Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Suporter Sepakbola Tidak Perlu Diorganisir

- Budayawan kota Surabaya, Kadaruslan, menilai, suporter sepakbola tidak perlu diorganisir, karena dukungan seseorang terhadap tim atau pemain sepakbola yang dikaguminya lebih bersifat individual.

"Kalau suporter diorganisir terkesan lebih dimanjakan. Apalagi jika organisasinya menggunakan nama yayasan, pasti anggotanya lebih berorientasi pada duit," kata Cak Kadar, panggilan akrab Kadaruslan, pada acara bincang-bincang tentang suporter Persebaya di Radio SCFM Surabaya bekerja sama dengan LKBN ANTARA Biro Surabaya, Kamis (19/10).

Ketika pembicara lain, Akhmad Munir selaku Sekretaris Umum Persebaya mengemukakan bahwa pembinaan suporter oleh klub bukan kemauan klub melainkan regulasi yang diatur dalam Manual Liga, Cak Kadar menegaskan boleh saja hal itu dilakukan, asalkan memberi keuntungan kepada kedua pihak.

"Saya tidak melihat para suporter selama ini memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Persebaya. Malah sebaliknya, sering merugikan tim yang berimplikasi pada hukuman atau sanksi yang harus diterima Persebaya," ujar budayawan berusia 75 tahun itu.

Membandingkan dirinya sewaktu muda yang juga sama-sama sebagai suporter fanatik Persebaya, Cak Kadar menilai, jauh berbeda terutama menyangkut masalah motivasi.

"Dulu kalau saya kagum dengan seorang pemain, saya berusaha mendekat dan berusaha membawakan tas ataupun sepatunya. Namun apabila yang bersangkutan suatu ketika bermain buruk, saya diam saja dan tidak memberikan apresiasi. Namun tidak melakukan hal-hal yang destruktif," tuturnya.

Menurut dia, kondisi itu jauh berbeda dengan yang ditunjukkan suporter sekarang ini. "Merasa telah menjadi anggota kelompok suporter, seolah-olah tidak lagi berdosa jika menghadang truk untuk mencari tumpangan atau menyetop mobil sekalian mengompas pengemudinya," paparnya.

Ia menambahkan, melalui dukungan yang diberikannya bersama teman-teman, persepakbolaan di Surabaya waktu itu cukup maju dan pesaingnya selalu datang dari tim-tim tangguh, yakni Persija Jakarta, PSMS Medan atau Persib Bandung.

"Tapi sekarang ini, Persebaya bisa kalah oleh tim yang kurang diperhitungkan seperti Persela Lamongan," ucapnya.

Sementara itu, pembicara lain M. Alyas selaku Ketua Tim Lima menyatakan, tim yang dipimpinnya kini berusaha mereorganisasi kelompok-kelompok suporter Persebaya untuk berafiliasi kembali dengan tim Persebaya.

"Reorganisasi tersebut, lebih ditujukan pada upaya bagaimana membuat warga Surabaya ikut senang bila suporter Persebaya tampil mendukung tim kesayangannya berlaga, bukan seperti selama ini yang terkesan merasa ketakutan," tegasnya. (kapanlagi.com)

5 komentar untuk "Suporter Sepakbola Tidak Perlu Diorganisir"

  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    YA ITU KRN TAK TERORGANISIR. TP KALO TERORGANISIR SETIAP INDIVIDU PASTI SEGAN / MERASA TDK ENAK DGN PIMPINANNYA KALO DIA SAMPE BERBUAT ANARKIS. CONTOHNYA 'BONEK' INI, SETELAH BERBUAT RUSUH TDK ADA KELOMPOK YG MENGAKUI ITU ADALAH PERBUATAN ANGGOTANYA (MIS
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kata rekan yang dibawah ini tepat sekali untuk kondisi Indonesia... tapi coba intropeksi,, kenapa begitu sering terjadi tawuran suporter di indonesia dibanding eropa misalnya???
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    woi setan! dimana2 ga ada yg namanya suporter itu kalo jalan sendiri2 pasti berkelompok! suka nonton bola ga sih lu!
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kata2nya kadaruslan benar,tak perlu mengorganisir suporter,biarlah suporter menjadi indovidu2x,sbb kl suporter berkelompok akan menjadi garang.sekumpulan bonek menakutkan,tapi 1 orang bonek saja tdk akan menakutkan
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ya udah kalo ga mau diorganisir!!! jadi BONEK aja luh sampe MAMPUS!!! EMANG DASAR SUPORTER RESEH LUH!!!!
1

Leave a Reply