Domain For Sale! You can buy this domain

Opini Bola

Gali Potensi Dari Kompetisi

Komunitas pencinta sepakbola Indonesia mungkin sudah tidak kaget lagi dengan sikap Pengurus PSSI yang selalu merubah kebijakan dalam mengelola Kompetisi Resmi Sepakbola Indonesia, baik itu dalam Liga Indonesia, Copa Indonesia maupun turnamen usia muda.

Ganti model, rombak format, kocok ulang jadwal di setiap kompetisi sangat berimbas pada kurang fokusnya para pelaku kompetisi dan lemahnya ketetapan hukum bagi Klub, Pemain, Sponsor, Media, & Suporter.  Kebijakan Resmi PSSI yang sebenarnya dapat dijadikan patokan sebagai action plan bagi arah strategis Klub, Pemain, Sponsor, Media & Suporter berdiri bias karena setiap saat kebijakan tersebut bisa berubah meskipun menabrak rambu-rambu peraturan yang berlaku.

Daripada kita selalu memikirkan bagaimana arah pergantian PSSI di setiap musim kompetisinya, sebenarnya kita dapat mulai memikirkan prinsip-prinsip yang dapat digunakan untuk menggali potensi tahapan sukses suatu Kompetisi.  Setiap insan sepakbola di Indonesia dapat mencoba untuk menerapkan hal-hal sederhana berikut ini:

Kebersamaan

Kebersamaan antara pemain dan PSSI / BLI merupakan kekuatan yang luar biasa yang dapat disatukan untuk meraih sukses.  Untuk itu, setiap Kita senantiasa mencoba untuk menggalang kesatuan diantar pihak-pihak yang terkait dalam setiap pertandingan yang diselenggarakan oleh PSSI/ BLI. Untuk setiap keputusan penting yang akan diambilnya, Pengurus PSSI/BLI  wajib mengumpulkan data yang kuat sebelum mengajukan usulan kebijakan kepada Klub, Sponsor & Media serta untuk mendapat dukungan dari para pemain juga. Dengan menggalang dukungan kedua pihak penting tersebut, PSSI akan lebih kuat untuk melangkah mengembangkan pelaksanaan Kompetisi/ Liga.

Keunggulan

Para Pengurus PSSI serta BLI wajib untuk selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik bagi pencinta Sepakbola Indonesia. Untuk memuaskan Suporter, Sponsor & Media, Pengurus PSSI/ BLI  tidak boleh ragu dalam mengeluarkan dana investasi yang besar. Dana jangan dijadikan hambatan untuk mempersembahkan yang terbaik.  Jika karena keterbatasan dana, seseorang atau satu organisasi akhirnya memilih untuk mengurangi kualitas, maka mungkin di jangka pendek organisasi tersebut bisa tetap eksis, tetapi eksistensinya di jangka panjang sangat diragukan, karena pihak ketiga akan mengingat kualitas yang kurang baik yang ditawarkan orang atau organisasi tersebut. "Kualitas kita ditentukan oleh kualitas layanan kita pada orang-orang di sekitar kita,". Jadi jika ingin terlihat unggul, dan diakui sebagai Organisasi yang unggul, maka kita harus mempersembahkan yang terbaik.

Memilih yang Terbaik

Selain keunggulan dalam kualitas tontonan, konsep unggul juga harus diterapkan Ketua Umum PSSI dalam memilih orang-orang untuk bekerjasama dengannya. Karena sebagai Ketua Umum, dia harus yakin akan kualitas prima orang-orang pilihannya, dan tidak boleh ragu-ragu dalam memberikan kepercayaan kepada mereka. Ketua Umum PSSI juga wajib menghargai masukan-masukan yang diberikan oleh orang-orang pilihannya. Misalnya, walaupun Ketua Umum pada mulanya tidak setuju, namun ia tetap mempersilakan ide tentang 'Perang Bintang' yang di tambahkan di akhir atau pertengahan Kompetisi untuk dicoba. Kontes ini ternyata bisa  menjadi fitur unggulan pertandingan di Liga Indonesia.

