Domain For Sale! You can buy this domain

Tim Nasional

Boaz dan Boy Jati Dicoret Dari Skuad

Boas Salossa (Persipura) dan Boy Jati Asmara (PSMS Medan) dicoret dari timnas senior proyeksi Piala Asia 2007. Namun keduanya masih punya harapan dipanggil kembali jika menunjukkan performa yang lebih menjanjikan, terutama sebelum pembentukan tim inti yang terdiri dari 26 pemain.

Pencoretan nama Boas Salossa dan Boy Jati Asmara tertuang dari hasil pertemuan internal manajemen timnas senior Indonesia, Senin (18/9) sore di Bandung.

Pertemuan yang dipimpin oleh manajer timnas senior Andi Darussalam Tabusalla dan diikuti pelatih kepala Peter Withe, asisten pelatih Syamsuddin Umar, sekretaris tim Ade Wicaksono dan anggota tim medis dr Zaini itu memutuskan memanggil pemain teras Arema Malang, Firman Utina.

"Kami memanggil Firman Utina dan meminta dia untuk memeriksakan kesehatannaya kepada tim medis timnas. Sangat diharapkan kalau Firman Utina segera bisa bergabung dalam tim," tegas Andi Darussalam Tabusalla saat dihubungi kemarin sore di Bandung.

Terkait dengan pencoretan nama Boas Salossa dan Boy Jati Asmara, Andi Darussalam Tabusalla mengatakan, bahwa keputusan tersebut berdasarkan hasil evaluasi tim pelatih dari penampilan keduanya selama bergabung di timnas senior persiapan Piala Asia 2007 tersebut. Termasuk tentunya adalah, penampilan mereka di turnamen Merdeka Games, bulan lalu di Selangor, Malaysia, di mana timnas Indonesia hanya menempati posisi runner-up setelah dipermalukan Myanmar di final.

Disinggung tentang kemungkinan dipanggilnya kembali Boas Salossa dan Boy Jati Asrama tersebut, Andi Darussalam Tabusalla menyatakan, itu pun sepenuhnya akan tergantung pada keputusan tim pelatih. "Saya kira Peter Withe, Jason Withe dan Syamsuddin Umar yang paling tahu kebutuhan pemain untuk timnya," jelas Salam, sapaan akrab manajer timnas senior itu.

Salam juga menegaskan, pencoretan Boas dan Boy Jati Asmara merupakan bagian dari seleksi pembentukan tim yang tediri dari 26 pemain. Yakni, 20 pemain inti dan enam cadangan, yang akan dipersiapkan secara spartan untuk menghadapi putaran-final Piala Asia 9 Juni-9 Juli 2007 itu.

"Saya kira sebelum tim dengan 26 pemain terpilih itu sudah terbentuk, masih terbuka kemungkinan bagi pemain yang sekarang dicoret untuk dipanggil kembali, tentunya asal mereka menunjukkan peningkatan kemampuannya," pesan Salam.

Ihwal pencoretan Boas Salossa sudah diketahui manajemen Persipura Jayapura. Asisten manajer Persipura, Iwan Nazaruddin, menyebutkan kemarin sore, Andi Darussalam Tabusalla sudah menghubunginya dan memberitahukan pencoretan itu.

"Mungkin bagus juga untuk proses pembelajaran Boas Salossa sendiri. Dia masih sangat muda dan masa depannya masih terbentang luas. Saya pribadi melihat, dia salah satu pemain dengan talenta besar dan termasuk sulit didapat," kata Iwan, tentang pemainnya yang berusia 20 tahun itu.

Disinggung tentang mentalitas Boas Salossa yang masih labil, Iwan mengatakan, itu merupakan masalah bagi pemain berusia muda. "Namun saya kira, masalah mental itu kembali berpulang kepada pelatih yang menanganinya. Saya pikir Peter Withe sudah faham betul bagaimana menangani Boas," tandas Iwan.

Iwan Nazaruddin sendiri masih bisa berbangga karena empat pemain asal Persipura lannya tetap akan bergabung dalam timnas senior persiapan Piala Asia itu. "Tadi saya hanya dikabari soal Boas, tidak diinformasikan mengenai empat pemain lainnya. Jadi saya kira mereka masih tetap akan bergabung di timnas," katanya.

Empat pemain asal Persipura lainnya yang sudah sejak awal masuk daftar 45 pemain yang dipanggil adalah kiper Jendri Chrstian Pitoy, bek Mauly Lessi, Korinus Fingkrew, dan Ricardo Salampessy. Keempat pemain tersebut pekan kemarin memperoleh izin memperkuat timnya di babak semifinal dan final Piala Indonesia.  "Saat ini keempatnya kami liburkan, tetapi dalam waktu dekat mungkin akan segera bergabung dengan pemain lainnya di Bandung," kata Iwan.

