Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Persebaya Mengundurkan Diri

Juara bertahan Persebaya Surabaya secara mengejutkan menolak melanjutkan laga sisa pada babak delapan besar kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2005 yang menurut rencana akan melawan tuan rumah Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno Rabu (21/9) sore besok.

Manajer tim Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, memutuskan bahwa tim Bajul Ijo tersebut akan mundur dari pentas delapan besar setelah menerima perintah Walikota Surabaya, Bambang DH melalui SMS melalui handphonenya.

Dalam sms-nya itu berisi tentang perintah untuk memulangkan pemain Persebaya dan pendukungnya yang tergabung dalam bonekmania. Walikota Surabaya juga menuliskan pesan yang bertuliskan, "Kita hindari Jakarta rusuh. Jakarta adalah ibukota lambang sebuah bangsa yang bernegara. Kita-kita ini orang-orang yang teramat sayang pada republik".

Bila nantinya Persebaya mendapat sanksi dari PSSI perihal mundurnya itu, Saleh mengaku siap menerima apapun risikonya. Menurutnya, bukan tidak mungkin keputusan itu akan diikuti dua tim lainnya yang seharusnya juga bertarung yakni PSIS Semarang dan PSM Makassar.

Bahkan, manajer PSM Makassar, Erwin Aksa menyambut positif keputusan Persebaya untuk mundur. Sementara itu, manajer tim PSIS Semarang, Yoyok Sukawi ketika mendengar keputusan Persebaya masih akan melakukan koordinasi dulu dengan timnya.

(phery)

10 komentar untuk "Persebaya Mengundurkan Diri"

  • zae di riau pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Persebaya gomball, ndembik elik, desersi ketika peluang sudah habis yg secara tidak langsung menghabisi peluang tim lainnya, sama sekali gak profesional blas...layak dihukum diturunkan ke devisi 1 atau devisi 2. Jangan hanya denda uang...sorry dobel
  • zae di riau pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Persebaya gomball, desersi ketika peluang sudah habis yg secara tidak langsung menghabisi peluang tim lainnya, sama sekali gak profesional blas...layak dihukum diturunkan ke devisi 1 atau devisi 2. Jangan hanya denda uang...
  • amanda di yogyakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    harusnya persebaya terus bertanding sampai titik darah terakhir, sia-sia para bonek datang jauh-jauh dari surabaya.
  • haikal di Tangerang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kepemimpinan wasit memang buruk, tapi itu bukan alasan. seandainya pertandingan berlangsung di Surabaya pun, mungkin persebaya akan diuntungkan.
  • juwita di Jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Biarpun Bonek NGAKUNYA cinta damai, kami warga Jakarta menjadi saksi aksi-aksi premanisme Bonekmania yang suka malak warga. Salut buat Jakmania, Sneck dan Macz Man yang cinta damai, pecae. BRAVO PERSIJA!!!!
  • Ajeng di Jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kalo alasannya takut rusuh, kenapa bawa suporter banyak-banyak. Kasihan PSM dan PSIS yang secara otomatis tersingkir. Untuk BONEKMANIA, makanya jangan suka bikin rusuh di Jakarta.
  • faisal di jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    PENGECUT!!!, itu adalah akibat dari keBRUTALan BONEK sendiri yang selalu bikin Rusuh dan suka MALAK warga Jakarta, nyatanya tidak ada kerusuhan diantara Jakmania, Macz Man dan Sneck.
  • yu2n di jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ah pengecut kalian semua,kalian minta mundur kan karena pluang tipis ,coba kalau besar ,ga bakalan mundur.hidup persija
  • Sinyo - Medan di Medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Selamat buat persija yg barangkali hampir pasti JUARA LI dengan sangat sportif (tidak bisa menjadi tuan rumah yg baik). Bonek sebetulnya hanya kambing hitam saja mengingat kejadian sebelumnya menimpa persib
  • coto makassar di jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Salut bwt Persebaya!!!apapun alasannya,kita patut menerima hal tersebut.Ini adlh klimaks dari segala kebobrokan 8besar(PSSI&tuan rmh)!sebenarnya ini adlh bom waktu,kita hanya menunggu kpn waktu itu dtg.& selamat bwt Persija! VIVA PSM..pasukan Ramang!!!
1

Leave a Reply