Opini Bola
15 Agustus 2006 10:21:00 phery | Opini Bola | dibaca 4105 kali
Konspirasi
Entah mengapa akhir-akhir ini, kata yang satu ini begitu akrab ditelinga, bahkan sampai berpendar-pendar di otak begitu memusingkan. Seakan sebuah kata sakti yang selalu menelusup ke semua peristiwa. Semua orang juga sudah dengan begitu fasihnya melafalkan dan tanpa sungkan-sungkan menggunakannya dalam setiap perbincangan, baik pada diskusi maha hebat di hotel berbintang, ataupun obrolan ringan bermodal kopi di warung-warung pinggir jalan.
Karena sudah penasaran ingin mengetahui arti sebenarnya tanpa harus menebak-nebak dalam setiap kalimat yang berbeda, akhirnya Kamus John M. Echols & Hassan Shadily langsung menjadi acuan, dan ternyata kata ini sudah terdefinisi lebih membumi yaitu kong kalikong atau persekongkolan, jadi kata ini sebenarnya bisa digunakan untuk memperoleh efek negatif maupun positif. Tapi seiring waktu kata konspirasi lebih menjurus ke efek negatif.
Salah satu perkara konspirasi yang segera teringat adalah tentang John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man, menjelaskan suatu Teori Konspirasi dimana dia berperan sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, untuk membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. Buku ini dengan sukses semakin menahbiskan efek negatif kata Konspirasi.
Dan sekarang kata konspirasi ini sudah menembus batas-batas dunia olahraga yang sepatutnya identik dengan sportifitas. Niscaya ranah sepakbola pun tak urung dijamahnya. Dengan habitat dan komunitas sistem yang carut marut, konspirasi memang tak pelak sangat dimungkinkan terjadi. Benturan berbagai kepentingan sepihak ternyata sanggup mengesampingkan kepentingan utama yaitu kemajuan sepakbola negeri ini. Idiom-idiom, slogan-slogan yang dengan gagah diciptakan dan khusuk diperingati bermodalkan biaya supermahal ternyata tak cukup menjadi lem perekat demi mewujudkan kepentingan utama, kejayaan persepakbolaan kita.
Dengan kemampuannya memperdaya, konspirasi menembus celah-celah lemah persepakbolaan negeri ini, kita mampu merasakannya, tapi kita kesulitan mencari bentuk dan wujud nyatanya. Bagai kentut, yang baunya menggelisahkan, mengesalkan tapi sulit kita lacak dimana sumbernya. Tapi sejauh itu efek negatif konspirasi, ternyata kata ini juga banyak dimanfaatkan sebagai alih-alih, sebagai excuse alternatif apabila suatu kegagalan menimpa. Alasan yang sungguh mujarab karena akan memuaskan banyak pihak, tanpa perlu menghadirkan bukti. Kalaupun bukti-bukti itu bisa dipersembahkan, itu lebih kepada bukti-bukti yang bernuansa dugaan atau indikasi.
Setiap sudut-sudut yang rentan diterobosnya, entah itu komunitas korps baju hitam yang sekarang lebih sering tak berwarna hitam lagi, atau klub-klub sosial tempat ber-gaulnya para manajamen untuk kongkow bersama ataupun V.I.P. party para owner klub coba di tembusnya. Tak pelak bau-bau mafia perwasitan, suara-suara arisan juara atau bisik-bisik pendongkelan klub-klub bertipe pembangkang dan pemberontak sering kita baui, dengar dan rasakan. Lagi-lagi tanpa wujud yang bisa kita gunakan sebagai bukti fisik atas kehadirannya.
Bahkan negara yang menahbiskan dirinya sebagai kiblat persepakbolaan dunia yang glamor, Italia tak urung dilibas mode konspirasi. Begitu banyak dampak yang ditimbulkannya, bergelimpangan klub-klub besar ditebas sanksi, migrasi pemain-pemain yang mencari suaka pun tak terbendung lagi. Jika sebuah negara yang berpuluh tahun cahaya lebih maju daripada persepakbolaan negeri ini saja berbesar hati menuntaskan kasus konspirasi ini, akankah kita sudi menirunya. Akankah penelusuran dan pembongkararan ada tidaknya konspirasi yang pasti pahit dan menyakitkan, bahkan mungkin menyudutkan beberapa pihak yang terlanjur berkubang didalamnya akan diambil juga untuk mengentas persepakbolaan kita? Akankah jamu atau operasi ini akan dipertimbangkan untuk mengikis dan mengangkat tumor yang sudah menjalar mengganas di tubuh persepakbolaan kita?
Hanya satu jawabnya, cukup besarkah? cukup teguhkah niat kita bersama untuk maju ke level yang berikutnya? Ke level dunia yang entah sudah bertahun, berbelas atau berpuluh tahun kita dengung-dengungkan, kita idamkan bersama.