Setelah menjalani pelatihan dan dua kali ujicoba di Para Pare dan Bone, Sulsel, pelatihan timnas senor sejak Sabtu (16/9) lalu memang dipindahkan ke Bandung. Dalam kaitan ini, manajer timnas senior Andi Darussalam Tabusalla mengutarakan apresiasianya terhadap Pemkab Bandung yang memperkenankan timnas senior untuk berlatih di Stadion Jalak Harupat, Soreang.

"Dua hari terakhir kami berlatih di Stadion Siliwangi, tetapi mulai besok sudah bisa di Jalak Harupat. Ini semua berkat apresiasi yang tinggi dari jajaran Pemkab Bandung," kata Salam.

Salam mengharapkan para pemain yang sebelumnya diizinkan kembali ke daerah asal dan klubnya masing-masing secepatnya bergabung dalam pelatnas di Bandung. "Besok Syamsuil Khaeruddin kemungkinan sudah bergabung, demikian juga dengan beberapa pemain lainnya," katanya. Syamsul Khaeruddin, pekan lalu mengakhiri masa lajangnya dan menikah di Makassar.

Mengenai latihan di bulan ramadhan, Salam mengatakan, akan tetap dilakukan dengan penyesuaian waktu. "Yang menjalani puasa kemungkunan hanya akan menjalani latihan kerasnya pada malam hari, sementara yang tidak puasa tetap latihan pagi hari. Program latihan masih dibuat oleh tim pelatih," katanya.

Salam juga menyebutkan tentang percepatan waktu ujicoba di Guangzhou, Cina, dari semula akan dilakukan pada medio November dimajukan ke pekan pertama Oktober. Setelah menghadapi timnas Cina di Guangzhou, timnas senior juga diproyeksikan untuk berlatih dan beruji-coba di beberapa negara Middle-East atau Timteng, seperti Syria atau Qatar.
(adi (pssi))

13 komentar untuk "Boaz dan Boy Jati Dicoret Dari Skuad"

  • hehehe di heheheh pada 01 Januari 1970 00:00:00
    bondan pernah ditolak boaz ye?
  • Bondan di Jakarta Selatan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Pemain Timnas Indonesia Yang Habis Kawin Langsung Menurun Drastis : Kurniawan, Indriyanto, Bima Sakti, Boaz Salossa, dan pasti deh "Syamsul Bachry Kaherudin", Syamsul Nggak Pernah Cetak Gol Buat Timnas Indonesia.
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    neh timnas produktif: Kiper: Hendro Kartiko, Bek:Bayu Sutha,Hamka Hamzah,M.Ridwan,aris budi, Tengah:Ellie,ponaryo,budi sudarsono,samsul.c, depan: Bambang,zainal arif.dari bek ampe striker mampu bikin gol
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • KingIston di Jogja pada 01 Januari 1970 00:00:00
    salut buat Boaz n Boy yang profesional menerima pencoretan mereka... Pokok'e keep on fire n faith... Masih muda, masih banyak kesempatan !!! hORas PSMS... Bravo aREma...
  • wahyu di jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    bagus bgt ngga bisa di andalkan lagi permainannya menurun drastis
  • Dr. Kembar di Port Numbay pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Bagus skali soal pencoretan Boaz, mmg dia skrg g prnah bisa main fight,serius, n loyal utk timnas. biar dia bljr mnjadi dewasa, kartu kuning yg dia dpt lawan Persija dimandala adlh bukti bahwa dia msh kekanak-kanakan.
  • koro_neko di kav. polri pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Maklum boaz anak orang kaya jadi agak manja, ganti aja sama irvin museng...
  • Bondan di Jakarta Pinggiran pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Timnas : Hendro, Pitoy, Bayu Sutha, Firmansyah, Aiboy, Bambang, Zaenal Arif, Erol Iba, Atep, Firman Utina, Eka Ramdani, Ismed.
  • Bondan di Jakarta Selatan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Boaz dicoret gw setuju bgt, udah ngga ada apa-apanya, prestasi baru sedikit aja udah kawin...soal aliyudin (sory nih) kekecilan, soal ahmad kurniawan...loh kan msh ada hendro dan jendry pitoy.
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    jangan dipanggil... jelek maennya.. chris john aja... manteb pukulannya
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    woi peter white: aliyudin, ahmad kurniawan dan aris budi prasetyo dipanggil ke timnas dong
1

Leave a Reply