Profil Klub Persitara Jakarta Utara

4124bc0a9335c27f086f24ba207a4912

› Deskripsi singkat Tim

› Pelatih, pengurus dan pemain

› Prestasi

Deskripsi Singkat Tim Persitara Jakarta Utara

Perasaan dianaktirikan oleh Gubernur DKI Jakarta dalam hal pendanaan dan perhatian sempat membuat klub berjuluk Si Pitung ini berniat menjual 'jatah'nya berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2006. Namun, akhirnya
posisi sebagai tim yang dianggap kelas dua di ibukota Jakarta tidak membuat klub ini patah arang. Melalui aksi yang didukung oleh elemen tim, akhirnya klub ini mendapat sedikit perhatian sehingga membatalkan niatnya dan berani menghadapi ketatnya persaingan Divisi Utama Liga Indonesia.

Sejak Liga Indonesia bergulir pada tahun 1994, Persitara merupakan tim langganan Divisi Satu. Persitara hampir selangkah promosi ke Divisi Utama setelah berprestasi gemilang pada Divisi Satu Liga Indonesia
1998/1999. Persitara lolos ke babak 8 besar Divisi Satu Liga Indonesia 1998/1999 setelah pada babak penyisihan Persitara menjadi runner-up grup III dibawah Indocement dan menyingkirkan Perseden, Persedikab, dan Persis Solo. Di babak delapan besar grup B yang dimainkan di Pekanbaru, Persitara justru mampu menjadi juara grup dengan mengatasi perlawanan PSPS, Persiter, dan PSJS. Sayang di babak semifinal yang dimainkan di Stadion
Lebak Bulus, Persitara kalah dari Indocement. Dalam partai hidup mati memperebutkan peringkat ketiga sekaligus tiket terakhir ke divisi utama, Persitara dikalahkan oleh saudaranya, Persijatim.

Semenjak itu prestasi Persitara merosot dan bahkan terdegradasi ke Divisi II pada Liga Indonesia 2002. Baru pada tahun 2004, Persitara kembali bergairah dengan mengejar target promosi ke Divisi I. Perjuangan Persitara harus menemui kenyataan pahit setelah gagal di babak 8 besar Divisi II Liga Indonesia 2004. Dari delapan kontestan, Persitara dan Gaspa Palopo harus mengubur impian promosi. Persitara sempat melakukan protes dengan mempermasalahkan keabsahan dua pemain pesaingnya, Persiba Bantul yang pernah terjerat kasus narkoba. Sayangnya, protes keras Persitara gagal membuahkan hasil. Beruntung, perubahan peraturan jumlah peserta Liga Indonesia 2005 berimbas jatah promosi gratis ke Divisi I bagi Persitara.

Jatah tersebut tidak disia-siakan oleh Persitara. Di bawah polesan pelatih Dadang Iskandar, Persitara berhasil lolos ke babak 6 besar setelah menduduki peringkat kedua Wilayah I Divisi I Liga Indonesia 2005. Persitara meraih tiket ke divisi utama setelah bermain imbang dengan dua pesaingnya. Momen terpenting keberhasilan Persitara adalah gol yang diciptakan oleh Abdul Rahman pada menit ke 82 saat mereka menahan imbang 3-3 Persid Jember pada 1 September 2005.

(Feri Istanto / admin ligaindonesia.com | dari berbagai sumber)

Pelatih, pemain dan pengirus Tim Persitara Jakarta Utara

Dewan Kehormatan : Franciskus Welirang, Drs. Soebagio MM, Drs.
Agustomo, Aqib Wahbi, Erlangga
Pejabat Ketua Umum: Harry Ruswanto
Wakil Ketua Umum: Ronny Tanuwijaya
Wakil Ketua Umum: Alexander Frans
Wakil Ketua Harian : Kurniadi Hidayat
Sekretaris Umum : Hardi
Bendahara : Agung Patera, Budiantoro

Prestasi yang diraih Tim Persitara Jakarta Utara

Liga Indonesia 1996/1997 : Peringkat 2 Divisi I Grup Tengah I
Liga Indonesia 1997/1998 : Liga dihentikan
Liga Indonesia 1998/1999 : Semifinal Divisi I
Liga Indonesia 1999/2000 : Peringkat ke-5 Divisi I Grup Tengah II
Liga Indonesia 2001 : Peringkat 5 Divisi I Divisi I Grup Tengah II
Liga Indonesia 2002 : Peringkat 7 Divisi I Grup II (Degradasi)
Liga Indonesia 2003 : Peringkat 3 Divisi II Grup C
Liga Indonesia 2004 : 8 Besar Divisi II Peringkat 4 grup P (Promosi karena penambahan klub)
Liga Indonesia 2005 : Peringkat 4 Divisi I (Promosi)