Akankah konspirasi menjadi musuh bersama kita yang akan kita perangi bersama-sama pula, ataukah tetap ada sebagian diantara kita tidak cukup dewasa untuk melepaskan kenikmatan dan kejayaan yang dijanjikannya.
Hanya waktu yang akan menjawab.
Wahyu - Aremania Satu Jiwa
(phery) Karena sudah penasaran ingin mengetahui arti sebenarnya tanpa harus menebak-nebak dalam setiap kalimat yang berbeda, akhirnya Kamus John M. Echols & Hassan Shadily langsung menjadi acuan, dan ternyata kata ini sudah terdefinisi lebih membumi yaitu kong kalikong atau persekongkolan, jadi kata ini sebenarnya bisa digunakan untuk memperoleh efek negatif maupun positif. Tapi seiring waktu kata konspirasi lebih menjurus ke efek negatif.
Salah satu perkara konspirasi yang segera teringat adalah tentang John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man, menjelaskan suatu Teori Konspirasi dimana dia berperan sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, untuk membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. Buku ini dengan sukses semakin menahbiskan efek negatif kata Konspirasi.
Dan sekarang kata konspirasi ini sudah menembus batas-batas dunia olahraga yang sepatutnya identik dengan sportifitas. Niscaya ranah sepakbola pun tak urung dijamahnya. Dengan habitat dan komunitas sistem yang carut marut, konspirasi memang tak pelak sangat dimungkinkan terjadi. Benturan berbagai kepentingan sepihak ternyata sanggup mengesampingkan kepentingan utama yaitu kemajuan sepakbola negeri ini. Idiom-idiom, slogan-slogan yang dengan gagah diciptakan dan khusuk diperingati bermodalkan biaya supermahal ternyata tak cukup menjadi lem perekat demi mewujudkan kepentingan utama, kejayaan persepakbolaan kita.
Dengan kemampuannya memperdaya, konspirasi menembus celah-celah lemah persepakbolaan negeri ini, kita mampu merasakannya, tapi kita kesulitan mencari bentuk dan wujud nyatanya. Bagai kentut, yang baunya menggelisahkan, mengesalkan tapi sulit kita lacak dimana sumbernya. Tapi sejauh itu efek negatif konspirasi, ternyata kata ini juga banyak dimanfaatkan sebagai alih-alih, sebagai excuse alternatif apabila suatu kegagalan menimpa. Alasan yang sungguh mujarab karena akan memuaskan banyak pihak, tanpa perlu menghadirkan bukti. Kalaupun bukti-bukti itu bisa dipersembahkan, itu lebih kepada bukti-bukti yang bernuansa dugaan atau indikasi.
Setiap sudut-sudut yang rentan diterobosnya, entah itu komunitas korps baju hitam yang sekarang lebih sering tak berwarna hitam lagi, atau klub-klub sosial tempat ber-gaulnya para manajamen untuk kongkow bersama ataupun V.I.P. party para owner klub coba di tembusnya. Tak pelak bau-bau mafia perwasitan, suara-suara arisan juara atau bisik-bisik pendongkelan klub-klub bertipe pembangkang dan pemberontak sering kita baui, dengar dan rasakan. Lagi-lagi tanpa wujud yang bisa kita gunakan sebagai bukti fisik atas kehadirannya.
Bahkan negara yang menahbiskan dirinya sebagai kiblat persepakbolaan dunia yang glamor, Italia tak urung dilibas mode konspirasi. Begitu banyak dampak yang ditimbulkannya, bergelimpangan klub-klub besar ditebas sanksi, migrasi pemain-pemain yang mencari suaka pun tak terbendung lagi. Jika sebuah negara yang berpuluh tahun cahaya lebih maju daripada persepakbolaan negeri ini saja berbesar hati menuntaskan kasus konspirasi ini, akankah kita sudi menirunya. Akankah penelusuran dan pembongkararan ada tidaknya konspirasi yang pasti pahit dan menyakitkan, bahkan mungkin menyudutkan beberapa pihak yang terlanjur berkubang didalamnya akan diambil juga untuk mengentas persepakbolaan kita? Akankah jamu atau operasi ini akan dipertimbangkan untuk mengikis dan mengangkat tumor yang sudah menjalar mengganas di tubuh persepakbolaan kita?
Hanya satu jawabnya, cukup besarkah? cukup teguhkah niat kita bersama untuk maju ke level yang berikutnya? Ke level dunia yang entah sudah bertahun, berbelas atau berpuluh tahun kita dengung-dengungkan, kita idamkan bersama.
Akankah konspirasi menjadi musuh bersama kita yang akan kita perangi bersama-sama pula, ataukah tetap ada sebagian diantara kita tidak cukup dewasa untuk melepaskan kenikmatan dan kejayaan yang dijanjikannya.
Hanya waktu yang akan menjawab.
