Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Kompetisi Liga Indonesia 2006 Berakhir Tanpa Degradasi

Badan Liga Indonesia (BLI) kembali memberikan keputusan kontroversial sekaligus menodai citra sepakbola Indonesia setelah memberikan keputusan bahwa LIga Indonesia 2006 yang tinggal menyisakan kurang dari enam pertandingan kembali harus berakhir tanpa adanya degradasi bagi seluruh tim perserta kompetisi.

Berdasarkan hasil rapat internal pengurus Badan Liga Indonesia (BLI) berkaitan dengan permintaan mundur tiga klub yakni PSIM Yogyakarta, PSS Sleman dari Divisi Utama dan satu dari divisi satu yaitu Persiba Bantul, akibat rusaknya sarana dan prasarana mereka setelah gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter meluluh-lantakkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
    
Direktur BLI, Andi Darussalam Tabussala, tidak membantah kabar mengenai keputusan yang jelas sangat mengejutkan itu. Namun demikian, dia belum berani memberikan penjelasan secara rinci mengenai Ketua BLI, Nirwan Bakrie mengenai kompetisi yang (kembali) tanpa degradasi tersebut.

Pada Selasa (6/6) BLI mengadakan pertemuan dengan 28 klub anggota divisi utama dan delapan klub anggota Grup III divisi satu, yang menghasilkan tiga kesimpulan dan salah satunya adalah penyelenggaraan kompetisi musim 2006 tanpa degradasi. Kesimpulan yang dihasilkan pada pertemuan tersebutlah yang dibawa ke rapat internal BLI untuk dijadikan opsi bagi Ketua BLI dalam menetapkan keputusan.

Akan tetapi sebelumnya disebutkan bahwa keputusan itu akan dibicarakan terlebih dahulu antara Ketua BLI dan pengurus harian PSSI sebelum ditetapkan. Saat ini sebagian besar pengurus harian PSSI, termasuk ketua harian Agusman Effendy dan Sekjen Nugraha Besoes tengah berada di Jerman, mengikuti Kongres FIFA.
(phery)

24 komentar untuk "Kompetisi Liga Indonesia 2006 Berakhir Tanpa Degradasi"

  • anak jakarta di jakrta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    gila...BLI..emang Gila, selalu buat sesuatu yg bikin orang ngamuk..guoblokkk eh..admint yg ada disini..sampein dong ke BLI.., BLI emang niat nyelametin PERSIBABI..selagi masih ada nugraha kaga becus..anjiiinnngggggggggggg
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    GIMANA SEPAK BOLA INDONESIA MAU MAJU, WASIT RATA2 GILA. BLI GAK PROFESIONAL ALIAS GOBLOK. KACIAN BANGET DEH SPK BOLA IND......
  • arif di klaten pada 01 Januari 1970 00:00:00
    HALO TEMEN2..... GUE JAMIN TIDAK ADANYA DEGRADASI ENGGAK ADA KAITANNYA DENGAN PSS DAN PSIM... TAPI PENGURUS PSSI YANG RAKUS, MATA DUITAN DAN PENJAHAT ITU HANYA MEMANFAATKAN SITUASI UNTUK NYELAMATIN PERSIB BANDUNG... (U KNOW NUGRAHA TIDAK-BESOES BERASAL)??
  • di Oil City pada 01 Januari 1970 00:00:00
    BLI...BLI....kacian bener sih nasibmu , pengen dihormaati eh malah di caci maki . Perhatikan tuh suara para Pecinta Bola Indonsia ....
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    setuju Bos.. jgn cuma 100 juta !!! 1 M, lha komisi pengurus PSSI nya belom diitung !!!
  • DhaNie di Jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    pantes aja timnas qta ga pernah bisa ikut piala dunia, pantes aja pemain u23 pada nolak gabung timnas!! la wong PSSI nya kaya JANCOOOKKKKK!!
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Kalo Gitu mending klub papan bawah ngalah aja sama yg mau rebutan ke 8 besar. Suruh aja mereka bayar 100 jutaan..... Ok Ngggak Nir? hemk
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    trusss.. kapan majunya persepakbola-an Indonesia klo kek gini??!!
  • ical aremania di jkt pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Seharusnya degradasi tetap ada walaupun PSS dan PSIM mengundurkan diri, bahkan BLI seharusnya memberi PSIM dan PSS kemudahan untuk tetap eksis didivisi utama,karena mereka dilanda bencana alam, bukan faktor kesengajaan. hidup AREMA!!!
  • ical aremania di jkt pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Seharusnya degradasi tetap ada walaupun PSS dan PSIM mengundurkan diri, bahkan BLI seharusnya memberi PSIM dan PSS kemudahan untuk tetap eksis didivisi utama,karena mereka dilanda bencana alam, bukan faktor kesengajaan. hidup AREMA!!!
  • ical aremania di jkt pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Seharusnya degradasi tetap ada walaupun PSS dan PSIM mengundurkan diri, bahkan BLI seharusnya memberi PSIM dan PSS kemudahan untuk tetap eksis didivisi utama,karena mereka dilanda bencana alam, bukan faktor kesengajaan. hidup AREMA!!!
  • ical aremania di jkt pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Seharusnya degradasi tetap ada walaupun PSS dan PSIM mengundurkan diri, bahkan BLI seharusnya memberi PSIM dan PSS kemudahan untuk tetap eksis didivisi utama,karena mereka dilanda bencana alam, bukan faktor kesengajaan. hidup AREMA!!!
  • ical aremania di jkt pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Seharusnya degradasi tetap ada walaupun PSS dan PSIM mengundurkan diri, bahkan BLI seharusnya memberi PSIM dan PSS kemudahan untuk tetap eksis didivisi utama,karena mereka dilanda bencana alam, bukan faktor kesengajaan.
  • ical aremania di jkt pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Seharusnya degradasi tetap ada walaupun PSS dan PSIM mengundurkan diri, bahkan BLI seharusnya memberi PSIM dan PSS kemudahan untuk tetap eksis didivisi utama,karena mereka dilanda bencana alam, bukan faktor kesengajaan.
  • ical aremania di jkt pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Seharusnya degradasi tetap ada walaupun PSS dan PSIM mengundurkan diri, bahkan BLI seharusnya memberi PSIM dan PSS kemudahan untuk tetap eksis didivisi utama,karena mereka dilanda bencana alam, bukan faktor kesengajaan.
1 2

Leave a Reply