LigaIndonesia.com Bukan Berita Bola Biasa

LigaIndonesia.com mengucapkan selamat kepada Arema Indonesia juara ISL dan Persibo Bojonegoro juara Divisi Utama 2010

Home| Indeks Berita| Search Berita | Klasemen | Forum Diskusi | Profil Team | Jadwal Bola TV |
Go To
 Gosip Panas
SEARCH:

Berita Lainnya

Selasa,17/02/2009 14:20
Ligasiana
Diumumkan BPSI
AFC Rilis Pengumuman Kursus Pelatih Lisensi A
Rabu,28/01/2009 10:05
Tim Nasional
Hilangkan Ketegangan
Timnas Rileks Hadapi Australia
Sabtu,24/01/2009 10:10
Liga Indonesia
Hadapi Persiba Bantul
Persibom Turunkan Pemain Lokal
Sabtu,24/01/2009 09:52
Liga Indonesia
Jelang Putaran Kedua
Persekabpas Baru Coret Pemain
Sabtu,24/01/2009 09:40
Liga Indonesia
Rekrut Dua Pemain Asing Baru
Persiraja Siap Berprestasi
Sabtu,24/01/2009 09:31
Liga Indonesia
Gaji Putaran Pertama Belum Terbayar
Lipede Ancam Mogok Main
Sabtu,24/01/2009 09:25
Liga Indonesia
Batal Lawan Perseman
Persipura Tetap Gelar Laga Amal
Sabtu,24/01/2009 09:10
Liga Indonesia
Dua Pertandingan Awal
PSM wajib Menang di Kandang
[ Indeks Berita ]
Jadwal Bola TV:


    Partner:
 Hosting Murah
 Web Murah
 Agen Iklan
 Iklan Gratis
 VPS Indonesia Murah
 Adsense Indonesia
 geotextile geomembrane geogrid geosynthetics
 Toko Komputer Glodok
 kopi tribulus dynamic
 mengatasi ejakulasi dini handal
 bola guavita 338a taruhan
 kopi tribulus
 jaket
 percetakan offset
 Bali Wholesale Furniture
 akses internet unlimited cepat murah meriah
 internetmarketing promoweb
 Reseller Domain Murah

>> Home  >> Profil Team

Profil Team:


Profil Team Persijap Jepara

Deskripsi Singkat
Pelatih, Pemain & Pengurus
Prestasi

 >>  Deskripsi Singkat



Pada 28 Agustus 1973, di Salatiga digelar partai puncak perebutan Piala Makutarama. Dua tim bertetangga dari daerah pesisir utara Pulau Jawa, Persijap Jepara dan Persipa Pati berjuang mati-matian untuk menjadi juara.

Langit cerah, dan tak ada pertanda hujan akan turun saat wasit Dardiri asal Salatiga meniup peluit isyarat kick off babak pertama dimulai. Di babak pertama, Kamal Djunaidi, seorang striker muda Persijap menunjukkan kelasnya sebagai ujung tombak tim. Gerakannya lincah, agresif, dan variatif. Suatu saat di babak pertama itu, tendangannya menggetarkan jala lawan, dan kedudukan tetap 1-0 hingga 45 menit pertama berakhir.

Ketika kaki Syarief KS, kapten tim Persijap, menggelindingkan bola kick off babak kedua, langit gelap oleh mendung yang menggelayut. Suara halilintar datang bertubi, memekakkan ribuan pasang telinga yang memadati stadion. Saat itulah, di lapangan terlihat api berkobar.

Hampir semua pemain tergeletak, termasuk wasit Dardiri. Syarif KS masih berdiri terpaku, tak mafhum apa yang baru saja terjadi. Tubuh Kamal Djunaidi yang semula lincah terlihat mengepulkan asap. Kaus kaki, sepatu, dan celananya terkoyak api. Tujuh anggota skuad Persijap lainnya luka bakar parah. Hanya Kamal Djunaidi, pemuda asal Kelurahan Panggang yang meninggal di tengah lapangan. Api halilintar itu mengakhiri kariernya di tim yang sangat dicintainya.

Tapi, hembusan nafas terakhirnya menorehkan prestasi gemilang. Kedudukan 1-0 itu membuat Persijap berhak memboyong Piala Makutarama. Nama Kamal Djunaidi kemudian diabadikan menjadi nama stadion untuk mengenang pengorbanan, spirit, sekaligus prestasi yang pernah diukir pahlawan bola bagi masyarakat Jepara tersebut.

Tak hanya itu, tulisan Diego de Ceuto asal Portugis tentang perjuangan Ratu Kalinyamat mengusir penjajah pada 1550 juga menjadi inspirasi bagi klub berkostum merah merah tersebut. Ratu Kalinyamat merupakan putri
Sultan Trenggono dari Demak. Dia terkenal sebagai ratu yang gagah berani dan rupawan serta memiliki jiwa patriotiksme antipenjajah. Hal itu dibuktikan dengan pengiriman armada perangnya ke Malaka guna menggempur Portugis pada tahun 1551 dan tahun 1574. Sekitar 2.000 dari 4.000 prajurit Ratu Kalinyamat gugur. Mereka berani mati untuk sebuah perjuangan.

