Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Persma Manado Mulai Berbenah Diri

Badan Liga Indonesia (BLI) memberikan apresiasi khusus atas kesiapan Manado menjadi tuan rumah babak delapan besar kompetisi Divisi I Liga Indonesia PSSI, yang menurut rencana akan diselenggarakan awal Agustus mendatang. Walau demikian, BLI meminta dilakukannya sejumlah perbaikan pada beberapa sarana untuk kelengkapan pergelaran babak delapan besar Divisi I tersebut.

Menurut keterangan Ronny Pangemanan, manajer tim Persma Manado, Selasa (11/7), perbaikan atau peningkatan kelengkapan atas sejumlah sarana tersebut termasuk yang ada di dalam stadion Klabat, yang menjadi kandang Persma. Misalnya, ruang untuk tamu-tamu utama (VIP) dan ruang untuk wartawan. "Kami juga diminta untuk melengkapi sarana untuk keperluan media dan ruang medis , " kata Ropan, sapaan akrab manajer tim Badai Biru itu.

Dalam kunjungannya ke Stadion Klabat, kemarin, asisten manajer teknik BLI Joppie Lepel yang disertai Andrianto Toekan juga meminta dilakukannya penyempurnaan pada infrastruktur jalan yang ada di depan stadion. "Ya, mereka minta jalanan di depan stadion diperbaiki, diaspal agar lebih halus. Itu tidak menjadi masalah," ujar Ropan.

Mengutip pernyataan Joppie Lepel, Ropan menyatakan bahwa pada prinsipnya Stadion Klabat siap untuk 'menampung' rangkaian pertandingan babak delapan besar kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2006 ini."Mereka sangat terkesan dengan kondisi lapangan Stadon Klabat, apalagi resapan airnya sangat bagus," kata Ropan.

Faktor lainnya yang mendukung pergelaran babak delapan besar di Manado ini adalah situasi kota Manado sendiri yang amat kondusif, sementara penontonnya juga bisa bersikap fair untuk menghargai kemenangan dan menghormati kekalahan. "Di Manado tidak ada kekacauan, kondisi kota amat kondusif," jelas Ropan. Segala perbaikan dan peningkatan berbagai infrastruktur di Stadion Klabat ini juga dimaksudkan untuk menunjang kesiapan Persma Manado di kompetisi Divisi Utama nanti.

Manado pernah menjadi 'persinggahan' megabintang Brasil Ronaldo, yang menjadi pencetak gol terbanyak di tiga kali Piala Dunia ini (15 gol). Saat itu, awal 1990-an, Ronaldo masih memperkuat PSV Eindhoven, dan melakukan tanding persahabatan dengan Persma Mando yang kala itu ditangani oleh EE Mangindaan.

Tahun 1999, Manado kembali menjadi 'persianggahan' dua tim yang memperebutkan gelar juara kompetisi Liga Indonesia, yakni antara PSIS Semarang dengan Persebaya Surabaya. "Waktu itu PSIS yang memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 berkat gol Tugiyo, pemain terbaiknya Ali Sunan," kenang Ropan, yang kala itu masih menjadi wartawan Suara Pembaruan.

Disamping Manado, calon tuan rumah babak delapan besar Divisi I lainnya adalah Solo dan Surabaya. Nantinya, hanya dua tempat yang dipilih oleh BLI, untuk masing-masing menerima empat tim peserta. Menurut keterangan Ropan, sangat tidak fair jika BLI ternyata memilih Surabaya dan Solo sebagai tuan rumah babak delapan besar itu.

Alasannya, baik Persebaya dan Solo berasal dari grup yang sama, yakni Grup III. "Untuk perimbangan sebaiknya salah satu antara Surabaya dan Solo saja yang dipilih, sedangkan satu tuan rumah lainnya adalah Manado," jelas Ropan.

Di pergelaran Divisi I ini Persebaya, Persis Solo, Persma Manado memang sudah memastikan diri lolos ke babak delapan besar. Perempat-finalis lainnya adalah PSSB Bireun, Persiraja Banda Aceh, Persikabo Bogor, dan Pelita Jaya Purwakarta. Satu tempat di perempat-final masih diperebutkan oleh Perseman Manokwari, Persekaba Badung dan Persim Maros. 
(phery)

1 komentar untuk "Persma Manado Mulai Berbenah Diri"

  • www.batama.cjb.net di batam pada 01 Januari 1970 00:00:00
    INFO AJA : Tersedia Laptop MURAH cuma sejutaan dari cina, SINGAPURA via BATAM, murah Harga hanya sejutaan,di www.batama.cjb.net INFO AJA : Tersedia Laptop MURAH cuma sejutaan dari cina, SINGAPURA via BATAM, murah Harga hanya sejutaan,di www.
1

Leave a Reply