Domain For Sale! You can buy this domain

Liga Indonesia

PKT Nyatakan Tolak Hukuman

"Kami memutuskan banding karena PSSI sangat arogan, keputusan PSSI itu sangat merugikan kami," tegas Sekum PKT, Ir. H. Lastyo Winarso. Lastyo mengatakan, keputusan Komdis tersebut sangat tergesa-gesa dan sangat tidak adil. Sebab, pihak PKT sama sekali belum pernah dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Seharusnya, lanjut Lastyo, PKT diberi kesempatan untuk melakukan pembelaan sehingga Komdis memperoleh informasi dari kedua belah pihak. Dia mengakui dalam sidang Komdis pada Kamis lalu, PKT sebenarnya mendapatkan undangan.

Tapi, surat panggilan itu baru datang pada Rabu sore lalu (23/3), sedangkan proses sidang berlangsung keesokan harinya. Karena mendadak, manajemen tidak mungkin bisa mendapatkan tiket pesawat."Kalau sidangnya berlangsung di Berbas (6 km dari PKT), saat itu juga kami berangkat", kata Pak Winarso. Karena itu, mereka memutuskan untuk menunda keberangkatan ke Jakarta dan meminta sidang ditunda pekan depan.

Surat permintaan penundaan sudah dibuat Rabu sore dan langsung dikirimkan ke PSSI. Surat tersebut ditujukan kepada Komdis dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Diperkirakan, Komdis belum menerima surat itu sehingga sidang kasus PKT saat menjamu Persela Lamongan di Stadion PKT Bontang, 16 Maret lalu, tetap berjalan.

Manajemen PKT mengakui kalau penonton sempat marah dan melempari pemain Persela dan wasit. Namun, itu terjadi karena kinerja wasit Madenuh dari Semarang yang mengecewakan. Lastyo mengaku heran dengan ulah suporter PKT tersebut. Biasanya, suporter di Bontang jarang berbuat onar seperti itu.

Diduga, itu akibat kepemimpinan wasit Madenuh yang dinilai berat sebelah. "Untuk itu, kita akan membawa rekaman pertandingan yang kita ambil untuk kita dijadikan bukti bagaimana kepemimpinan wasit," jelasnya.

Kepemimpinan Madenuh sungguh sangat menggemaskan seluruh supporter PKT. Bukan sekali dua kali dia merugikan, bahkan hampir sepanjang pertandingan seluruh supporter energinya habis hanya untuk menahan kegeraman terhadap Madenuh. "Beruntung" pertandingan berlangsung di Bontang, apabila di tempat lain bisa terjadi Madenuh menderita pengalaman yang lebih berat lagi.
(pei)

0 komentar untuk "PKT Nyatakan Tolak Hukuman"

Leave a Reply