Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Persitara Kritis, Manajemen Sebagai Biang Keladi

Asisten manajer Persitara Luis M. Djangun mengaku pesimistis timnya bisa lolos dari degradasi musim ini. Pasalnya, menurut pria yang juga merupakan wakil ketua harian Persitara, karena krisis finansial yang dialami tim berjuluk Laskar Si Pitung ini. Sehingga, pembayaran gaji dan bonus para pemain mengalami keterlambatan.

Lebih lanjut, Luis menambahkan, terjadinya krisis finansial disebabkan manajemen tim dibawah komando Hari Ruswanto yang cenderung tertutup dan berjalan sendiri alias tanpa koordinasi dengan pengurus harian lain.

“Memang kita maklum akan keterbatasan dana yang ada. Namun, saya pikir itu semua bisa kita cari solusinya secara bersama. Asalkan, kita bisa bersatu. Tapi kenyataannya hanya manajer tim Hari Ruswanto dan Najib selaku manajer keuangan yang bermain. Tidak ada transparansi dan keterbukaan dalam mengurus tim ini,”keluh Luis.

Padahal, masih kata Luis, mestinya karena Persitara menggunakan dana publik, maka asas open manajemen mutlak harus diterapkan. Sehingga, tidak terjadi kecurigaan di kemudian hari. Selain itu, demi tetap menjaga kepercayaan dari pihak sponsor yang telah memberikan bantuan.

“Sangat aneh memang, saya sendiri selaku asisten manajer tidak mengetahui apa dan bagaimana penerimaan serta pengeluaran dana dari tim ini. Padahal, mestinya saya juga harus diberitahu. Apalagi, selain terlibat di tim saya juga salah satu pengurus harian Persitara,” ketus pria yang juga salah satu karyawan PT. Bogasari Flour Mills yang merupakan sponsor utama Persitara.

Senada dengan hal tersebut, sekertaris umum Persitara, Hardi membenarkan adanya kelalaian yang dilakukan manajer tim Hari Ruswanto. Yakni, dengan tidak memberi laporan berkala kepada pengurus yang lain mengenai penggunaan dana termasuk kepada Bogasari selaku sponsor utama.

“Setahu saya, laporan penggunaan dana itu hanya disampaikan kepada ketua umum Effendi Anas. Dengan kesibukan sebagai walikota Jakarta Utara, maka sudah pasti laporan tersebut tidak sampai kepada pengurus yang lain. Itu memang kesalahan dari manajemen tim,” ungkap Hardi.

Lebih lanjut Hari mengatakan, “Melihat Persitara yang terancam degradasi lebih baik kita pikirkan caranya agar tim ini bisa aman sehingga bisa tetap di divisi utama Liga Indonesia musim depan.” 
(Ian)

0 komentar untuk "Persitara Kritis, Manajemen Sebagai Biang Keladi"

Leave a Reply