Domain For Sale! You can buy this domain

Opini Bola

Sepakbola Yang Tidak Membebani

Pertandingan Liga Djarum memberi kejutan. Persekabpas dan Persmin yang sebelumnya diposisikan sebagai tim underdog justru memelekkan mata kita. Persekabpas dan Persmin lolos ke semi final. Tentu ini catatan yang bagus. Bandingkan dengan tim sepak bola daerah lain yang disupport habis-habisan oleh anggaran (ABPD) pemerintah daerahnya, tetapi mereka tidak berhasil lolos.

Persela Lamongan misalnya, mendapat alokasi bantuan dana sebesar 8 milyar. Konon anggaran ini hampir sama besarnya dengan anggaran untuk bantuan pembangunan sekian ratus sekolahan dari SD sampai SMU dan sekaligus untuk sekian ribu guru ngaji dan swasta.

Atau kita tengok tim dari Jogjakarta, Pemda  Kab. Sleman mengalokasiakan 10 miliar untuk PSS Sleman. Dan masih banyak lagi tim yang menggunakan anggaran lebih dari 10 juta, tetapi tidak berhasil ke babak berikutnya. Seperti Persija yang konon menghabiskan ABPD lebih dari 15 miliar.

Tim-tim daerah yang menghabiskan anggaran rakyat tersebut gagal untuk menunjukan  kehebatannya. Justru tim yang hanya bermodal “dengkul” justru mampu memberikan permainan yang menarik dan menghibur. Fakta ini perlu kita renungkan.

Kita butuh sepak bola nasional maju, tetapi harus berangkat dari olahraga yang tidak menghabiskan anggaran. Anggaran ini lebih difokuskan kepada pemenuhan hak-hak dasar rakyat. Mungkin saatnya, memajukan sepakbola tanpa menyedot ABPD. Maju sepakbola tanpa membebani anggaran kita.
(phery)

11 komentar untuk "Sepakbola Yang Tidak Membebani"

  • prend di sidoarjo pada 01 Januari 1970 00:00:00
    rencana pssi naturalisasi cbnrx cara yg baek demi memajukan sepakbola kita seperti jerman, tetapi sebelum itu, pengurus harus d evaluasi dlu n d ganti karna biang keladinya, khususx nurdin halid DKK hrus wajib mundur, masak sepak bola buat bisnis n cari k
  • sam saimun di kaltim pada 01 Januari 1970 00:00:00
    sriwijaya v persib 6:0, inikah sepak bola gajah lampung
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • toni di bandung pada 01 Januari 1970 00:00:00
    cari pemain pelosok alangkah baiknya pssi turun gunung,alias cari pemain ke pelosok nusantara.banyak pemain yang setara bahkan lebih baik skillnya dari pemain yg berlaga di ligina
  • opik di karawang,,,, pada 01 Januari 1970 00:00:00
    untuk bapak2 yang ada di pssi tolong donk,,,wasitnya selidiki lagi,,, karna saya liat wasit sering berat sebelah,,,,satu hal lagi,,,,, bapak2 yg ada di pssi tolong buat suatu porum untuk setiap seporter jadi kagak ada lagi tauran antar pendukung ,,, good
  • bima di jogja pada 01 Januari 1970 00:00:00
    mengelola sepak bola bisa kita ibaratkan mengelola sebuah perusahaan.butuh CEO,manajer,pelatih,pemain,dan asisten yang cakap,profesional,cerdas,dan handal dalam mengelola tim.dengan begitu uang akan dapat mengalir melalui berbagai perusahaan sebagai spons
  • As.Fatah Wijayah M.Kp. di Pasuruan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Sepak bola Indonesia masih tahab Pembinaan, Butuh Support dan bukan kecaman, di Eropa usia Liga sudah puluhan tahun dan di Indonesia sampai sekarang masih Liga-XII. VIVA Sepakbola Indonesia
  • nanda di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    makanya jangan pandang enteng sama tim tidak terkenal macam persmin minahasa. tim ini sebenarnya kuat dan merata di semua lini hanya karena media terlalu membesarkan tim-tim besar maka sekarang mereka merasakan akibatnya. BRAVO PERSMIN sikat mereka yang m
  • Iman Fitriansyah di surabaya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    komentar saya : memang sepak bola kita bisa dikatakan belum profesional dalam penanganan dana yang selalu bergantung pada dana APBD. kalau kita contoh di eropa dalam pengelolahan sepak bola tidak bergantung pada anggaran daerah, kita harus contoh klub-klu
  • Iman Fitriansyah di surabaya pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
1

Leave a Reply