Domain For Sale! You can buy this domain

Ligasiana

Manajer PSS Berniat Mundur

PSS Sleman berencana menggelar acara pembubaran tim di Rumah Makan (RM) Selera Kuring, Kalasan, Sleman, Kamis, 3 Januari. Acara itu juga mengagendakan perombakan tim manajemen untuk menghadapi musim 2008.

Manajer Elang Jawa, julukan PSS, Hendricus "Mbah Mul" Mulyono menyatakan, dirinya ingin mundur dari jabatan manajer. Menurutnya, waktu tujuh tahun bersama Laskar PSS sudah lebih dari cukup. Sehingga sudah saatnya dilakukan sebuah regenerasi.

Mbah Mul mengaku, selama ini tidak pernah ada konflik antara dirinya dengan pengurus PSS lainnya. Hanya saja, kegagalan PSS menembus Liga Super menjadi alasan utamanya meninggalkan tim kebanggaan Slemania -suporter PSS.

"Kebersamaan saya selama tiga tahun sebagai Panpel (Panitia Pelaksana) dan empat tahun menjadi Manajer PSS sudah lebih dari cukup. Sudah saatnya ada peremajaan, sehingga bisa menimbulkan suasana baru. Tapi, meski tidak lagi sebagai manajer, saya akan selalu siap membantu PSS," ujar Mbah Mul, Rabu (2/1/2008).

Prestasi yang diraih PSS musim ini di tangan Rudy William Keltjes sudah cukup baik. Membawa Elang Jawa finish di peringkat 12 klasemen akhir Grup I bukan perkara mudah. Apalagi, George Oyedepo dkk sempat tertatih-tatih diputaran pertama.

"Banyak faktor. Selain materi pemain seadanya. Banyak masalah nonteknis terutama kepemimpinan wasit yang sering menjadi ganjalan kami dalam menembus Liga Super," cetusnya.

Disinggung mengenai kinerja Keltjes, Mbah Mul menyatakan, suksesor Horacio Montes itu jauh lebih baik dari pendahulunya. Menurut Mbah Mul, kedisiplinan dan ketegasan mantan Pelatih Persijap Jepara itu bisa menjadi pertimbangan Manajemen PSS berikutnya untuk memperpanjang kontrak Keltjes.

"Istilahnya, Keltjes menangani tim hasil racikan Horacio. Mungkin ceritanya akan lain kalau dia memegang PSS sejak awal musim," tegas Mbah Mul.

Keltjes sedikit kaget mendengar rencana pengunduran Mbah Mul. Pelatih asli Surabaya ini sangat menyayangkan keputusan Mbah Mul yang musim depan berniat meninggalkan PSS. Bahkan, kecocokannya dengan pengurus dan Manajemen PSS menjadi alasan kenapa selama ini dia betah di Sleman.

"Mereka bisa bersikap profesional. Tidak hanya sekadar mengerti, tapi mereka juga tahu bola. Makanya, mereka tak pernah ikut campur dalam urusan teknis yang menjadi tugas pelatih. Begitu juga sebaliknya. Saya bisa di Sleman karena dibawa Mbah Mul. Itu karena saya cocok dengannya. Saya minta kepada Mbah Mul agar memikirkan lagi rencananya itu," tukas Keltjes. (oz)

5 komentar untuk "Manajer PSS Berniat Mundur"

  • gipi di bandung pada 01 Januari 1970 00:00:00
    yang anjing kamu andi n eka saya pendukung slemania, mbah mul jangan mundur
  • eka di klaten pada 01 Januari 1970 00:00:00
    slemania jago kandang anjing sapi babi bangsat dateng jogja donk slemania bikin mampus aja
  • eka di klaten pada 01 Januari 1970 00:00:00
    slemania jago kandang anjing sapi babi bangsat dateng jogja donk slemania bikin mampus aja
  • eka di pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • andi di jogja pada 01 Januari 1970 00:00:00
    slemania loe anjing semua beraninya cuma dikandang kalau berani dateng ke jogja pasti ancur slemania anjing babi
1

Leave a Reply