Domain For Sale! You can buy this domain

Liga Indonesia

Persipura Jaga Gengsi

Di stadion Mandala Jayapura (26/2) lalu Persiwa boleh berbangga hati karena dapat menaklukkan Persipura 0-1. Tetapi setelah itu, para punggawa Persipura telah menyematkan tekad dalam hati mereka masing-masing, bahwa mereka akan berbuat hal serupa ketika bertandang ke Wamena.

Sore tadi (7/6) di stadion Pendidikan wamena, tekad mereka menjadi kenyataan. Persipura sukses membalas kekalahannya dengan skor 1-2. Adalah Boaz Solossa yang membuat mimpi itu menjadi nyata. Setelah pada saat babak pertama Persipura mampu unggul 0-1, pada babak kedua Bochi (sapaan akrab Boaz) dengan gaya khasnya berhasil menjebol gawang yang dijaga Timotius Motte.

Persiwa yang telah tertinggal dua gol, berusaha membalas dengan serangan dan kerjasama yang rapi seperti yang sering mereka peragakan, dan hasilnya mereka dapat memperkecil ketertinggalannya melalui gol dari titik pinalti yang di eksekusi dengan tenang oleh Kwateh. Serangan demi serangan terus dilancarkan kedua belah pihak, namun gol berikut yang ditunggu-tunggu tak jua tercipta. Rapat dan disiplinnya para pemain belakang menjaga daerah pertahanan menyebabkan serangan-serangan tersebut kandas. Hingga peluit panjang di akhir babak kedua berbunyi hasil tetap tak berubah, Persipura unggul 1-2.

Para ofisial serta pemain berlarian kegirangan, Mettu Duaramuri pun dengan bangga memberikan selamat kepada seluruh awak tim atas keberhasilan ini. Pasalnya, sebelum mereka berangkat menuju Wamena banyak pengamat sepakbola di Jayapura yang lebih menjagokan Persiwa. “Kans Persipura untuk menang sangatlah kecil (boleh dibilang mustahil), hanya keajaiban yang bisa membuat mereka menang. Dikandang saja kalah, apalagi Persiwa makin stabil permainannya.” ujar Aminadab Yoafifi, salah seorang Persipuramania. Akhirnya Persipura mampu menunjukkan gengsi dan kelasnya sebagai tim mapan yang menjadi pujaan diseluruh Papua.

Ditempat lain, Arema yang juga menjadi tamu, sukses mengangkangi Persekabpas juga dengan skor 1-2. Namun kemenangan itu harus dibayar mahal, tujuh kartu kuning dan satu kartu merah harus mereka bawa pulang. Bahkan pencetak gol penyama kedudukan harus rela menerima ‘hadiah’ dari pendukung tuan rumah. Saat merayakan gol indah yang tercipta melalui sundulan kepala, ia juga “menyundul” batu sebesar kepalan tangan yang diumpan matang oleh pendukung Persekabpas. Kiper Arema Ahmad kurniawan juga menerima hadiah yang sama meski dia berada diujung gawang yang lainnya.

Protes Bendol karena insiden tersebut ternyata tak mengganggu jalannya pertandingan, karena setelah tim medis melakukan perawatan pertandingan tetap dilanjutkan kembali. Meski fisiknya sudah mulai kedodoran, akhirnya Marten Tao menjadi penentu kemenangan Arema lewat gocekan mautnya yang mengecoh pemain belakang dan kiper Persekabpas.
(assta)

1 komentar untuk "Persipura Jaga Gengsi"

  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    TRIMS PAK POLISI... ANDA TELAH MENJAGA PEMAIN AREMA DGN BAIK. SUPORTER PERSEKAPAS MEMANG KAMPUNGAN SEKALI, MAKLUM BLM DEWASA WALO UMURNYA UDAH TUA
1

Leave a Reply