Domain For Sale! You can buy this domain

Umum

Babak 8 Besar Digelar di Tempat Netral

Badan Liga Indonesia (BLI) memastikan Babak Delapan Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2006 digelar di tempat netral. Hal itu diberlakukan untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh kubu tuan rumah. Selain itu, sebagai usulan dari beberapa klub yang merasa dirugikan dalam babak delapan besar Liga Indonesia 2005 beberapa waktu yang lalu.

Oleh karena ini, dalam acara manajer meeting Kamis (22/12) nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh BLI mengenai detail aturannya. Dalam pertemuan nanti akan dibahas juga beberapa nama stadion yang masuk nominasi sebagai tuan rumah. Diantaranya Stadion Jalak Harupat (Soreang, Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Petrokimia (Gresik), Stadion Gelora Delta (Sidoarjo), maupun Stadion Jakabaring (Palembang).

Direktur Eksekutif BLI Andi Darussalam Tabusalla mengakui bahwa BLI telah memutuskan bahwa babak delapan besar Liga Indonesia 2006 digelar di tempat netral. Pihaknya juga sudah menginventarisir beberapa stadion yang masuk nominasi. Nantinya akan dinilai mana yang memenuhi standar yang ditetapkan BLI.

Andi tidak menampik bahwa dalam perhelatan Delapan Besar sebelumnya banyak diwarnai gejolak. Di grup Timur, Arema yang merasa dikerjai tuan rumah Persipura mengancam mogok tanding. Yang lebih parah di grup Barat. Persebaya Surabaya memilih mundur sebelum menghadapi Persija. Pressure tuan rumah, seperti gesekan suporter, secara tidak langsung menjadi alasannya. Akibat tindakan Green Force itu pula, mereka harus rela menerima skorsing yang masih bermasalah hingga kini.

Namun, yang menjadi polemik tambahan, bila pertandingan digelar di tempat netral maka kompetisi nanti bakalan tidak ada greget karena tiap tim tidak memiliki motivasi untuk menjadi juara grup. Pada musim lalu, semua klub berlomba-lomba menjadi juara wilayah karena keuntungan sebagai tuan rumah Delapan Besar. Tidak sekadar kebanggaan saja tentunya.

Nah, hal tersebut dapat dijadikan sebagai bahan bagi para klub maupun BLI sendiri pada Manager Meeting nanti untuk mengkaji ulang manfaat dan kekurangan bila pertandingan babak delapan besar digelar di tempat netral atau bahkan tetap seperti musim kompetisi yang lalu, juara grup berhak menjadi tuan rumah.
(phery)

1 komentar untuk "Babak 8 Besar Digelar di Tempat Netral"

  • Ryan di Padang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    format liga dua wilayah apapun regulasinya tidak akan mampu menghasilkan liga yang kompetitif dan itu sudah terbukti musim lalu. kompetisi satu wilayah adalah solusi terbaik! karena akan menghasilkan juara sejati tanpa ada embel-embel keuntungan tuan r
1

Leave a Reply