Domain For Sale! You can buy this domain

Piala Indonesia

Sriwijaya FC Tantang Pelita di Semifinal

Partai keras perempatfinal kedua Copa Indonesia antara Sriwijaya FC (SFC) melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (6/1/2007), menyisakan� kontroversi. Integritas Purwanto sebagai wasit terbaik Indonesia dipertanyakan.

Gol ketiga Kayamba di menit 117 mengirim PSMS masuk kotak. Para pemain Medan yang tak bereaksi, mengira striker licin itu berada dalam posisi off-side. Tapi, Poer, sapaan akrab Purwanto, membunyi peluit panjang seraya menunjuk titik putih di tengah lapangan untuk mengesahkan gol.

Akibatnya, pemain PSMS tidak puas dan mengejar wasit. Hampir sepanjang pertandingan, kedua tim memperagakan sepakbola buas dengan saling hantam. Mereka memperagakan permainan tradisional yaitu mencari kaki lawan bukan bola.

Dalam waktu normal, Sriwijaya FC unggul 2-0. Lantaran agregat gol jadi sama, kedua tim harus menjalani 2x15 menit babak tambahan.

Disaksikan 25.000 suporter fanatik, gol pertama SFC tercipta pada menit 7 lewat aksi Christian Lenglolo yang berkelit di antara dua pemain belakang PSMS saat menerima sodoran Wijay. Dengan sontekan terarah, striker SFC itu menyarangkan gol ke gawang Markus Horison. Turun minum, kedudukan 1-0 SFC di depan.

Skor berubah lagi, 2-0 di menit 54, melalui pergerakan lincah Kayamba memanfaatkan celah lowong di jantung pertahanan lawan.

Di sisa pertandingan, PSMS berkali-kali dibombardir serangan, terutama dari manuver sayap lincah Oktavianus dan Benben Berlian. Tapi Markus, kiper timnas, menunjukkan performa menawan dengan berjibaku menahan bola supaya jala gawangnya tidak kembali bergetar.

Akhir 90 menit pertandingan bertambah dramatis ketika Lenglolo yang berdiri bebas di dalam kotak penalti gagal memanfaatkan peluang. Tendangan mendatarnya terbentur kaki Usep Munandar dan hanya melahirkan tendangan pojok, selamatlah PSMS dari kekalahan dini. Tamu dari utara itu kini memaksa SFC memainkan babak ekstra.

Tapi, ya itu tadi, klimaks yang kontroversial membawa langkah SFC ke semifinal. Kalau begini terus, konfederasi sepakbola Asia atau FIFA saja sekalian harus menurunkan tim investigasi mengusut "indikasi keanehan" di percaturan sepakbola nasional, termasuk partai di Jakabaring ini.
(oz)

6 komentar untuk "Sriwijaya FC Tantang Pelita di Semifinal"

  • andreoko di indralaya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    biasa aj kance,nama ny juga maen bola kalo gak mau capek loe2 pada maen catur aja
  • AHMAD SUBANDI di PALEMBANG pada 01 Januari 1970 00:00:00
    KALAH YA KALAH!!!! INI PALEMBANG BUNG.
  • bob di jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    cobalah kita bersikap sportif dalam menerima kekalahan
  • tomi di padang pada 01 Januari 1970 00:00:00
    pemain psms aja yang nggak tau aturan, jelas-jelas pemain SFC tsb tidak offside setelah dilihat dari tayangan tv. lagian kamera untuk melihat offside atau tidak offside kok tidak ada pas siaran langsung tsb?
  • joe di ps.minggu pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Wasit Goblok
  • joe di ps.minggu pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Wasit Goblok
1

Leave a Reply