Domain For Sale! You can buy this domain

Piala Indonesia

Arema Malang Juara Copa Indonesia

Benar-benar pertandingan yang melelahkan, Final Copa Indonesia 2005 yang mempertemukan Persija Jakarta berhadapan dengan Arema Malang yang berakhir secara dramatis melalui perpanjangan waktu diakhiri oleh gol kemenangan Firman Utina mengantarkan tim Singo Edan menang 4-3 dan meraih tropi Copa Indonesia.

Saling kejar gol hingga dalam pertarungan yang menarik membuat final di stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (19/11/2005), benar-benar dramatis. Kedua tim harus bermain hingga dua kali perpanjangan waktu dengan sama-sama kehilangan satu pemain.

Berbeda dengan pertandingan-pertandingan sebelumnya di GBK, jumlah suporter Persija dan Arema cukup berimbang. Kondisi ini membuat suasana stadion terus bergemuruh dengan atraksi-atraksi yang menarik.

The Jakmania lebih dahulu bersorak setelah Adolfo Fatecha mencetak gol di menit ke-12. Gol ini terjadi setelah tendangan bebas Ismed Sofyan terlepas dari tangkapan kiper Silas Ohee. Fatecha yang sudah siap di depan gawang langsung menyodok bola ke dalam gawang. Selang beberapa menit, di menit ke-20 Arema langsung menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah tendangan Franco Hitta gagal diantisipasi dengan benar oleh kiper Persija, Mukti Ali Raja.

Gol Franco Hitta membuat tempo permainan semakin tinggi. Wasit kembali harus mengeluarkan dua kartu kuning karena pelanggatan keras yang dilakukan Deca dan bek Arema Warsidi. Kedudukan imbang 1-1 ini bertahan hingga turun minum tiba.

Di babak kedua kedua tim bermain lebih terbuka. Solo run Firman Utina dari setengah lapangan tidak mampu dihentikan pemain-pemain persija. Dengan tenang sontekannya melewati kiper Mukti dan membuat kedudukan 2-1 untuk Arema. Namun, hanya selang tiga menit wasit Jajat Sudrajat memberikan keputusan kontroversial. Dia memberikan hadiah penalti kepada Persija karena menilai pemain belakang Arema melakukan handsball. Batoum Roger yang mengeksekusi penalti berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Kedudukan kembali imbang 2-2.

Setelah itu, kondisi pertandingan semakin memanas. AKibatnya, Alexander Pulalo harus rela menerima kartu kuning kedua setelah menekel Ortizan Solossa. Bek kelahiran papua itupun harus meninggalkan lapangan. Kondisi ini membuat kubu Arema yang tidak puas dengan penampilan wasit semakin berang. Pelatih Beni Dollo langsung mengistruksikan para pemainnya keluar dari lapangan, sehingga pertandingan tertunda kurang lebih hingga sepuluh menit.

Akhirnya setelah komisi pertandingan melakukan diskusi dengan tim Arema serta wasit, pertandingan pun dilanjutkan kembali. Tak disangkan, dewi fortuna berpihak kepada Arema. Aris Indarto menekel Franco Hitta dan diganjar kartu kuning kedua. Dengan demikian kapten Persija ini juga harus meninggalkan lapangan karena sudah menerima kartu kuning. Dengan jumlah pemain yang seimbang, pertandingan pun kembali berjalan seru.

Dengan jumlah pemain yang seimbang, permainan terbuka kembali diperagakan kedua tim. Pada menit ke-75 melalui umpan terobosan dari Joao Carlos diberikan kepada Firman Utina yang berdiri bebas setelah lepas dari jebakan offside tak disia-siakannya. Dengan tenang bola diarahkan ke pojok kanan gawang tanpa bisa dijangkau Mukti Ali Raja.

Berbalik memimpin 3-2, Arema berusaha mengatur tempo pertandingan. Sebaliknya Persija semakin ngotot menyerang dengan masuknya Kurniawan Dwi Julianto. Pergantian ini seperti menambah adegan menarik dalam sebuah drama, karena "Si Kurus" hanya dalam selang beberapa menit membuat kedudukan kembali imbang 3-3, dengan menyundul tendangan pojok  Ismed Sofyan.

Kedudukan 3-3 bertahan hingga akhir waktu normal. Sesuai dengan peraturan Copa Dji Sam Soe, pertandingan akan dilanjutkan dengan sistem silver goal classic. Artinya berapapun gol yang tercipta selama waktu tambahan, pertandingan akan terus berlangsung dalam 2x15 menit.

Akhir drama yang menarik ini pun ditutup oleh akhir heroik Utina dengan hat-trick-nya di extra time pertama. Lagi-lagi pergerakannya di antara pemain Persija tidak terdeteksi. Umpan terobosan di dalam kotak penalti dengan cermat sambarnya dan dilesakkan ke dalam gawang. Gol Utina ini benar-benar menjadi klimaks pertandingan, karena usaha keras Persija menyamakan kedudukan di sisa pertandingan tidak kesampaian.(phery)

1 komentar untuk "Arema Malang Juara Copa Indonesia"

  • Yudha di UPN V YOGYA pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Sudah sepanyasnya AREMA juara karena persija bermain kalah di bawah anak malang, selamat buat AREMA karena sudah menang karena kerja keras pasti akan berbuah hasil.
1

Leave a Reply