Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Persikota Diusulkan Merger Dengan Persita

Persikota Tangerang terancam tidak mengikuti Liga Indonesia 2006 yang menurut rencana akan digelar mulai awal Januari tahun depan. Sebab, hingga sekarang tim berjuluk Jawara Benteng ini belum memiliki persiapan apapun untuk mengikuti kompetisi tahun depan.

Kekurangsiapan untuk menghadapi Divisi Utama 2006 disinyalir karena tidak ada persiapan yang matang termasuk keterbatasan anggaran, sementara kompetisi sudah dekat waktu pelaksanaannya. Pengamat sepakbola di lingkungan Tangerang menilai Ketua Umum Persikota H. Wahidin Halim seperti tidak memilki sikap yang jelas dan tegas terhadap tim.

Contohnya yang terlihat yakni penentuan jabatan menejer, pelatih maupun pemain yang hendak dikontrak hingga saat ini belum juga dilakukan oleh manajemen karena tidak adanya "lampu hijau" dari Ketum. Padahal tim lain yang hendak berlaga pada Liga Indonesia 2006 sudah mempersiapkan dengan matang, termasuk melakukan kontrak dengan pemain dan pelatih serta telah menjalani latihan rutin.

Pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2005 lalu, Persikota menduduki peringkat papan tengah klasemen dan terancam masuk jurang degradasi. Selama ini, Persikota dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Tangerang atas persetujuan DPRD setempat, dan beberapa pengusaha yang bersedia menjadi sponsor. Pada tahun 2005 lalu dana yang dialokasikan dari pos APBD sekitar Rp 5 miliar untuk kontrak pemain lokal dan asing serta pelatih, termasuk biaya akomodasi selama pertandingan di kandang lawan.

Biaya yang harus dikeluarkan tim tentunya akan membengkak tahun 2006, akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) yang diikuti oleh perangkat penunjang lainnya termasuk harga tiket pesawat. Jika sampai pekan depan belum juga ada persiapan yang matang terutama menyangkut anggaran yang tersedia serta adanya persetujuan DPRD setempat, banyak pihak yang menyarankan agar Persikota mundur dari pentas Divisi Utama Liga Indonesia 2006.

Namun, ada solusi agar klub tersebut tidak mundur, yaitu melakukan merger dengan saudara tua di Tangerang yang juga sama-sama terkendali masalah finansial, Persita. Merger merupakan langkah terbaik, demi menjaga "harga diri" dari tim yang sama dari Tangerang.
(phery)

0 komentar untuk "Persikota Diusulkan Merger Dengan Persita"

Leave a Reply