Atas keberaniannya itu, maka bangsa Portugis lantas menyebut Sang Ratu Kalinyamat sebagai De Krange Dame atau wanita yang gagah berani. Bahkan seorang penulis bangsa Portugis dalam bukunya Da Asia menyebut diri
Ratu Kalinyamat sebagai Rainha de Jepara , senhora Poderosa e rice (Raja Jepara, seorang perempuan yang kaya dan mempunyai kekuasaan besar). Sekarang, nama Ratu Kalinyamat digunakan sebagai julukan tim dari kota ukir tersebut.

Memang,selain terkenal sebagai kota kerajinan ukir kayu, sudah sejak lama kota Jepara dikenal memiliki publik yang sangat antusias dan bersemangat dengan sepakbola. Tak mengherankan, jika sejak Persijap berdiri pada tahun 1960, tim ini selalu mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat Jepara.

Prestasi Persijap cukup mengkilat di tingkat yunior dengan keberhasilan tim yunior mereka beberapa kali menjadi juara Piala Suratin pada tahun 1982, 1998, dan 2002. Sayang di tingkat senior, prestasi Persijap belum mengesankan. Persijap merupakan tim yang sejak lama berkutat dengan kompetisi Divisi I Liga Indonesia.

Baru pada pentas Divisi I Liga Indonesia 1999/2000 Persijap berhasil merengkuh tiket promosi. Persijap berhasil menjuarai Grup Tengah I mengungguli Perseden, Mitra Surabaya, PSJS, dan Perserang, untuk lolos ke babak 8 besar. Bertanding di depan publik sendiri, Persijap berhasil menduduki peringkat 2 Grup B Babak 8 Besar untuk memastikan promosi ke Divisi Utama. Persijap akhirnya hanya menempati peringkat keempat setelah pada semifinal yang digelar di Stadion Benteng, Persijap dikalahkan Persita Tangerang, dan kalah dari Persikabo Bogor dalam perebutan tempat ketiga.

Sayangnya aksi Persijap di Divisi Utama Liga Indonesia 2001 hanya berlangsung setahun. Diwarnai dengan pergantian pelatih, Persijap harus kembali ke Divisi I setelah terpaut dua poin setelah hanya menempati peringkat ke-12 dari 14 peserta. Tak mau menyerah, Persijap berusaha keras untuk kembali naik ke Divisi Utama dengan persiapan tim yang matang dan perekrutan pemain yang berpengalaman. Selama tiga tahun berturut-turut Persijap selalu disegani di Divisi I, dan lolos dari penyisihan grup. Sayang prestasi Persijap selalu mentok di babak penentuan.

Perubahan jumlah peserta Divisi Utama pada Liga Indonesia memberikan berkah bagi Persijap. Tiket promosi gratis diberikan oleh PSSI, sehingga Persijap kembali berlaga di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Langkah Persijap tidak terlalu menggembirakan, dan terseok seok menghadapi persaingan di Liga Indonesia. Beruntung di saat saat akhir, Persijap berhasil lepas dari bayangan suram degradasi pada tahun 2001.

(Feri Istanto | admin ligaindonesia.com | dari suaramerdeka.com dan sumber sumber lainnya)

Stadion: Kamal Djunaedi
Alamat: Jl. Kartini No.1 Jepara
Website:
Alamat: Jl. Kartini No.1 Jepara

Julukan: Laskar Kalinyamat

Costum 1: Merah Merah
Costum 2:


 >>  Pelatih, Pemain & Pengurus

Pelatih: Ruddy William Keltjes

Pemain:
Kiper:
Budiman Buswir, Danang Wihatmoko

Belakang:
Evaldo Silva de Assis, Adrian Wijaya, Kasiyadi, Edward Isir, Anam Syahrul Fitrianto, Phaytoon Tiabma, M. Yusuf, Trias Budi Susanto

Tengah:
Didik Purwanto, Sakda Jamdee, Mugianto, Mulyono Geroda, Agus Supriyanto, Wahyu Wahab, M. Sholeh

Depan:
Jimy Suparno, Yance Manusiwa, Manit Noyvach, Junior Lima

Pengurus:
Ketua Umum : Hendro Martojo
Ketua Harian : HM Effendi
Manager : Setiyono
Asisten Manager : Aris Isnandar
Sekretaris : Dharmadi
Ketua Panpel :Sutedjo


 >>  Prestasi

Prestasi:
Liga Indonesia 1994/1995 : Divisi I
Liga Indonesia 1995/1996 : Divisi I
Liga Indonesia 1996/1997 : Peringkat 3 Grup Tengah II Divisi I
Liga Indonesia 1997/1998 : Divisi I (Liga dihentikan)
Liga Indonesia 1998/1999 : Peringkat 3 Grup 2 Divisi I
Liga Indonesia 1999/2000 : Peringkat 4 Divisi I (Promosi)
Liga Indonesia 2001 : Peringkat 12 Wilayah Timur Divisi Utama (Degradasi)
Liga Indonesia 2002 : Delapan Besar Divisi I (Peringkat Ke-2 Grup 2)
Liga Indonesia 2003 : Delapan Besar Divisi I (Peringkat Ke-2 Grup B)
Liga Indonesia 2004 : Enam Besar Divisi I (Peringkat 3 Wilayah Barat)
Liga Indonesia 2005 : Peringkat 12 Wilayah Timur Divisi Utama



Tentang Kami ! Redaksi ! Petunjuk Beriklan ! Disclaimer ! Privacy Policy ! Human Resource