Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Gol Patricio Buyarkan Kemenangan Arema

Arema Malang gagal memenangkan pertarungan saat melakoni laga tandang melawan tuan rumah Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya pada pertandingan Liga Indonesia 2006 Selasa (28/3) sore tadi setelah keunggulan 1-0 di babak pertama harus kandas pada dua menit menjelang wasit meniup peluit panjang.

Dalam pertandingan sore tadi kedua tim mengawali dengan tempo yang lamban. Tuan rumah Sriwijaya FC lebih banyak menekan pertahanan Arema Malang yang tampil terlalu bertahan. Namun beberapa kali peluang emas dari Andi Odang dan Emeka gagal membuahkan hasil.

Tim tamu Arema Malang malah lebih unggul dahulu menjelang turun minum setelah striker asal Kamerun, Emalue Serge menampilkan permainan individualnya dengan mengecoh beberapa pemain belakang lawan di dalam kotak penalti. Tendangan kerasnya tak mampu dijangkau kiper Ferry Rotinsulu.

Memasuki babak kedua tampaknya tim tuan rumah bermaksud ingin mengejar kletertinggalan sekaligus memenangkan pertarungan. Namun, seperti halnya pada babak awal, serangan sporadis dari Nico Susanto dengan Andi Odang tak juga mampu menggetarkan gawang Ahmad Kurniawan.

Beruntung, dua menit menjelang bubaran Sriwijaya FC mendapat hadiah penalti setelah salah satu pemain mereka dijatuhkan di dalam kotak penalti. Patricio Jimenez yang mendapat kesempatan menjadi algojo sebenarnya gagal menghasilkan gol, namun bola muntahan yang ditepis kiper Arema berbalik arah ke depannya dan langsung kembali disundul tanpa mampu dijangkau kiper Ahmad Kurniawan.

Dengan hasil imbang 1-1 tersebut kubu Sriwijaya FC selamat dari kekalahan memalukan di depan publik mereka sendiri. Sementara, bagi Arema hasil tersebut membuat perjalanan mereka dalam menghadapi pertarungan selanjutnya melawan Semen Padang semakin ringan.
(phery)

9 komentar untuk "Gol Patricio Buyarkan Kemenangan Arema"

  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    IYA,DIKOTAK PINALTI LAGI..
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Ohhh kenapa Tuhan,dua kali bola disentuh tangan oleh pemain arema,tp wasit tidak meniup pluit.Dasarrr wasit kurang asem...
  • UGIK di JOGJA pada 01 Januari 1970 00:00:00
    manusia tidak bisa jadi pengadil sebenarnya jadi ya wasitpun demikian karena keadilan hanya milik Tuhan YME. yo ra dab
  • iwo' di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Apapun hasilnya sebenarnya Sriwijaya memang lawak ubtuk menang!!!
  • di ada aja pada 01 Januari 1970 00:00:00
    hidup psms hidup arema hidup psis hidup persija, karena prediksi yang masuk 4 besar adalah tim itu
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    itulah sepak bola coy,wasit selalu jadi kambing hitam,ah gimana nih biar kemenangan suatu tim bersih karena perjuangan tim. barvo kita, jangan bertengkar ahhhh
  • ADRIAN di PALEMBANG pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Wasit yang memimpin...memang kurang ajar, masak Hands ball ga keliatan. Sriwijaya kurang beruntung, lebih dari 10 peluang yg tercipta. yang pasti SFC belum pernah kalah di Old Jakabaring Trafford
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    KAMI JUGA KURANG PUAS DGN KEPEMIMPINAN WASIT MUKLIS AL FATONI, TAPI UNTUNG KAMI DI HIBUR DGN PINALTI YG SEHARUSNYA BUKAN PINALTI. KARENA WASIT TERPEDAYA DGN TRIK PEMAIN SRIWIJAYA
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    semua pecinta bola jelas jelas melihat tidak ada pelanggaran waktu wasit menghukum pinalti bagi arema, sebenarnya hukuman yg tll ringan ato wasit yg bandel sampai brani2 buat keputusan yg aneh
1

Leave a Reply