Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Babak 8 Besar Digoyang

Babak delapan besar kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2006 kembali digoyang keberadaannya. Tim-tim yang menempati urutan lima dalam klasemen akhir, baik wilayah timur maupun barat, meminta Badan Liga Indonesia (BLI) mengikutkan mereka pada babak selanjutnya atau mengadakan babak 10 besar.

Persiwa Wamena (wilayah timur) dan PSMS Medan (wilayah barat) meminta BLI untuk mempertimbangkan kembali pergelaran babak delapan besar. Kedua tim mengimbau BLI agar bersikap adil dengan seyogyanya menggelar babak 10 besar, bukan delapan besar.
 
Sebelumnya petinggi Persiwa John Banua dan Randiaman Tarigan dari PSMS tersebut juga sudah menyampaikan hal itu pada Manajer Kompetisi BLI, Djoko Driyono. Djoko yang menemui mau memahami perasaan mereka tetapi dia tidak bisa memutuskannya sendiri dan berjanji akan segera melaporkannya kepada ketua dan direktur BLI.

Ketua BLI Nirwan Dermawan Bakrie dan Direktur BLI Andi Darussalam Tabussala masih berada di Jerman (menyaksikan Piala Dunia 2006) dan baru kembali 13 Juli mendatang. PSMS dan Persiwa beranggapan babak 10 besar harus ditempuh sebagai konsekuensi logis dari pelanggaran ketentuan dalam Peraturan Umum Pertandingan PSSI yang sudah dilakukan oleh BLI selaku penyelenggara kompetisi Liga Indonesia.

Pelanggaran ketentuan yang dimaksud khususnya adalah pemberian tambahan nilai tiga pada sejumlah tim yang belum bertanding dengan PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman, yang sebelumnya sudah direstui mundur dari kompetisi.

Merujuk pada Peraturan Umum Pertandingan PSSI Pasal 9 ayat 2 butir 3 mengenai pengunduran diri, disebutkan apabila pengunduran diri/pemberhentian tersebut pada sebagian dari putaran kedua, maka perhitungan nilainya menggunakan nilai pada saat selesainya pertandingan putaran pertama.

Karena itu BLI seyogyanya tidak memberikan tambahan nilai tiga pada tim-tim yang belum bertanding dengan PSIM dan PSS. Penambahan tiga angka itu mendongkrak PSM dan Persekabpas Pasuruan sehingga bisa menembus urutan empat besar masing-masing wilayah I dan wilayah II.
(phery)

13 komentar untuk "Babak 8 Besar Digoyang"

  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    gimana kalo bikin pssi tandingan. terus bikin kompetisi tandingan juga.
  • Fredy di Medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    RAMBAS TERUS PSMS dan PERSIWA........
  • Fredy di Medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    RAMBAS TERUS PSMS dan PERSIWA........
  • Fredy di Medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    RAMBAS TERUS PSMS dan PERSIWA........
  • Fredy di Medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    RAMBAS TERUS PSMS dan PERSIWA........
  • mbah marijan di Merapi pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Lha iku jenenge wong sing aro gelem nompo kabeh kekalahan kanthi manah sing ombo, nanging terus ngganggo kabeh karso supoyo dianggep ono karep sing di pikirke. Padahal wong sing kalah kanthi sikap satria, iku sing disebut menang sak tenane.
  • mbah maridjan di puncak gunung merapi pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ini wangsitnya : - biang kerok hanya satu "PSSI" - solusi hanya satu "BUBARKAN PENGURUS PSSI"
  • nia ramadani di gunung merapi pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Emang kita nih masih aja mencampuradukan politik dalam olah raga, ketika melihat ada sueduikuit peluang (kalo tidak mau disebut alasan yang mengada-ada), langsung tancap gas menghalalkan segala cara.
  • anjar di bandung pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ga usah babak 8 besar....... mendingan pake sistem kompetisi penuh...kayak tahun 2003 dan 2004......dgn demikian mereka adalah juara sejati
  • ooohhhh di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Semua itu hanya ada di Liga Indonesia. Uhuuuui!!!
  • Bakar di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ngak ada degradasi kan buat selametin persib dan pss saja.Makanya bikin aturan yang jelas,ketua saja di Hotel prodeo mana bisa maju sepakbola kita.Ajang korupsi saja BLI.
  • HUH di HUH pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Lacur.. inilah team yg gak mau meenrima keputusan dengan bijak.. kalo protes sejak dulu donk.. jangan sekarang.. malu-maluin aja. Itu sudah kelihatan team yg gak mau nerima hasil kompetisi.
  • Edy Silitonga di Australia pada 01 Januari 1970 00:00:00
    aahh .... bikin saja 26 besar .... jadi semua klub bertarung lagi, sekalian bubrah semua, ancuuuurrrrrr ....
1

Leave a Reply