Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Laskar Mataram Bangkit Dari Keterpurukan

PSIM Yogyakarta akhirnya berhasil memecah telor. Telor mereka yang belum pernah memenangkan pertandingan serta telor Persekabpas yang belum pernah kalah. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Mandala Krida Yogyakara Sabtu (11/2) sore ini, Laskar Mataram berhasil menundukkan Persekabpas Kabupaten Pasuruan dengan skor 2-0.

Tentu saja kemenangan perdana PSIM tersebut disambut gembira oleh para pendukungnya yang tergabung dalam Brajamusti. Apalagi, sebelumnya sang pelatih, Edy Paryono dipecat gara-gara dalam lima laga awal kompetisi Divisi Utama tahun ini belum dapat memberikan hasil yang maksimal bagi PSIM.

Pada babak pertama, kedua kesebelasan mampu menyuguhkan permainan yang cepat dan menarik. Namun demikian, lini depan PSIM yang dimotori duet bomber Adolfo Souza dan Sunday Seah yang didukung gelandang serang Pello Benson sulit memecah barisan pertahanan Persekabpas yang dijaga Murphy. Demikian juga barisan penyerang Persekabpas selalu kandas untuk memasuki pertahanan PSIM.

Kokohnya lini belakang PSIM yang dijaga kapten Jaime Sandoval dalam pertandingan sore hari ini merupakan yang terbaik dalam enam pertandingan di kompetisi Divisi Utaa Liga Indonesia 2006 kali ini. Banyak serangan-serangan Persekabpas selalu kandas di kaki Sandoval. Pada babak pertama ini kedua kesebelasan sepakat untuk mengakhirinya dengan skor imbang 0-0.

Memasuki babak kedua permainan kedua tim tampaknya sudah menurun dan hanya mengandalkan serangan balik. Pada 20 menit babak kedua, baik PSIM maupun Persekabpas tidak memiliki peluang yang membahayakan gawang kedua kesebelasan.

Namun, pada menit ke-70 kesempatan emas diperoleh tuan rumah terlebih dahulu yang mendapatkan hadiah penalti. Penalti tersebut bermula dari serangan yang dibangun oleh terobosan yang dilakukan oleh Adolfo Souza. Pada saat memasuki pertahanan Persekabpas Adolfo dijegal keras oleh bek Murphy. Wasit yang melihat kejadian tersebut langsung menunjuk titik putih.

Adolfo yang emnjadi algojo sebenarnya gagal menghasilkan gol setelah tendangannya mampu ditepis oleh kiper Persekabpas, Ahmad Nurosadi. Beruntung, dari belakang muncul Nurcholis Madjid yang tidak menyia-nyiakan bola muntahan tersebut. Kedudukan 1-0 sementara diungguli oleh tuan rumah PSIM Yogyakarta yang langsung mendapat sambutan meriah dari pendukungnya.

Walaupun sudah unggul 1-0 tetapi kubu Laskar Mataram berusaha menekan tim tamu Persekabpas yang merupakan pimpinan klasemen sementara di Wilayah Barat. Keputusan asisten pelatih PSIM, Maman Abdurrahman untuk memasukkan mantan pemain PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro di sepuluh menit terakhir untuk menggantikan Sunday Seah sangat tepat. Pada menit ke-87 pemain tersebut mampu memperbesar keunggulan PSIM menjadi 2-0.

Proses gol tersebut berawal dari kerjasama yang bagus dari Seto dengan Adolfo yang memanfaatkan serangan balik. Seto yang berdiri bebas di garis tengah langsung mengoper ke Adolfo di sisi kiri yang langsung dibalikkannya kembali ke Seto yang tidak dijaga para pemain belakang Persekabpas . Dengan sendirian, Seto berhasil menceploskan bola ke gawang Persekabpas setelah terlebih dahulu mengecoh kiper Ahmad Nurosadi.

Kemenangan 2-0 PSIM tersebut merupakan yang pertama kali dalam enam pertandingan di Liga Indonesia 2006 ini. Bahkan, setelah PSIM memastikan kemenangannya, asisten pelatih Maman Abdurahman langsung menangis dan melakukan sujud sukur. Dengan kemenangan ini diharapkan dapat menjadi modal dalam menghadapintim tangguh lainnya, Arema Malang pada Selasa (14/2) mendatang.

(phery)

3 komentar untuk "Laskar Mataram Bangkit Dari Keterpurukan"

  • di (jeporo) pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Tunggu Main di Jeporo "Laskar Mataram", pembalasan lebih kejam dari lemparan batu. :>
  • di Solo pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Dear Redaksi, Lihat kalimat terakhir paragraf ke-4! (Kedua kesebelasan sepakat mengakhiri dg 0-0). Kesannya pertandingan diatur! Bikin Kalimat yg enak dibaca ah..
  • di Solo pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Hebat euy!! selamat Dab !! Saatnya Bangkit !! (Salam damai dari Solo)
1

Leave a Reply