Domain For Sale! You can buy this domain

Umum

Play Off Menjadi Permasalahan

Rumusan mengenai regulasi kompetisi 2006 telah disusun Badan Liga Indonesia (BLI). Keputusan akhir tinggal menunggu pengesahan dari pengurus harian PSSI. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang belum mendapat persetujuan.


Meskipun BLI telah mengadakan rapat Minggu (23/10) malam lalu, ternyata belum juga ada keputusan. Kabarnya, masih ada beberapa item yang belum disetujui. Salah satunya tentang wacana untuk menggelar play-off.

Setelah Persebaya Surabaya terkena skorsing 16 bulan mengikuti Kompetisi Divisi Utama, praktis tersisa satu tempat di Divisi Utama yang lowong. Logikanya, kalau memang harus mencari pengganti Green Force, pelaksanaan play-off sudah harus dipersiapkan sejak dini.

Namun, Agusman Effendi sebagai pjs Ketua Umum PSSI belum memutuskan untuk membahas rumusan tersebut. Dia juga tidak mau berkomentar mengenai upaya Persebaya yang bersikukuh mencari cara untuk meringankan sanksi mereka. Persebaya masih berharap dari hak prerogatif dari Ketua Umum PSSI.

Bila satu tempat untuk Divisi Utama pada musim 2006 nanti dikosongkan, berarti Persebaya masih memiliki peluang untuk menempatinya kembali. Apalagi kalau hukuman mereka mendapat pengurangan. Sebab, apabila memang play-off jadi dimainkan, Persebaya harus bersiap memulai kompetisi dari bawah lagi.

Sementara Direktur Kompetisi BLI Djoko Driyono pernah mengatakan bahwa mengenai pelaksanaan play-off tergantung dari kebijakan PSSI, terutama pengurus harian sendiri. BLI sendiri, menurut Djoko, hanya bertugas selaku perumus dan pelaksana dari apa yang digariskan PSSI.

Tetapi dia menyatakan bahwa kalau harus digelar play-off seharusnya dilakukan secepatnya jauh hari sebelum roda kompetisi bergulir. Sebab, hal itu saling berkaitan dengan divisi lainnya. Misalnya ada play-off Divisi Utama, tentu untuk divisi di bawahnya juga ada pelaksanaan serupa.

(phery)

0 komentar untuk "Play Off Menjadi Permasalahan"

Leave a Reply