Domain For Sale! You can buy this domain

Tim Nasional

Timnas U-23 semakin terpuruk.

Timnas U-23 Pra Olimpiade Indonesia kembali harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Libanon 1-2 (0-1) di stadion Lebak Bulus Jakarta Rabu (28/3/2007). Dengan kekalahan ini posisi Timnas Indonesia semakin sulit di Grup C, tiga kekalahan beruntun, menempatkan posisi pasukan Ivan Kolev ini berada di dasar klasemen, dari tiga penampilan Timnas U-23 baru mencetak satu gol dan kebobolan enam gol dengan nilai 0.

Timnas U-23 Indonesia sebenarnya mampu mendominasi jalannya pertandingan namun buruknya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang Timnas terbuang percuma, kembalinya "si anak hilang" Boas Salosa juga belum mampu mempersembahkan kemenangan pertama bagi Indonesia, meski sempat memberikan perlawanan ketat.

Mendominasi jalannya pertandingan, Libanon justru mampu terlebih dahulu menciptakan gol di menit 22, Hassan Maatouk dengan cerdik menempatkan bola di sudut kanan tanpa mampu di jangkau Ronny Tri, tertinggal satu gol Indonesia mencoba menyamakan kedudukan, namun kerja sama satu dua Cornelius dan Boaz belum memberi hasil, tendangan Boas masih mampu di jinakan kiper Libanon.

Di babak kedua Indonesia tidak mengendurkan serangan, beberapa kali penetrasi Atep berhasil menembus benteng pertahanan Libanon, namun lagi-lagi ketidak tenangan pemain depan Indonesia membuat kesempatan menyamakan kedudukan selalu kandas di barisan pertahanan Libanon, setelah berkali-kali gagal usaha para pemain masa depan ini akhirnya berbuah hasil, tendangan keras Atep dari kotak pinalti sempat membentur kepala pemain belakang Libanon sebelum akhirnya jatuh di kaki Jajang, dan dengan satu sentuhan persis gol pertama Libanon yang di cetak Hassan Matouk, Jajang akhirnya mampu membawa Timnas menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Terlalu bergembira dengan gol Jajang, lini belakang Indonesia lengah, sebuah tendangan penjuru di akhiri dengan sundulan cantik Husein Amine, kembali membawa Libanon unggul 2-1, gol tercipta akibat barisan pertahanan yang kurang disiplin dalam menjaga pergerakan pemain lawan, Hasan Amine tanpa kesulitan menyundul bola melawati jangkauan Ronny Try, peluang menyamakan skor pun semakin berat, selain stamina yang sudah menurun para pemain Timnas sering salah dalam komunikasi, sehinga umpan-umpan terobosan dengan mudah dibaca barisan pertahanan Libanon, di lima menit menjelang bubaran Indonesia berhasil mengurung pertahanan Libanon, namun gol yang ditunggu tidak kunjung tercipta, hingga akhir pertandingan Timnas U-23 harus merelakan Libanon membawa tiga poin.

Meski kalah dan hampir dipastikan tersingkir dari penyisihan grup, kondisi ini tidak akan berpengaruh apa-apa bagi pasukan Timnas U-23, karena Timnas U-23 lebih di fokuskan untuk menghadapi gelaran Sea Games 2007 di Thailand.
()

5 komentar untuk "Timnas U-23 semakin terpuruk."

  • Fadly di Jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    KALAH ITU SESUATU HAL YANG SANGAT..SANGAT...SANGAAAAAATTT WAJAR SEKALI...!! TAPI KALAU KALAH TERUS APAKAH ITU WAJAR???
  • arek malang di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Yang dibubarkan itu seharusnya semua pengurus PSSI, pilih pengurus-pengurus baru yang jujur, yang punya hati nurani, yang kapabel, yang pengin sepakbola indonesia maju. Setelah itu percayalah sepakbola indonesia pasti bangkit.
  • Delpi " Ari " di Oil City - Balikpapan pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Tiada kata lain , PSSI harus berusaha memilih & mencari pemain asing yg terbaik di antara yg terbaik di liga Djarum thn ini utk bisa menjadi WNI . Krn sdh terbukti sepakbola S'Pore yg dahulu jauh di bwah Indo tp saat ini stlh merekrut beberapa pemain asin
  • Bambang Sutriyanto di Palembang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Timnas Mainnya bagus tapi lebih bagus lagi tidak maen. Hanya memalukan dan mengahbiskan uang saja. BUbar Timnas!!!!!!!!!!!!!!!!!
  • dewi di tangerang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    ya walaupun kalah tp indonesia ga kalah total kok soalnya mereka sudah berjuang keras hanya hasil penyelesaiannya aja yang gagal tapi bangkit ya gw dukung kok
1

Leave a Reply