladeni Persma Manado beberapa waktu lalu.
Eks pemain Independiente (Klub Liga Clausura Argentina), yang musim lalu membela Persema Malang selama setengah musim ini, akan berjuang keras membuktikan ucapannya tersebut, karena golnya ketika melawan Persibom belum mampu membawa kemenangan bagi Persiba. Dan dipertandingan tersebut Adrian Trinidad tidak bermain penuh sepanjang 90 menit, karena harus ditarik keluar di menit ke-74 karena mengalami cedera kaki dan dagu. "Lihat saja nanti, saya akan cetak gol," tegasnya.
Tidak menutup kemungkinan ambisi Adrian bakal tercapai. Sebab, secara berurutan Persiba akan melakoni 4 partai kandang selama bulan April ini. Masing-masing menghadapi PSIM, Deltras, Persiwa, dan Persipura.

|
|
 | |  |
Balikpapaner's
 Silver Member
| Joined: 04 Feb 2006 |
| Posts: 942 |
| Location: Jakarta |
|
Posted: Sat 31 Mar 2007 12:59 |
|
 |
 |
Skuad PSIM Mendarat di Balikpapan
Dengan berbekal kemenangan dan perolehan 3 poin atas Arema Malang pada laga kandang (28/3) lalu, kini pada laga tandangnya, PSIM Yogyakarta harus melakoni tur maut ke Kaltim. Kemarin tim berjuluk Laskar Mataram yang diasuh pelatih Sofyan Hadi tiba di Balikpapan pada pukul 13.35 Wita dengan menggunakan maskapai penerbangan Mandala Air dari Yogjakarta. Di Balikpapan mereka mengambil home base di Hotel Bintang.
Menurut Sofyan Hadi, dirinya bertolak ke Kaltim berbekal semangat setelah menang atas Arema Malang. Dengan kekuatan 19 pemain diantaranya adalah 4 legiun asing yaitu Jose Belo, Jaimy San Doval, Pablo, dan Leo. Sedngkan pemain lokal yaitu Rony, Firman, Sandi, Abdali, Bagong, Agus, Pujiono, Ghani, Wawan Nur Cahyo, Dony, M Irfan, Seto, Ruly, Jhoni, Taufik. "Kami datang ke sini dengan membawa sebanyak 19 pemain , dan tentunya mereka yang kita bawa ini mudah-mudahan siap untuk turun," ujar Sofyan Hadi.
Meski timnya baru saja menaklukkan tim kuat Arema Malang dengan skor 2-0, itu bukan jaminan untuk bisa meraup poin di kandang lawan. Tetapi setidaknya hasil itu menjadi semangat bagi pemain PSIM untuk meraih poin di Kaltim. "Kemenangan PSIM atas Arema beberapa waktu lalu bukanlah ukuran untuk dijadikan patokan dalam menghadapi tuan rumah Persiba. Tapi, setidaknya semangat pemain dapat lebih, dan kekuatan Persiba sendiri sangat diperhitungkan," terang Sofyan.
Dalam partai tandang ke Kaltim kali ini pun Sofyan tidak terlalu berlebihan dalam memperoleh target, setidaknya PSIM dapat bermain baik dan target tidak harus menang. Imbang saja menurutnya sudah cukup bagus. "Target PSIM sendiri dalam memnghadapi Persiba Balikpapan kita tidak harus menang, karena kita tahu Persiba adalah tim yang kuat, bermain seri sudah cukup bagus," papar Sofyan didampingi asisten pelatih Bagyo dan Maman. Dan menganjurkan ke pemainnya untuk bermain tanpa beban dan tetap bermain terbuka.
|
|
 | |  |
 | |  |
Balikpapaner's
 Silver Member
| Joined: 04 Feb 2006 |
| Posts: 942 |
| Location: Jakarta |
|
Posted: Sun 01 Apr 2007 9:52 |
|
 |
 |
Kegagalan Persiba dalam tur Sulut masing-masing dilumat Persma Manado 1-0 dan kalah 1-2 dari Persibom Bolaang Mongondow tak menyurutkan nyali pasukan Beruang Madu. Ferly La’ala dkk tetap bertekad dan optimistis meraup angka penuh atas tamunya PSIM Jogjakarta dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII 2007 di Stadion Persiba Balikpapan, Minggu (1/4) sore nanti.
Pelatih kepala Persiba Peter Butler yang menangani pemainnya pagi kemarin, bergegas kembali ke mes Wisma Patra setelah latihan. Tampaknya, dia enggan berkomentar tentang pertandingan sore ini, apakah karena peluang Persiba cukup berat. Tapi, sehari sebelumnya Peter Butler menegaskan tidak ada masalah, karena beberapa pemain Persiba siap menggantikan dua pemain pilar, Ryan dan Robbie. “Kita punya pemain-pemain yang lain, sama bagusnya dengan Robbie atau Ryan. No problem,” kata Peter Butler.
Sementara itu pelatih kepala PSIM Jogjakarta H Sofyan Hadi tetap merendah meski lawan yang dihadapinya kali ini hanya bisa menurunkan 3 pemain asing dari 5 yang dimiliki Persiba. Bahkan, Sofyan menegaskan bahwa tuan rumah Persiba tetap merupakan tim yang solid jika tampil di kandang. Target PSIM? “Kami tak muluk-muluk. Target kami sesuaikan dengan realias kekuatan tim kami dan tim lawan. Jadi, main normal saja untuk mencuri poin,” tegas Sofyan Hadi seusai menggenjot pemainnya pagi kemarin.
Mantan pelatih Persiba pada musim Perserikatan tempo dulu ini menegaskan, tidak menyiapkan strategi khusus. Misalnya, harus menang di Persiba atau sebaliknya di PKT Bontang? “Mereka sama-sama tim sulit dikalahkan. Jadi, yang penting bagaimana anak-anak bisa bermain normal itu saja. Pola bebas, yakni 11 lawan 11,” tegas Sofyan Hadi. Maksud pola 11 lawan 11 ini, kata Sofyan Hadi, tidak lain adalah agar tidak diganggu dengan korps pengadil di lapangan. “Tahu ‘kan maksudnya, wasit harus fair play,” tambah Sofyan.

|
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot vote in polls in this forum
|
All times are GMT + 7 Hours
Page 1 of 1
|
|
|
|
|  |