Domain For Sale! You can buy this domain

Liga Indonesia

Pemain PSBL Lampung Kembali Lesu

Pemain tim PSBL lesu darah. Betapa tidak, manajemen sampai Kamis (5-5) belum membayar gaji dan kontrak mereka. Padahal sebelumnya dijanjikan sepulang tur dari Jakarta.

Saat latihan rutin dan persiapan menghadapi pertandingan kandang melawan PS Batang, Jawa Tengah, di Stadion Pahoman, Minggu (8-5), beberapa pemain tampak kurang bergairah bahkan wajah mereka murung.

"Jika kondisinya seperti ini terus akan menyulitkan kami bangkit. Gaji yang kami terima selalu tertunda bahkan untuk April belum sama sekali termasuk uang kontrak," kata beberapa pemain, Kamis (5-5).

Menurut mereka, pengurus menjanjikan membayar gaji dan kontrak setelah tiba di Lampung, tapi hanya "angin surga".

Mereka mengakui sebetulnya malu mempermasalahkan gaji, tapi, hal tersebut merupakan hak dan penghasilan. "Hampir seluruh pemain mengandalkan gaji dan kontrak. Bagaimana kami bisa tampil tenang dan baik jika kekurangan dalam finansial," ujar mereka.

Sementara itu, Iqbal Putra Volta, sekretaris PSBL, mengatakan berdasarkan hasil pertemuan dengan pengurus yang lain, gaji dan kontrak akan diselesaikan Jumat (6-5).

"Mudah-mudahan masalah itu bisa kami atasi besok (hari ini, red). Biasanya gaji kami bayar sebelum pertandingan," kata Iqbal yang tengah berada di Jakarta.

Pelatih PSBL Paul Cumming dan Aidi Sofyan mengatakan untuk menghadapi berbagai pertandingan lanjutan Divisi I PSSI, pihaknya berencana menambah beberapa pemain, seperti manarik kembali Nurcholis (libero) dan Denny Sembor (sayap kiri), keduanya mantan pemain PSBL di Divisi Utama.

"Kami sudah mengusulkan Nurcholis dan Denny, tapi sampai kini pengurus belum memberikan respons. Kedua pemain tersebut sangat dibutuhkan, mengingat pengalaman bisa ditularkan kepada pemain muda yang ada," ujar Paul Cumming.

Menurut dia, karena pertandingan kandang selanjutnya akan dipindahkan ke Stadion Pahoman, bukan Sumpah Pemuda Way Halim, sebagai upaya menjatuhkan mental bertanding lawan dan pemain PSBL bisa tampil baik.

Di sisi lain, fanatisme masyarakat Lampung sangat rendah dalam berbagai hal, termasuk mendukung kesebelasannya, sehingga perlu koordinator dan wadah menggugah guna mendukung PSBL yang turun di Divisi I Liga Indonesia.

"Kami akui masyarakat Lampung sangat pelit atau rendah fanatismenya, ini sudah kami uji beberapa kali. Perlu disatukan atau dibentuk wadah yang bisa menyatukannya," kata koordinator Bala Fans Diding A. Kadir.

Diding mengatakan masyarakat Lampung sebenarnya paling konsisten dan menghormati suatu peristiwa dengan memandang objektivitas, tapi guna memberikan dukungan moral kepada PSBL hal tersebut harus dialihkan.

Dalam berbagai pertandingan, kalau tim lawan lebih bagus, masyarakat Lampung langsung mendukungnya, sehingga semangat pemain PSBL kian turun. Ini salah satu tugas Bala Fans men-support turunnya semangat pemain itu.

Sebenarnya, kata dia, pendukung PSBL banyak, tapi tidak ada yang mengoordinasi secara profesional dan sehat sesuai dengan etika karena itu perlu disatukan.

Kini dengan terpuruknya persepakbolaan di Bandar Lampung, perlu orang-orang yang bisa membangkitkan semangat bukan hanya selalu menghujat.

Diding mengharapkan wali kota Bandar Lampung mendatang orang yang mengerti dan memahami PSBL karena kini hanya PSBL-lah yang menjadi kebanggaan masyarakat kota tersebut.


(aris)

4 komentar untuk "Pemain PSBL Lampung Kembali Lesu"

  • davis di sma 13 pada 01 Januari 1970 00:00:00
    w BLEH MAIN GX DI PSBL W AKN CTAK GOL BUAT LAMPUNG
  • davis di pada 01 Januari 1970 00:00:00
  • agus di denpasar pada 01 Januari 1970 00:00:00
    kk kok psbl miskin emang gubernurnya pelit ya
  • dodi di lampung pada 01 Januari 1970 00:00:00
1

Leave a Reply