Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Persik Dukung Sanksi Pengurus Persebaya

Persik Kediri mendukung agar oknum pengurus Persebaya Surabaya yang menyebabkan klub itu mendapat sanksi PSSI berupa larangan mengikuti pertandingan selama dua tahun mundur dari tim manajemen.

Manajer Persik, Iwan Budianto, sebenarnya mengaku bahwa yang disuarakannya tidak etis. Tetapi sebagai bentuk solidaritas tim sesama Jawa Timur dia tetap ingin Persebaya ikut serta dalam kompetisi berikutnya. Dia ingin agar oknum-oknum pengurus itu diberi sanksi oleh PSSI dan bukan Persebaya.


Iwan berpendapat kompetisi musim mendatang akan kehilangan gregetnya tanpa keikut sertaan Persebaya yang merupakan salah satu klub legendaris dan disegani tim-tim lawan. Oleh sebab itu pihaknya meminta PSSI mempertimbangkan masalah kualitas kompetisi dengan menganulir sanksi untuk Persebaya menjadi sanksi untuk pengurus yang dinilai tidak bertanggung jawab atas keputusan pengunduran diri.

Dalam kesempatan itu Iwan mengibaratkan Persebaya sama dengan dilema pemerintah melikuidasi bank, dimana seharusnya tidak serta-merta melikuidasi, tetapi lebih dulu mencopot beberapa orang yang bertanggung jawab pada bank tersebut.


Demikian juga pada Persebaya, jangan Persebayanya yang diberi sanksi, tetapi orang-orang yang bertanggung jawab saja yang disingkirkan. Namun dia tetap menyerahkan semuanya kepada PSSI selaku induk organisasi yang berwenang atas keputusan tersebut

(phery)

2 komentar untuk "Persik Dukung Sanksi Pengurus Persebaya"

  • arema di ngalam pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Kompetisi tanpa persebaya dan boneknya terasa kurang lengkap. Kalo ada Bonek paling nggak aremania bisa beradu militansinya. Karena soal militansi, hanya bonek lah satu-satunya saingan aremania
  • panser biru beijing di beijing china pada 01 Januari 1970 00:00:00
    wah kapan majunya sepak bola indonesia kalo setiap pelanggaran fair play tidak diberikan sangsi yang berat apalagi di tinjau ulang hukumanya,tolak interfrensi politik di dunia sepakbola
1

Leave a Reply