Domain For Sale! You can buy this domain

Opini Bola

Sungguh Biasanya Sebuah Kemenangan dan Kekalahan Itu !

Iklim kompetisi sepakbola di Indonesia seperti telah banyak diketahui, banyak diwarnai dengan tindak kekerasan. Padahal tindak kekerasan biasanya hanya hadir dikalangan masyarakat primitif. Sungguh sesuatu yang seharusnya haram dalam dunia olahraga dengan semangat fair playnya. Tapi, ya sudahlah, sebagai penikmat sepakbola nasional kita hanya bisa berkhidmat saja ketika melihat, menghadapi, dan menjalani semua ini. Sekarang kompetisi Liga Indonesia segera memasuki masa-masa puncak. Pagelaran delapan besar divisi utama akan dilangsungkan di Jayapura dan Jakarta dengan tuan rumah PERSIJA dan PERSIPURA. Semua dari kita, tentu mengharapkan sajian berkualitas tinggi dari delapan tim terbaik di Indonesia ini. Kitapun berharap pula, agar pengadil yang bertugas bisa menjalankan perannya tidak melebihi batas wajar sebagai manusia. Artinya, agar wasit dalam mengambil keputusan sewaktu pertandingan benar-benar berasal dari bisikan hati nurani. Kalaupun ada kesalahan ketika mengambil keputusan, semoga itu sesuai dengan petuah bijak, "tidak ada manusia sempurna di muka bumi ini". Entah harapan itu bisa tercapai atau tidak, sekali lagi kita patut berkhidmat saja menghadapinya. Namun patut diingat, ada sebuah hal yang jauh lebih penting dari semua itu. Apakah itu?. Kedewasaan bersikap!. Ya, kita semua (khususnya pendukung klub di babak delapan besar) harus bisa bersikap demikian. Kalau tidak, kita harus bersiap-siap melihat bentuk kekerasan terjadi lagi dalam pertandingan sepakbola. Pokoknya sebisa mungkin para suporter harus menunjukkan sikap itu, agar pandangan dunia sepakbola internasional tidak semakin buruk terhadap sepakbola kita. Sudah PSSI-nya krisis, apa ya mau ditambahi lagi dengan aksi kekerasan di lapangan ?. Sebagai manusia, kita senantiasa dituntut untuk saling nasehat menasehati antar sesama manusia. Begitupun antar suporter sepakbola. Maka dari itu, lewat tulisan ini, penulis hanya ingin menyampaikan bagaimana sangat biasanya sebuah kekalahan atau kemenangan itu harus disikapi. Kawan-kawan, sebetulnya antara menang kalah itu, jarak yang ada begitu tipis. Ada fakta, tim yang sudah unggul dalam 90 menit pertandingan, bisa berbalik kalah di saat injury time. Tragis?, memang!. Sakit?, iya!. Pedih?, apalagi!. Lalu?, santai aja lagi!. Masih ada hari esok!. Bisakah kita bersikap nyantai dalam menyikapi sebuah kekalahan?. Bisa atau tidak itu tergantung kita semua memahami diri sebagai manusia. Tidaklah perlu kita saling curiga, emosi, kalap dalam menghadapi kekalahan. Kalau semuanya mau menang, lalu siapa yang harus kalah?, yang penting fair play ajalah. Mari kita tunjukkan ke muka para pengurus sepakbola di tanah air ini, bagaimana seharusnya bersikap fair dalam permainan. Jangan ikut-ikutan mereka. Malu ah!. Ari Dwi Prasetyo,ari290682@yahoo.com Jogja,7 September 2005 (phery)

0 komentar untuk "Sungguh Biasanya Sebuah Kemenangan dan Kekalahan Itu !"

Leave a Reply