Domain For Sale! You can buy this domain

Tim Nasional

AFC Tak Bantu Pendanaan Piala Asia

Menyelenggarakan putaran-final Piala Asia 2007 di Jakarta, sekaligus grand-finalnya, PSSI ternyata tidak memperoleh subsidi atau bantuan keuangan dari Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). Biaya penyelanggaraan Piala Asia tetap diharapkan dari pemerintah, sejatinya melalui Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora). Namun demikian, dari penyelenggaraan Piala Asia ini PSSI akan memperoleh pendapatan dari hasil penjualan tiket.

Menurut keterangan Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Rabu (9/8) siang di Senayan, tidak ada sesenpun subsidi dari AFC yang diberikan ke PSSI namun demikian, PSSI sendiri terbebas dari pengeluaran dana yang cukup besar mendatangkan tim-tim peserta ke putaran-final dan final tersebut karena sepenuhnya ditanggung oleh AFC.

"Akomodasi dan transportasi lokal untuk tim-tim peserta ditanggung oleh AFC," kata Nugraha Beoses. AFC juga menanggung penuh biaya kedatangan sejumlah delegasi atau utusannya ke masing-masing negara penyelenggara putaran-final tersebut, termasuk Jakarta.

Mengenai penghasilan dari penjualan tiket, Nugraha mengutarakan tentang besarnya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan rangkaian pertandingan dari babak perempat-final dan final Piala Asia di Jakarta. Kemungkinan besar PSSI akan menyelenggarakan sebanyak delapan pertandingan, yakni enam di babak perempat-final, satu pertandingan perebutan tempat 3-4, dan satu pertandingan final.

Tentang dana yang dibutuhkan oleh PSSI, jumlahnya cukup besar meski sejauh ini hitungan totalnya belum diperoleh. "Jumlahnya masih masih harus kita hitung, mungkin baru minggu ini selesai," tegas Nugraha Besoes, yang pada kesempatan itu didampingi Wakil Sekjen PSSI Kaharuddin Syah, Ketua Bidang Luar Negeri Dali Tahir, Ketua Departemen Luar Negeri Demis Djamoeddin, dan Hamka Kadi, direktur alih-status dan transfer PSSI.

Menurut penuturan Dali Tahir, komitmen pemerintah dalam penyelenggaraan putaran-final Piala Asia 2007 ini sangat besar. Dalam konteks itu, dia menyebutkan tentang adanya janji yang diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika menerima jajaran pengurus harian PSSI beberapa waktu di Istana Negara, Jakarta. "Pak Presiden menyatakan bahwa pemerintah sepenuhnya mendukung penuh sukses penyelenggaraan Piala Asia di Jakarta ini," tegas Dali.

Putaran-final Piala Asia 2007 tepatnya akan diselenggarakan 7 hingga 29 Juli di empat negara, yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Pertandingan pembukaan sekaligus opening-ceremony sudah dipastikan akan dilangsungkan di Stadion Rajamanggala, Bangkok (Thailand). Untuk pertandingan semifinal, dilangsungkan di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur (Malaysia), dan Stadion May Dinh, Hanoi (Vietnam). Pertandingan puncak, atau final, dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta.

Bertalian dengan putaran-final di Indonesia, PSSI menetapkan tiga stadion alternatif untuk pertandingan menentukan di hari terakhir perempat-final. Tiga stadion alternatif itu adalah Jakabaring di Palembang, Jalak Harupat di Bandung, dan Manahan di Solo. "Satu stadion terpilih akan ditentukan sendiri oleh AFC pada akhir September nanti," jelas Nugraha Besoes.

Sementara itu, dari workshop tentang Piala Asia yang dilaksanakan awal Agustus lalu di AFC House, Kuala Lumpur, Pengurus Harian PSSi yang diwakili oleh Nugraha Besoes, Demis Djamoeddin, Hamka Kadi, Direktur Promosi dan Pemasaran Herman Chaniago, serta konsultan renovasi SUGBK Temmy Setiawan memastikan tidak diperbolehkannya mencari sponsor di luar sponsor yang sudah diperoleh oleh World Sport Group (WSG) yang menjadi mitra AFC menyelenggarakan Piala Asia. Sponsor untuk Piala Asia 2007 ini terdiri dari 16 produk.

"Di luar 16 produk yang sudah digaet WSG itu kita tak boleh mencari sponsor sendiri," tegas Nugraha Besoes. Walau demikian, dia menyebutkan tentang belum ditetapkannya produk minuman resmi sehingga ACOC (Asian Cup Organizing Committe) Indonesia masih berpeluang untuk memperolehnya. "Kita berharap saja untuk produk air ini kita diperbolehkan untuk mendapatkannya," urai Nugraha.

Menyangkut renovasi SUGBK, Temmy Setiawan yang menjadi konsultan resmi dari Badan Pelaksana Gelora Bung Karno (BPGK) menjelaskan, kemungkinan besar akhir Desember renovasi atau revitalisasi itu bisa dituntaskan. "Pada September, sebagian besar pengerjaan pengacatan sudah selesai," katanya.

Temmy Setiawan juga mengakui keterlambatan selesainya revitalisasi SUGBK juga disebabkan juga oleh belum selesainya pengerjaan sejumlah sarana yang diimpor atau didatangkan dari luar negeri, termasuk pencatat waktu elektronik dan kursi-kursi untuk VVIP.
(phery)

0 komentar untuk "AFC Tak Bantu Pendanaan Piala Asia"

Leave a Reply