Domain For Sale! You can buy this domain

Liga Indonesia

Menuai Protes Keras Dari Pihak Pasoepati

Stadion Manahan Solo akhirnya resmi ditetapkan sebagai tempat digelarnya laga tunda Persekabpas versus Arema 30 April nanti. Keputusan itu diketok PSSI setelah ada kesepakatan kedua kubu dan rapat pengurus harian kemarin.

Menurut Ketua Bidang Liga, Andi Darussalam, Persekabpas dan Arema telah setuju dengan keputusan tersebut. Lokasi Solo tidak terlalu jauh dari kedua tim itu. Karena sudah masuk wilayah Jateng, kontrol keamanan lebih terjaga.

Kendati pertandingan dilaksanakan di luar Jatim, urusan Panpel tetap menjadi tanggung jawab Persekabpas. PSSI hanya mengambilalih sektor panitia keamanan. Otoritas sepak bola nasional itu pun menugasi Ketua Komisi Keamanan Azhar Suryabrata untuk menanganinya.

Namun, keputusan itu langsung menuai perlawanan dari pihak Pasoepati. Kelompok suporter Solo itu menolak menyusul trauma kerusuhan yang berbuntut kerusakan di Stadion Manahan ketika play off Ligina 2003. Kerusuhan itu sempat membuat ketakutan publik Solo.

Pendiri Pasoepati Mayor Haristanto, menolak tegas laga tersebut digelar di Solo. Bahkan, tokoh eksentrik tersebut telah melayangkan surat kepada walikota Solo untuk menolak ditempati partai usiran Persekabpas versus Arema. Selain itu, Maryadi "Gondrong" Suryadarma, salah satu pentolan Pasoepati, juga menentang laga usiran digelar di Solo.

Kapolresta Solo AKBP Lutfi Lubihanto melalui Kabag Operasional AKP Muji Santoso mengaku belum menerima surat atau tembusan soal pengamanan rencana ini dari PSSI.

Menurutnya, jika masing-masing klub membawa supporter dalam jumlah besar dan dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan maka tentu saja aparat keamanan akan bertindak tegas. Menurut dia kedatangan suporter dalam jumlah besar dan dengan kondisi psikologis yang labil akan memunculkan persoalan baru bagi Solo.
(phery)

0 komentar untuk "Menuai Protes Keras Dari Pihak Pasoepati"

Leave a Reply