Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Arema, Singo Yang Kehilangan Taring

Arema Malang yang hadir pada musim kompetisi 2005 di Divisi Utama setelah promosi dari Divisi I dengan predikat sebagai juara memiliki persiapan yang paling mapan dibandingkan siapapun.

Pertandingan putaran pertama dan kedua mereka jalani dengan lancar-lancar saja dan tim Singo Edan itu mampu membuktikan diri sebagai jago kandang karena memiliki rekor tak pernah kalah selama bermain di Malang. Namun, hal itu tak diikuti kala bermain di luar kandang.

Dengan berbekal sebagai runner up di Wilayah Barat pada klasemen akhir kompetisi, Arema Malang berhak mengikuti babak delapan besar dan berada di rup Jayapura yang diikuti tuan rumah Persipura, Persik kediri, PSMS Medan, dan Arema sendiri.

Hadir dengan materi yang kokoh dan merata di segala lini baik pemain inti maupun pemain cadangan, tak ada suatu apapun yang salah di tubuh tim singo Edan dengan berbagai kelebihannya. Tak dinyana partai terakhir penyisihan 8 besar di jayapura, Arema kalah oleh Persik, yang diatas kertas dan dimanapun bisa dikalahkan.

Ironisnya, mereka tak sekalipun berhasil menang ataupun memasukkan gol ke gawang lawan karena sebelum kalah 0-2 atas Persik, Firman Utina dkk. ini hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan PSMS Medan dan kalah 0-1 atas tuan rumah Persipura.

Salah seorang Aremania sebagai pendukung sejati Arema Malang mencoba melakukan flashback sebentar dan analisis kejanggalan faktor teknis dan non-teknis:

1. Sebagai Tim dengan suporter fanatik, Arema dan Aremania bagai lem, tapi mengapa semua partai tandang tidak pernah menang hanya 7 seri dan 6 Kalah, dan menyapu bersih partai kandang dengan kemenangan. inikah faktor yang menyolok yang sering didengung2 kan oleh Aremania. Dukungan penuh Aremania di Malang/ Gajayana belum membawa spirit jika Arema bertanding ke kandang lawan.

2. Pemain yang kurang bermental juara. mungkin hanya tercatat beberapa pemain saja yang mempunyai itu. Selebihnya hanya terlena gaji mereka yang selangit, dan bermain tidak full.

3. Strategi dari Bendol, dilihat dari kacamata Aremania, masih lemah untuk bertahan, tapi dalam menyerang patut dapet nilai 8. Ini dilihat dari gol yang disarangkan Arema, tapi miris jika melihat banyaknya kebobolan di gawang kurnia sandy. Sektor Pertahanan mungkin perlu dibenahi.

4.Faktor diluar Arema adalah PSSI. Tak dipungkiri biangnya tim Arema kalah di partai Tandang adalah permainan PSSI. Plus dengan wasit- wasitnya, saya pikir mafia wasit udah berkurang, ternyata bertambah parah. Di Medan, Deli Serdang, Tangerang, dan Palembang merupak nilai plus Arema jika tidak dipermainkan PSSI.

Faktor tersebut menjadi bahan analisis Arema seharusnya jika jeli melihat target untuk ke depan. Tapi semua diatas hanya analisis dari Aremania umumnya, dan bukan sebuah opini resmi.

Saat ini, Aremania hanya tinggal berharap agar Arema mampu menutup tahun 2005 ini dengan meraih kemenangan di ajang Copa Indonesia 2005 yang saat ini telah mencapai babak perempatfinal. Dalam babak ini Arema akan kembali menghadapi PSMS Medan.

(phery)

0 komentar untuk "Arema, Singo Yang Kehilangan Taring"

Leave a Reply