Profil Klub Persikota Tangerang

4124bc0a9335c27f086f24ba207a4912

› Deskripsi singkat Tim

› Pelatih, pengurus dan pemain

› Prestasi

Deskripsi Singkat Tim Persikota Tangerang

Sejarah Persikota dimulai dengan lahirnya Kotamadya Tangerang pada tahun 1993, sebagai pengembangan kawasan Tangerang sebagai penyangga ibukota Jakarta. Keberadaan Kotamadya Tangerang kemudian membuat masyarakat Kotamadya Tangerang membentuk klub perserikatan sepakbola pada 11 Oktober 1994.

Sesaat setelah terbentuk Persikota, melakukan debut ujicoba dengan mengikuti pertandingan sepakbola Porda (Pekan Olahraga Daerah) Jawa Barat V di Serang, September 1995 mewakili Kotamdya Tangerang. Tim yang sempat dilatih Sukma Sejati , lolos dari babak kualifikasi Pra Porda, dan lolos ke Porda. Hanya saja, karena sempat terjadi kevakuman latihan akibat transisi pelatih dari Sukma Sejati kepada pelatih pengganti Andi Lala, menyebabkan kesebelasan ini hanya mampu melangkah sampai ke perempat final di Porda.

Seusai Porda, Persikota melalui Kongres PSSI pada akhir Desember 1995, dikukuhkan sebagai anggota penuh perserikatan PSSI dan dinyatakan berhak mengikuti kompetisi Divisi II PSSI. Sejak itu, Persikota pun mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi Divisi II Liga Indonesia 1995/1996.

Aksi tim pendatang baru tersebut cukup mencengangkan, Persikota berhasil keluar sebagai juara Divisi II 1995/1996, setelah dalam pertandingan final di Stadion Benteng Tangerang memukul 2-0 Persipal Palu dan menekuk 1-0 Persewangi Banyuwangi. Sehingga Persikota pun berhak naik jenjang ke Divisi I Liga Indonesia.

Memasuki musim kompetisi Divisi I Liga Indonesia 1996/1997, Persikota mulai memperoleh julukan Si Bayi Ajaib karena sejak debutnya yang mengejutkan di Divisi II tidak pernah terkalahkan. Guna mempersiapkan kesebelasan yang memadai di Divisi I, Persikota yang sebelumnya telah merekrut sejumlah pemain nasional asal Klub Pelita Jaya dan Persija Pusat, kini merekrut pula beberapa pemain nasional dan pemain asing Francis Yonga (Kamerun) dan Ali Shaha (Tanzania).

Pertandingan Divisi I pun bergulir, dan Persikota sukses menjadi Juara Penyisihan Grup tanpa terkalahkan. Bila di Divisi II Persikota tak terkalahkan, dalam kompetisi Divisi I Persikota sempat menelan pil pahit dipecundangi Persiter Ternate 4-3, saat putaran sepuluh besar Divisi I di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Beruntung pada pertandingan selanjutnya mereka berhasil meredam PSSB Bieruen Aceh 5-2 dan PSS Sleman 3-0. Hanya melawan tuan rumah PSIM Yogyakarta, Persikota bermain draw 0-0. Hasil ini menempatkan Persikota masuk semifinal Divisi I.

Di semifinal Persikota menekuk Perseden Bali, sementara PSIM Yogyakarta melibas Persikabo Bogor. Grand Final yang dilangsungkan di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, menjadi bukti kehebatan Persikota dengan menekuk PSIM 3-1 sehingga menjadikannya Juara Divisi I Liga Indonesia 1996/1997.

Memasuki Divisi Utama Liga Indonesia 1997/1998 Persikota mengganti pelatih Andi Lala dengan Sutan Harhara. Ditangan pelatih ini debut Persikota kembali mengejutkan lawan-lawannya. Tak heran jika sebutan Bayi Ajaib menjadi julukan populer bagi tim yang masih muda ini. Persikota berhasil menempati papan atas Liga Indonesia Wilayah Tengah sebelum akhirnya liga dihentikan.

Aksi Persikota terus berlanjut pada musim berikutnya sehingga mereka berhasil menjadi juara Grup C Liga Indonesia musim berikutnya, dan masuk babak 10 besar. Sayang di babak 10 besar, Persikota gagal maju ke babak selanjutnya.

Tak patah arang, Persikota kembali menunjukkan keperkasaannya pada Liga Indonesia 1999/2000 dengan maju ke babak delapan besar setelah menempati posisi ke-3 Wilayah Barat. Pada babak delapan besar Grup B yang dimainkan di Senayan, Persikota berhasil menjadi juara grup, dan maju ke semifinal. Sayang ambisi Persikota harus kandas di semifinal, saat dikalahkan oleh Pupuk Kaltim Bontang dengan skor 3-4. Prestasi tersebut sejauh ini merupakan pencapaian tertinggi Persikota. Meski selalu diunggulkan, Persikota kemudian hanya berada di papan tengah atas pada Liga-liga Indonesia selanjutnya.
(Feri Istanto | admin ligaindonesia.com | dari berbagai sumber)

Pelatih, pemain dan pengirus Tim Persikota Tangerang

Ketua Umum : H. Wahidin Halim
Sekretaris Umum : Drs. Sahril
Manager : Komaruddin
Asisten Manager: Andi Mulyadi

Prestasi yang diraih Tim Persikota Tangerang

Liga Indonesia 1995/1996 : Juara Divisi II
Liga Indonesia 1996/1997 : Juara Divisi I
Liga Indonesia 1997/1998 : Peringkat 3 Divisi Utama Wilayah Tengah (Liga dihentikan)
Liga Indonesia 1998/1999 : 10 Besar Divisi Utama (Juara Grup C Wialayah Tengah)
Liga Indonesia 1999/2000 : Semifinal Divisi Utama (Peringkat 3 Wilayah Barat)
Liga Indonesia 2001 : Peringkat 5 Divisi Utama Wilayah Barat
Liga Indonesia 2002 : Peringkat 6 Divisi Utama Wilayah Barat
Liga Indonesia 2003 : Peringkat 6 Divisi Utama
Liga Indonesia 2004 : Peringkat 5 Divisi Utama
Liga Indonesia 2005 : Peringkat 11 Divisi Utama Wilayah Barat