Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Rawan Main Mata

Sebagai contoh, Petrokimia yang kini berada diperingkat ke-14 membutuhkan paling tidak empat poin untuk bisa tetap aman di Divisi Utama.  Artinya dengan tambahan 4 poin, tim besutan Widodo C Putro akan mengantongi poin 30. Dengan torehan angka itu, Petro relatif aman. Karena dua saingannya, Pelita KS dan Persijap hanya bisa mengantongi angka maksimal 29 dan 30 di akhir kompetisi nanti. 

Dengan asumsi, mereka (Petro) punya agregat gol yang lebih baik dari Persijap --yang juga punya poin maksimal 30-- maka tim ini musim depan akan tetap bertahan di Divisi Utama. Logikanya, di dua laga terakhir Petro akan menghadapi dua tim sesama Jawa Timur, yakni Persema Malang dan Persik Kediri.

Persema yang sudah aman, bisa saja merelakan Petro mendulang poin di kandangnya. Apalagi, Persema kini sudah tak punya peluang ke empat besar wilayah. Makanya, upaya 'main mata' bisa saja ditempuh Petro untuk mengamankan posisinya. Menghadapi Persik, Petro juga kemungkinan akan melakukan hal serupa. Dengan catatan jika Persik bisa meraih tiket empat besar.

Bagaimana dengan Persibom? Sama halnya dengan Petro, Fajar Bulawan -julukan Persibom-- juga berpeluang melakukan hal serupa saat melakukan laga tandang terakhir dengan saudaranya Persmin Minahasa. Logikanya, tim besutan Elly Idris itu butuh 6 angka lagi (menjadi 31 poin) untuk membuat posisi mereka aman di Divisi Utama. Sementara saat ini mereka tinggal melakoni dua laga lagi, yakni main kandang dengan Persik dan terakhir tandang ke Tondano menghadapi Persmin. Jika Persibom menang atas Persik di kandang maka kans untuk lolos bergantung pada partai terakhir di tanah tim satu propinsi, Tondano. Akankah Persmin Membantu?

Jika prediksi di akhir kompetisi seperti itu maka dua tim yang terdegradasi so pasti akan diklaim Pelita KS dan Persijap Jepara. Sebab, apapun upaya tim-tim ini mereka hanya bisa memiliki poin maksimal 29 dan 30. Sementara saingannya, Persibom dan Petro berpeluang memperoleh poin maksimal 31 dan 32. Kita lihat saja.

(p)

1 komentar untuk "Rawan Main Mata"

  • yoe_persikmania di Indramayu pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Opini anda boleh juga..., tapi saya berharap fairplay di sepakbola kita bisa ditegakkan... seandainya-pun hasilnya seperti yang terprediksi mudah2an itu bukan rekayasa... Hidup Liga Indonesia...!!!
1

Leave a Reply