Domain For Sale! You can buy this domain

Liga Indonesia

Perserta Bertambah, Subsidi Berkurang

Pengelola klub Ligina 2005 bakal gigit jari. Imbas dari kian bertambahnya kontestan Divisi Utama musim depan, PSSI siap mencukur nilai subsidi yang akan diberikan klub-klub nanti. Otoritas sepak bola nasional itu harus mengurangi bantuan karena kucuran dana dari sponsor nilainya sama dengan musim lalu: Rp 25 miliar. Padahal, musim ini peserta Ligina bertambah menjadi 28 dari 18 klub.

Menurut rencana, subsidi PSSI musim ini hanya sekitar Rp 300 juta untuk semua klub di Jawa (16 klub). Sementara klub luar Jawa (11 klub) mendapatkan Rp 350 juta, dan khusus Persipura dibantu Rp 750 juta. Sebagai perbandingan, musim lalu klub Jawa mendapatkan Rp 380 juta, luar Jawa Rp 500 juta dan Persipura mendapat Rp 1 miliar.

Enam belas Jawa di antaranya Pelita KS, Persekabpas, Persikota, Persija, Persib, PSS, PSIS, Deltras, Arema, Persela, Persebaya, Persita, Petrokimia, Persijap, Persema, dan Persik Kediri. Luar Jawa terdiri dari adalah PSMS, PSPS, Persijatim Sriwijaya FC, PSDS, Semen Padang, PSM, PKT Bontang, Persibom, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persegi Gianyar, dan Persipura.

Khusus Persik Kediri dan Arema Malang tidak akan mendapatkan subsidi. Kedua klub Jatim tersebut terganjal dengan perjanjian sponsor klub, yang sama-sama produsen rokok dengan sponsor utama Ligina XI PT Djarum. Persik didanai PT Gudang Garam, Arema dimiliki PT Bentoel Prima Tbk. Karena itulah, kedua klub itu memutuskan untuk tidak memasang label Djarum di kas pemain dan stadion.

Selain subsidi, PSSI juga akan memutuskan besarnya hadiah Liga Indonesia XI. Total hadiah musim ini akan meningkat menjadi Rp 2,4 miliar. Sebagai perbandingan, total hadiah musim lalu sebesar Rp 2,125 miliar. Perinciannya, juara mendapatkan hadiah Rp 1 miliar, runner up Rp 500 juta dan peringkat tiga Rp 250 juta.

Selain itu, tim fair play atau tim terbaik mendapatkan Rp 250 juta, pemain terbaik Rp 75 juta dan top scorer Rp 50 juta. Hanya saja, setelah pertandingan selesai PSSI membuat keputusan tidak ada tim fair play atau terbaik sehingga hadiah Rp 250 juta tidak dicairkan. Dengan demikian, total hadiah musim lalu sebenarnya hanya Rp 1,875 miliar.

Manajer Persik Kediri, Iwan Budiyanto, mengaku tidak masalah jika tidak mendapatkan subsidi atau pembagian fee dari sponsor. Persik sendiri mendapat sponsor dari Gudang Garam Rp 2 miliar untuk satu musim. Jumlah itu jauh lebih besar jika dibanding fee dari Djarum yang mungkin hanya kisaran Rp 300 juta.
(Ferry)

0 komentar untuk "Perserta Bertambah, Subsidi Berkurang"

Leave a Reply