Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Klub Harus Mau Berjuang Cari Sponsor dan Lepas dari APBD

- Klub sepakbola Indonesia seharusnya tidak merengek dengan diputusnya aliran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tapi mereka harus berjuang untuk bisa tetap hidup dengan mencari sumber dana lain di luar APBD, seperti merebut hati sponsor.

Demikian kesimpulan yang bisa diambil dari acara diskusi bertajuk "APBD untuk Sepakbola Dicabut atau Tidak?" yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Radio 68H di Jakarta, Kamis (01/02).

Diskusi tersebut menghadirkan Manajer Arema Malang Satrija Budi Wibawa, Sekretaris Umum Persija Jakarta Biner Tobing, Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, Kasubdit Perencanaan Keuangan Daerah Depdagri Agustinus Palebangan, dan pengamat sepakbola Ario Yosia.

Seperti ramai dibahas belakangan ini, sebagian besar dari 36 klub peserta divisi utama Liga Djarum Indonesia 2007 meradang saat Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma`ruf, melalui PP No. 58/2005 dan permendagri No. 13/2006, melarang dana APBD diberikan untuk membiayai klub berkompetisi. Hal itu bahkan sampai menunda pembukaan Liga Indonesia 2007 selama sepekan.

Mendagri kemudian sedikit melunak dengan mengeluarkan surat yang menyatakan klub masih bisa menikmati dana APBD untuk Tahun Anggaran 2007 selama mampu mempertanggungjawabkannya. Lepas 2007, mendagri meminta klub untuk kreatif mencari sumber pendanaan lain di luar APBD.

"Semua tergantung kepada niat masing-masing. Jika niatnya adalah untuk memajukan sepakbola nasional, maka sponsor itu bisa dicari," kata manajer Arema, Satrija Budi Wibawa.

Arema, bersama Semen Padang, Pelita Jaya, dan Pupuk Kaltim, adalah klub yang mandiri dari APBD. Artinya, mereka bisa mendapat sponsor untuk membiayai semua kebutuhan mereka dalam mengikuti kompetisi.

Satrija mengakui memang sulit untuk meyakinkan sebuah perusahaan besar untuk menjadi sponsor klub sepakbola nasional, namun jika citra klub tersebut bagus dan berprestasi baik pula maka akan ada sponsor yang datang.

"Selain itu, saya harap juga PSSI mau menghapus peraturan-peraturan yang menyulitkan klub untuk bisa mendapat sponsor sendiri. Saya pikir PSSI memiliki cita-cita yang sama dengan Arema yaitu melakukan industrialisasi sepakbola Indonesia," tuturnya.

"PSSI harus mulai melibatkan klub dalam negosiasi dengan sponsor liga sehingga bisa diselaraskan dengan sponsor yang ingin didekati klub," sambungnya.

Sekretaris Umum Persija Jakarta Biner Tobing pun memiliki pandangan serupa dengan manajer Arema itu.

"Cabut saja dana APBD itu. Persija bisa hidup tanpa APBD. Persija adalah klub besar sehingga banyak perusahaan yang antri untuk menjadi sponsor," kata Biner.

Sementara Ario menyatakan apabila setelah APBD tidak bisa digunakan ada klub yang gulung tikar, maka itu bukanlah sebuah masalah.

"Faktanya di berbagai negara, klub yang kuatlah yang bertahan. Tidak apa Liga Indonesia hanya diikuti sedikit klub asal bisa benar-benar membuat kualitas sepakbola nasional menjadi lebih baik," tegasnya.

Beberapa warga Jakarta yang ikut dalam diskusi tersebut pun berpandangan serupa. Menurut mereka, masih banyak hal yang lebih penting yang membutuhkan dana dari APBD dibanding membiayai sebuah klub sepakbola.

Sementara itu PSSI pada dasarnya setuju klub harus profesional dan mampu membiayai dirinya sendiri, namun untuk saat ini kucuran dana APBD masih diperlukan.

"Klub dari beberapa daerah mungkin tidak akan kesulitan jika harus mencari sponsor tapi banyak daerah yang akan kesulitan," kata Nugraha Besoes.

"Tetapi PSSI juga meminta agar klub mulai mencari sumber-sumber dana di luar APBD dan PSSI akan membantu sebagai fasilitator. Bukan hanya untuk musim 2008 tetapi juga tahun-tahun setelahnya agar kompetisi sepakbola nasional terus bergulir," lanjutnya.

Nugraha menambahkan rencana PSSI untuk menggelar Liga Super Indonesia pada 2008, yang hanya diikuti 18 klub, merupakan langkah awal profesionalisme sepakbola Indonesia. (kapanlagi.com)

4 komentar untuk "Klub Harus Mau Berjuang Cari Sponsor dan Lepas dari APBD"

  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    setuju banget bozz ... sudah saatnya semua klub di indonesia mulai belajar mandiri,jangan hanya nguras uang rakyat mulu
  • Indonesia di Indonesia pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Hidup Mendagri!!! Hebat musim depan Klub yang kaya bukan karena kaya dana APBD. Tapi karena kaya akan Visi dan Misi. Saatnya Klub-Klub Perserikatan berpikir Kreatif. Cari dana Donk dari Sponsor. Bisanya nguras Duit Rakyat aja.
  • joy di malang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    setujuuuuuuuuuuuuuuu.........
  • di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    saya rasa itu sangat2 tepat, mengingat rakyat kita masih lebih memerlukan dana dari pada team sepak bola. AREMA aja bisa kenapa yg lain gak bisa, PIKIRKANLAH KEPENTINGAN RAKYAT DULU.
1

Leave a Reply