Tidak Malu Belajar

Ketua Umum PSSI beserta pengurusnya hendaknya tidak malu belajar dari banyak orang di banyak industri yang telah terlebih dahulu tampil unggul dalam meraih sukses.
Perluasan produk kompetisi dan pernak-pernik sebenarnya dapat dipelajarinya dari Kompetisi Liga Inggris, Liga Italia  atau bahkan  yang berhasil meluaskan pemasukannya dari sekedar pemasukan tiket pertandingan, menjadi pemasukan dari merchandise, tv, dan produk-produk konsumtif lainnya. Untuk pemantapan citra Liga Indonesia sebagai tontonan unggulan sebenarnya dapat dipelajari dari Astra, Indofood, Pepsodent, Rokok A-Mild, Aqua dan berbagai 'brand' unggul lainnya.

Terkesan sangat sederhana memang, tapi hal-hal yang sederhana tersebut bila kita laksanakan dengan baik, inovatif & konsisten, hal tersebut dapat menjadi tonggak kisah sukses Liga Indonesia di masa depan meski tanpa harus selalu buang energi untuk merombak format & aturan kompetisi.


Regards
Panji Kartiko

Penasehat Pasoepati Jakarta
Penasehat CORNEL (Community Relation Netter Liga Indonesia)  
(phery)

26 komentar untuk "Gali Potensi Dari Kompetisi"

  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • tb.wisnu.f di jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kapan persija ada lagi copa indonesia ya..?
  • totok di jepara pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Hallo Boss Panji.Sebagai suporter yang telah banyak pengalaman.Mestinya ada motivasi untuk menjadi panutan sebagai pimpinan untuk menunjukn adanya perubahan dalam tubuh kepengurusan PSSI.kami yakin teman2 pasopati tahu ,bahwa kepemimpinan Ketum Nurdin Hal
  • Iwan di Ternate pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Pihak PSSI jangan pilih kasih dong soal publikasi siaran sepak bola. Masak cuma pertandingan keseblasan tertentu saja yang selalu disiarkan TV Partner Liga Indonesia, sementara yang lain sangat jarang dan bahkan tidak pernah disiarkan. Bagaimana orang bis
  • Ana di Sidoarjo pada 01 Januari 1970 00:00:00
    mas panji kartiko kan selama ini jd pengamat persepak bolaan di indonesia niee... apa ms panji prnh tau ttg kebobrokan disetiap club spk bola indonesia? kl blh usul nie,krn sy hnylah org bias yg g pny pmor kyk ms pnji...mgknkah ms pnji mau mmbntu sy????k
  • ridwan di tasikmalaya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    liga indonesia sekarang harus di bikin seru kalu bisa pssi harus menanggapi supaya gada kerusuhan antar seporter
  • ridwan di tasikmalaya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    liga indonesia sekarang harus di bikin seru kalu bisa pssi harus menanggapi supaya gada kerusuhan antar seporter
  • afan di muara enim pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kompetisi liga jika ingin lancar dan hemat biaya....adakan liga tiap pulau..tiap juara pulau bertemu difinal..misal juara sumatera vs juara dari sulawesi......
  • Suyatno di Samarinda pada 01 Januari 1970 00:00:00
    PSSI tidak tegas dalam seleksi wasit nasional, masalah kepemimpinan wasit dlm suatu pertandiang banyak membuahkan keputusan yang kontraversial, nah dari situ banyak mengundang kerusuhan dimana diadakannya suatu pertandingan...... Idola wasit pujaan saya (
  • sby di surabaya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Emang dari dulu Pssi ga pecus masalah sepakbola pokonya yang penting dapet gaji.sering plin plan mutusi masalahnya lha wong ketuanya saja narapidana masih saja di pakai
  • ngalaman di kota ongis nade pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Hebatnya sam panji iki, slalu kasih solusi bukan kritik yg membabi buta.
  • tia di bandung pada 01 Januari 1970 00:00:00
    suporter yang ganteng
  • newbonek di suroboyo pada 01 Januari 1970 00:00:00
    boleh dong mas panji kasih tips-tips ke kami
  • dod di jateng pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kapan yaa mas panji dadi ketua pssi? tanya''ken''naapa?
  • RINI di medan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    MAS PANJI ALWAYS THE BEST LAH
1 2

Leave a Reply