Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Optimisme Di Tubuh Persiwa

Sangat menyakitkan memang bila suatu kekalahan dialami dikandang sendiri, apalagi hal itu terjadi saat melawan klub tetangga. Tanggal 26 Februari 2006, Persipura menjamu Persiwa dikandangnya sendiri, saat itu Persipura dipecundangi 0-1 oleh saudara mudanya itu.

Hal itu terjadi karena selain Persipura bermain buruk juga disebabkan karena tekanan dari Wamenia yang jumlahnya malahan lebih banyak dibanding Persipuramania. Bahkan saat itu sampai terjadi insiden yang menyebabkan meninggalnya seorang suporter wamena karena terinjak-injak saat memasuki pintu stadion.

Besok (Rabu, 7 juni) Persipura datang ke Stadion Pendidikan untuk berusaha membalas kekalahan yang pernah dialaminya. Persipura sedikit diuntungkan karena beberapa pilar Persiwa terancam absen. Dua kiper andalan Persiwa, Timotius Motte dan Daniel Saroge masih dibekap cedera.

Hal ini tentunya akan mengurangi kekuatan Persiwa. Tapi kelelahan fisik para pemain Persipura bisa menjadikan keuntungan untuk Persiwa. Setelah sabtu kemarin mereka melawat ke Pare-pare, kemudian rabu besok mereka harus berjuang untuk mengangkat posisi mereka dari papan bawah. Hal inilah yang dikhawatirkan oleh pelatih Persipura, Mettu Duaramuri.

Kedua tim ini sedang berambisi untuk memetik angka, karena setelah duel itu mereka harus melakukan tour yang menguras tenaga. Karena nanti setelah berduel dua kali di daratan Kalimantan mereka pun harus terbang ke pulau Jawa & Bali.

Tetapi nampaknya psy war yang dilancarkan oleh Djoko Susilo akan cukup ampuh untuk mempengaruhi mental para awak Persipura. Serta dukungan suporter yang akan memeriahkan stadion Pendidikan akan menjadikan berlipatnya kekuatan Persiwa untuk menggulung Persipura lagi.
(assta)

0 komentar untuk "Optimisme Di Tubuh Persiwa"

Leave a Reply