Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Manajer Persik Iwan Budianto Menolak Disebut Sebagai Pembajak

- Manajer Persik Iwan Budianto menolak dirinya disebut sebagai pembajak para pemain Arema untuk bergabung dengan timnya pada musim kompetisi tahun 2007 mendatang.

"Dari mana alasan kami disebut seperti itu, masih ada klub lain yang memboyong mantan pemain Arema dengan julah jauh lebih banyak dibanding kami," ujarnya usai menyaksikan penandatanganan kontrak dua mantan pemain Arema Erol FX Iba dan Aris Budi Prasetyo di rumah dinas Walikota Kediri, Jumat (01/12).

Ia menyebutkan, Persita Tangerang mampu memboyong tujuh mantan pemain Arema termasuk mantan pelatih tim berjuluk Singo Edan itu, yakni Benny Dollo.

"Sedang kami hanya empat, itupun yang dua, yakni kiper Kurnia Sandy dan pemain belakang Zainuri sebagai pemain cadangan. Nggak bisa dong, kalau hal ini dikatakan sebagai eksodus gelombang kedua pemain Arema," kata menantu Walikota Kediri HA Maschut yang sukses mengantarkan Persik dua kali meraih juara Divisi Utama Ligina.

Sementara Erol FX Iba sendiri mengaku sudah tidak kerasan lagi di Arema karena ada persoalan antara dirinya dengan pihak manajemen yang tidak bisa diselesaikan.

Soal memilih Persik sebagai klub tempat berlabuh dalam musim kompetisi mendatang, Erol beralasan karena materi pemain yang ada cukup bagus dan berkesempatan mengikuti kompetisi Liga Champions Asia pada tahun 2007.

"Sesungguhnya bukan soal nilai kontrak, kami bergabung dengan Persik ini. Bahkan ada klub lain yang menawar nilai kontrak lebih tinggi, seperti Sriwijaya FC dan Arema sendiri yang sampai tadi malam datang ke rumah untuk membujuk kami," ujar pemain Timnas PSSI yang mendapatkan nilai kontrak di Persik sekitar Rp700 juta untuk satu musim kompetisi itu.

Menurut dia, antara Arema dan Persik sama-sama memiliki kesempatan berlaga di Liga Champions Asia, namun dari segi persiapan dan kondisi manajemen Persik tampaknya lebih mapan.

Sedang Aris Budi Prasetyo mengaku, sebenarnya sudah sejak lama dia berkeinginan bergabung dengan tim kebanggaan warga Kota Kediri itu.

"Setelah membela Petro juara Ligina beberapa waktu lalu, saya sudah diminta Mas Iwan (Iwan Budianto) untuk bergabung dengan Persik. Sekarang setelah sukses mengantarkan Arema juara Copa Indonesia tahun ini, saya tertarik bergabung karena saya adalah pemain yang pernah merasakan juara Ligina dan juara Copa," ujar pesepakbola asal Kraton, Pasuruan yang baru mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik Copa Indonesia 2006.

Selain itu, tambah Aris, beberapa temannya yang dulu di Arema kini sudah mulai banyak yang keluar dan bergabung dengan klub-klub lain, seperti Persita Tangerang dan Persmin Minahasa.

Sementara bergabungnya dua pemain belakang itu menimbulkan rumor kekesalan Iwan Budianto setelah stopper tangguh Persik, Suroso mengundurkan diri dari tim lalau ternyata memilih bergabung dengan Arema pada musim kompetisi mendatang.

Bergabungnya empat mantan pemain Arema ke Persik pada musim kompetisi mendatang itu juga semakin mempertegas rivalitas antar kedua tim sesama Jawa Timur yang pernah terlibat kerusuhan antar suporter pada Ligina IX/2003 lalu di Stadion Brawijaya.

Saat itu ribuan suporter fanatik Arema masuk ke tengah lapangan ketika pertandingan masih menyisakan 30 menit, lantaran tim kesayangannya kalah dengan Persik yang baru memulai debutnya di pentas kompetisi Divisi Utama dengan manajer, pelatih, dan mayoritas pemain berasal dari Arema.

Akibat kejadian itu pertandingan harus dilanjutkan tanpa penonton di Stadion AAL Maguwoharjo, Jogjakarta, dengan hasil kemenangan untuk Persik. Dan pada awal debutnya itu pula, Persik berhasil menjuarai kompetisi paling bergengsi di Tanah Air. (kapanlagi.com)

0 komentar untuk "Manajer Persik Iwan Budianto Menolak Disebut Sebagai Pembajak"

Leave a Reply