Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Liga Super, Timbul Perbedaan Pendapat

Diperlukan kesamaan pandangan mengenai kepastian mulai diterapkannya pergelaran kompetisi Super Liga. Keinginan Pengurus Harian PSSI menggelar Super Liga di tahun 2008 tampaknya masih diperdebatkan. Di sisi lain, Badan Liga Indonesia (BLI) sendiri sebagai pelaksana kompetisi masih 'bingung' mengambil keputusan.

Mengenai kepastian dimulainya pergelaran Super Liga ini, ada perbedaan pendapat dikalangan pengelola klub. Sebagian menginginkan agar kompetisi Super Liga digelar sejak 2008 seperti diumumkan oleh Sekjen PSSI Nugraha Besoes, pekan lalu. Namun, tak sedikit pula yang menginginkan agar BLI sebaiknya langsung saja menggelar Super Liga tersebut mulai tahun 2007.

Pendapat agar BLI 'tancap gas' untuk langsung mulai menggeber Super Liga pada 2007 umumnya dikumandangkan oleh pengelola dari klub-klub yang menempati 'jajaran terhormat’ dari kompetisi Divisi Utama 2006 Termasuk diantaranya Udik Djanuantoro dari Persekabpas Pasuruan.

"Kenapa harus 2008? Kalau tingkat kesulitannya sama saja, tidak ada salahnya mulai dicoba pada kompetisi tahun depan saja. Dengan demikian proses pembelajaran dari klub bisa lebih dini dilakukan," kata asisten manajer Persekapas Pasuruan itu.

Pengurus Harian PSSI semula berpendapat bahwa dengan melaksankannya mulai tahun 2008, maka musim kompetisi Divisi Utama 2007 sekaligus akan dijadikan saringan untuk memperoleh 18 tim yang masuk ke Super Liga.

Menurut Udik, alternatif menggelar Super Liga mulai 2007 adalah dengan pemikiran bahwa PSSI bisa saja menetapkan tim-tim pada posisi teratas kompetisi Divisi Utama 2006 untuk langsung dikomposisikan sebagai peserta Super Liga. "Dengan asumsi Super Liga diikuti 16 tim, maka anggotanya adalah delapan tim peringkat terbaik dari Wilayah I serta delapan tim terbaik dari Wilayah II," tegasnya.

Udik sendiri memang cenderung agar peserta Super Liga maksimal 16 tim, bukan 18 tim seperti ditetapkan PSSI. "Jika Super Liga diikuti 16 tim, maka Divisi Utama 2007 diikuti 20 tim," jelasnya.

Menanggapi usulan itu, Ketua BLI Nirwan Dermawan Bakrie mengatakan bahwa BLI masih belum membahas secara mendalam masalah kompetisi 2007. Walau demikian, Nirwan mengisyaratkan bahwa musim kompetisi tahun depan memang akan jauh lebih berat pelaksanaannya, termasuk dengan akan lebih padatnya jadwal pertandingan yang digelar.

"Mungkin minggu depan kita baru akan bertemu dengan perwakilan klub, untuk ‘sharing’ pendapat mengenai masalah kompetisi 2007 itu," kata Nirwan.
(adi)

2 komentar untuk "Liga Super, Timbul Perbedaan Pendapat"

  • weleh di weleh pada 01 Januari 1970 00:00:00
    di indonesia mah selalu ada perbedaan, ya begitulah indonesia kita, Merdeka besok.
  • jimy di smg pada 01 Januari 1970 00:00:00
    setuju dg pendapat pasuruan, dari pasuruan kita bangun sepakbola indonesia.. GO
1

Leave a Reply