Domain For Sale! You can buy this domain

Liga Indonesia

Warga Solo Menolak Diadakan di Manahan

Tiga dari empat pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Surakarta, didukung masyarakat cintai damai Solo, menolak pertandingan tunda sepakbola antara Persekabpas Pasuruhan melawan Arema Malang, 30 April 2005 di stadion Manahan Solo.

Penolakan tersebut yang disponsori perkumpulan suporter sepakbola Pasoepati, dengan disertai penandatangani oleh tiga pasang calon walikota dan Wakil Walikota Surakarta, diikuti pula masyarakat pecintai damai, di kanopi stadion Manahan Solo, Rabu.

Alasan penolakan itu karena bisa menimbulkan kerusuhan di daerah ini antara para suporter dari Persekabpas dengan Arema, yang sama-sama telah menyatakan akan hadir menyaksikan jalan pertandingan itu, kata Mayor Hastanto, mantan Presiden Pasoepati.

Pertandingan tersebut oleh PSSI dialihkan ke stadion Manahan Solo, karena saat menjelang berlangsungnya permaianan antara kedua sebelasan yang di gelar 10 April 2005 di stadion Wilis Madiun, terjadi bentrok antara kedua pihak suporter.

Namun apabila PSSI bersikukuh menggelar pertandingan tersebut di Solo, maka mereka harus memberi jaminan keamanan tidak akan terjadi kerusuhan baik di dalam stadion maupun diluar secara "hitam di atas putih." Untuk alternatif kedua dalam pertandingan itu dilakukan secara tertutup artinya tidak ditontonkan untuk umum.

Calon Walikota dan Wakil Walikota Surakarta lainnya yang ikut menandatangani penolakan tersebut yaitu pasangan Hardono/Dipokusumo dari kualisi Partai Golkar dan Demokrat dan Purnomo/Istar dari Partai amanat Nasional (PAN), sementara itu pasangan Slamet Suryanto/Henky Nartosabdo dari kualisi 14 partai kecil di Solo, yang juga diundang pada acara ini tidak hadir.
(phery)

0 komentar untuk "Warga Solo Menolak Diadakan di Manahan"

Leave a Reply