Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Konflik Internal Kambing Hitam PSIS

Hasil imbang 1-1 dengan PSMS Medan membuat peluang PSIS Semarang meretas asa menuju Liga Super pupus. Tambahan satu angka tak cukup untuk menyelamatkan nasib Mahesa Jenar, julukan PSIS.

Menyandang predikat runner up Ligina 2006, musim ini langkah PSIS justru terseok-seok. Bahkan, untuk menembus peringkat 9 besar, Julio Lopez dkk masih harus berharap hasil pertandingan tim lain. Yang bisa mereka lakukan sekarang adalah menunggu datangnya sebuah keajaiban.

Hal itu seperti yang disampaikan Arsitek PSIS Sartono Anwar. Mantan Pelatih Persikab Kab Bandung ini berharap, kontestan Liga Super musim depan membengkak jadi 20 tim. Dengan catatan, laga terakhir melawan PSSB Bireun wajib mereka menangkan.

"Tapi kalau saingan kami menang terus, tentu sangat berat. Satu-satunya jalan, tinggal tunggu keajaiban," cetus pelatih gaek. Jumat (28/12/2007).

Meski sebenarnya, suksesor Bonggo Pribadi ini mengakui, menggantungkan nasib dengan hasil pertandingan tim lain sangat tidak diharapkannya. "Nggak enak juga, ya , kalau harus menggantungkan nasib kepada tim lain," terang Sartono.

Berjibunnya masalah internal yang terjadi di tubuh PSIS sepanjang musim ini dituding sebagai biang atas kegagalan mereka. Manajer PSIS Yoyok Sukawi menyatakan, terpuruknya prestasi Mahesa Jenar musim ini lebih disebabkan banyaknya konflik internal.

Ya, sejak masih ditangani Bonggo Pribadi, PSIS telah banyak melakukan bongkar-pasang pemain. Tapi, bukan lantaran performa mereka yang buruk. Namun disebabkan ketidakcocokkan antara pemain yang satu dengan lainnya. Sampai-sampai, Bonggo Pribadi pun harus didepak dari kursi panas Pelatih PSIS.

Bahkan, berbagai pembenahan yang dilakukan diparoh musim pun tak mampu mendongkrak prestasi tim kebanggaan Kota Lumpia ini.

"Anda tahu sendiri. Sepanjang musim ini banyak masalah yang menimpa kami. Mulai dari ketidakharmonisan antar pemain, sampai masalah pelatih. Sudah banyak perbaikan yang coba kami lakukan. Tapi, semua juga belum bisa maksimal," cetus Yoyok.

Ditambahkan Yoyok, buruknya prestasi PSIS diparoh musim pertama menjadikan renovasi yang harus mereka lakukan menjadi cukup berat. Diputaran pertama, PSIS hanya mampu finish di peringkat 14. Akibatnya, paroh musim kedua Lopez dkk harus setel kenceng. "Prestasi kami diputaran pertama sangat parah. Masuknya beberapa muka baru dan pelatih baru sedikit memberikan angin segar. Tapi, semua sudah terlambat," tegas putra kedua Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip. (oz)

5 komentar untuk "Konflik Internal Kambing Hitam PSIS"

  • JULIO LION LOPEZ di semarang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    masalah itu terletak pada kepengurusan psis'';napa pada putaran dua kok gak cepat berbenah;cari pemain aja terlalu pemain tarkam'
  • yan di bogor pada 01 Januari 1970 00:00:00
    psis sama aja dengan dengan persib,sama sama kausnya biru sama2 belum kelihatan prestasinya,..........
  • Muhsoni di Bekasi barat pada 01 Januari 1970 00:00:00
    saya adalah pendukung berat mahesa jenar.kalau tim saya sampai terdegradasi ak sangat sedih sekali.kama dari itu saya mohon perbaiki tim mahesa jenar,dan jaga kekompakan antar pemain.kerja sama tim harus di jaga.jangan sampai tim kesayangan kita prestasin
  • muhsoni di Bekasi barat pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • Muhsoni di bekasi baratSONI pada 01 Januari 1970 00:00:00
1

Leave a Reply