Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Zah Rahan-Morphy Patok Rp 600 Juta

Hampir semua pemain asing Persekabpas Kabupaten Pasuruan dipastikan bakal hengkang dari Pasuruan. Mereka ingin menikmati suasana dan kontrak baru dengan klub lain di luar Persekabpas. Meski ikut meloloskan The Lassak sampai di semifinal, sulit menjamin mereka tetap di Persekabpas.

Setidaknya, Morphy Kumonple dan Zah Rahan sudah mengambil ancang-ancang hengkang dari The Lassak. Alasannya, klise. Semua karena uang. Rata-rata pemain tergoda tawaran menggiurkan dari klub lain. "Saya sudah dua musim membela Persekabpas. Kami ingin suasana baru. Beberapa klub sudah menawari saya dengan nilai kontrak lebih tinggi di kompetisi mendatang. Saya masih mempertimbangkannya. Apalagi, kontrak saya akan habis di Persekabpas. Mungkin, lebih baik aku mencari klub lain," kata Morphy, pemain asal Liberia, kepada Surya, Sabtu (29/7).

Pemain dengan julukan si Badak Hitam ini mengaku dirinya sudah dihubungi manajemen Persija dan Arema untuk memperkuat lini pertahanan klub tersebut di musim depan. Pemain yang selama delapan besar hingga semifinal dipercaya menjadi kapten tim ini mematok nilai kontrak lebih dari Rp 0,5 miliar. "Kalau Persekabpas mau bayar saya setidaknya Rp 600 juta, saya akan bertahan demi Persekabpas. Tapi kalau ada tim lain yang berani bayar aku leih dari itu, saya akan bergabung. Semua harus profesional," tambah Morphy.

Alasan serupa diucapkan bintang Persekabpas, Zah Rahan. Pemain yang juga asal Liberia ini menyebut saat ini banyak didekati klub, baik klub asal Jatim maupun Jakarta. Sama seperti Morphy, Zah ingin klub yang mengambilnya harus menyesuaikan harga minimal Rp 600 juta. Persija adalah yang paling getol menginginkan Zah Rahan.

"Dua musim aku di Persekabpas. Kebetulan kontrak saya habis tahun ini. Setelah itu, saya akan putuskan mau bergabung kemana. Semua harus profesional. Bagi saya, kalau ada yang berani Rp 600 juta, saya mau bergabung. Tidak harus Persija," ujar mantan pemain Persekaba Badung.

Hanya saja, mereka masih akan membicarakan soal masa depannya dengan agen mereka. Begitu juga dengan striker kaya teknik, Alfredo Figoeroa.

Pelatih Subangkit menyadari setelah semifinal ini, pemain akan diincar klub lain. Bahkan, pelatih asal Pandaan ini sudah mendengar kalau hampir semua pemain asing akan hengkang. "Beberapa pemain asing ada yang bakal pindah. Beberapa pemain lokal juga dapat tawaran dari klub lain. Kontrak pemain memang berakhir Oktober mendatang," ucap Subangkit.
(tharrica)

3 komentar untuk "Zah Rahan-Morphy Patok Rp 600 Juta"

  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    benar2 iklim profesional yang bagus,, saya rasa pemain lokal persekabpas seperti siswanto dan ahmad junaedi pun layak dihargai mahal
  • pecinta PSS di sleman indonesia pada 01 Januari 1970 00:00:00
    piye.... PSS wani ngontrak zah rahan + morphy ra....? ojo kalah karo team liyane.
  • Zaid di pada 01 Januari 1970 00:00:00
1

Leave a Reply