Wahyu - Aremania Satu Jiwa
Artikel lain
1 komentar untuk "Konspirasi"
-
saran utk PSSI serta lakukanlah tindakan yg lebih tegas utk para wasit di INDONESIA karna dirasa sangat tidak adil bahkan melakukan aksi yg seharusnya tidak diharuskan terjadi...terjadi...wasit INDONESIA sptnya selalu memihak kpd AREMA malang..Wasit selal
1
Leave a Reply
Hasil Pertandingan
Indonesia Super League
| PERSELA | PERSIJAP | |
| SEMEN PADANG | PELITA JAYA | |
| DELTRAS | PERSIJAP | |
| SRIWIJAYA | PERSIB | |
| PSPS | AREMA |
Detail score pertandingan
Klasemen Liga
Indonesia Super League 2010
| # | Klub | Mn | Mg | S | K | SG | P |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persipura | 7 | 6 | 1 | 0 | 24 - 3 | 19 |
| 2 | Semen Padang | 8 | 5 | 2 | 1 | 13 - 5 | 17 |
| 3 | Persija | 8 | 5 | 2 | 1 | 12 - 4 | 17 |
| 4 | Arema Indonesia | 8 | 4 | 2 | 2 | 14 - 6 | 14 |
| 5 | PSPS | 7 | 4 | 1 | 2 | 9 - 7 | 13 |
| 6 | Persiba | 10 | 3 | 3 | 4 | 14 - 14 | 12 |
| 7 | Persijap | 6 | 3 | 1 | 2 | 8 - 9 | 10 |
| 8 | Persela | 10 | 2 | 4 | 4 | 6 - 11 | 10 |
Detail klasemen
Divisi Utama Wilayah 3
| # | Klub | Mn | Mg | S | K | SG | P |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persidafon | 6 | 5 | 0 | 1 | 15 - 3 | 15 |
| 2 | Persigo | 7 | 4 | 1 | 2 | 9 - 7 | 13 |
| 3 | Persiba | 5 | 3 | 1 | 1 | 7 - 2 | 10 |
| 4 | PS Barito | 8 | 3 | 1 | 4 | 8 - 6 | 10 |
| 5 | Persebaya | 6 | 3 | 0 | 3 | 9 - 7 | 9 |
| 6 | PSBI | 5 | 3 | 0 | 2 | 4 - 3 | 9 |
| 7 | Persekam | 5 | 3 | 0 | 2 | 6 - 7 | 9 |
| 8 | PSIR | 5 | 2 | 1 | 2 | 4 - 4 | 7 |
Detail klasemen
Divisi Utama Wilayah 2
| # | Klub | Mn | Mg | S | K | SG | P |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | PSIM | 6 | 4 | 1 | 1 | 8 - 2 | 13 |
| 2 | Mitra Kukar | 5 | 4 | 0 | 1 | 9 - 4 | 12 |
| 3 | Persik | 6 | 4 | 0 | 2 | 9 - 4 | 12 |
| 4 | Perseman | 6 | 3 | 2 | 1 | 5 - 1 | 11 |
| 5 | PSCS | 7 | 3 | 2 | 2 | 6 - 3 | 11 |
| 6 | Persemalra | 8 | 3 | 0 | 5 | 6 - 7 | 9 |
| 7 | Persikab | 7 | 2 | 2 | 3 | 5 - 7 | 8 |
| 8 | Persikota | 5 | 2 | 1 | 2 | 3 - 2 | 7 |
Detail klasemen
Divisi Utama Wilayah 1
| # | Klub | Mn | Mg | S | K | SG | P |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persiraja | 5 | 5 | 0 | 0 | 12 - 4 | 15 |
| 2 | PSLS | 7 | 3 | 3 | 1 | 6 - 6 | 12 |
| 3 | Persita | 5 | 3 | 2 | 0 | 10 - 1 | 11 |
| 4 | Persipasi | 5 | 3 | 1 | 1 | 8 - 2 | 10 |
| 5 | PSAP | 5 | 3 | 1 | 1 | 8 - 3 | 10 |
| 6 | Persitara | 6 | 3 | 1 | 2 | 10 - 8 | 10 |
| 7 | PSSB | 7 | 1 | 4 | 2 | 5 - 6 | 7 |
| 8 | Persih | 6 | 2 | 1 | 3 | 6 - 9 | 7 |
Detail klasemen
Jadwal Pertandingan
Indonesia Super League
| PERSELA | PERSIJAP | |
| SEMEN PADANG | PELITA JAYA | |
| DELTRAS | PERSIJAP | |
| SRIWIJAYA | PERSIB | |
| PSPS | AREMA | |
Detail jadwal
Polling
Liga Primer Indonesia sudah hadir dalam tiga prtai awal. Menurut Anda, pantaskah liga ini disebut kompetisi?
Pantas
Tidak Pantas
Tidak Tahu
Biasa Saja
Show result

