Opini Bola

No APBD For The Next Liga Indonesia 2008

Selama ini, dana dari APBD nyaris menjadi sumber pendapatan andalan bagi klub. Kalau pun ada sumber pendapatan lain sifatnya sebagai bantuan (misalnya dari BUMD), kerjasama sponsorship justru sangat kecil.

Anehnya dalam kondisi pembiayaan seperti itu, klub sepakbola di Indonesia yang berlaga di ajang liga, tetap menyebut diri sebagai klub profesional. Entah apanya yang profesional, kalau pendanaannya semata dari kucuran APBD, sementara prestasinya jauh dari harapan publik.

Tetapi kita juga bisa memaklumi bila kucuran dana dari APBD distop sama sekali, hampir pasti tak ada lagi klub- klub yang bisa berkompetisi dalam satu musim. Klub mati, tak ada lagi kompetisi, maka jangan pernah bermimpi kita punya tim nasional yang bisa berprestasi.

Betul, saat ini dana APBD adalah roh bagi klub. Tetapi, profesionalisme harus ditumbuhkembangkan. Harus ada program terstruktur untuk secara bertahap mengurangi kucuran dana APBD kepada klub. Sebagai gantinya, pengurus klub juga harus bersikap profesional untuk menggalang pendanaan dari sumber-sumber komersial lainnya, seperti dalam bentuk sponsorship, penggalangan fans, dan sebagainya.

Barangkali tak usah terlalu jauh memimpikan klub dapat dikelola sebagai sebuah perusahaan publik seperti di Inggris atau Italia. Brazil, Argentina tidak mengelola klub seperti itu, tetapi mereka tidak terlalu mengandalkan diri dari kucuran bantuan negara, sementara prestasinya layak dibanggakan.

Dengan demikian, tidak cuma pemain yang dituntut profesional. Pengelola dan pengelolaannya juga harus profesional. Tanpa bantuan dari negara, apalagi itu uang rakyat, hanya ada satu kata agar sebuah klub bisa tetap eksis, yakni prestasi. Tanpa prestasi yang baik, klub akan ditinggalkan sponsor dan fans suporter.

Oleh : Panji Kartiko

()

19 komentar untuk "No APBD For The Next Liga Indonesia 2008"

  • SAE di PURBALINGGA pada 28 Oktober 2010 13:46:51
    SETUJU.......KLUB BISA MEMBERI MASUKAN BWT APBD BUKAN SUMBER PENGELUARAN APBD
  • Bono di Medan SUMUT pada 24 Oktober 2010 07:02:55
    Boleh - boleh aja mempergunakan APBD tapi tujuan haruslah tepat sasaran dan harus diawasi penggunaannya, contohnya untuk biaya pembinaan dan kompetisi. Tdk akan bisa maju SB satu negara tanpa didikung oleh pemerintah dgn mempergunakan APBD.
  • dono di USA pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Menurut saya dana APBD sebaiknya di hentikan saja tetapi secara bertahap supaya klub dapat belajar terlebih dahulu menjadi klub prefesional
  • Ardy di Makassar pada 01 Januari 1970 00:00:00
    aku setuju dgn dihapusnya APBD utk anggaran klub2 bola soalnya APBD adalah tempatnya pengurus2 tim untuk mencari keuntungan alias KORUPSI.
  • Fhyre-man di Purwokerto pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Ya bagaimanapun pada suatu masa kita harus mulai persepakbolaan indonesia dengan profesional. Kalau itu adalah sekarang maka hanya dibutuhkan komitmen dari semua pihak bahwa kita harus bersatu untuk majunya sepakbola indonesia. Jangan ada nada pesimis. Ki
  • rambo di rusia pada 01 Januari 1970 00:00:00
    pada dasarnya setiap clup bisa eksis tanpa dana APBD asal ada kerja keras dari setiap pengurus kita contohkan saja dengan PKT, AREMA dan semen padang mereka tetat eksis tanpa dana APBD aku rasa banyak club yang bisa melakukan hal yang sama seperti PERSIJA
  • kill di Jakarta pada 01 Januari 1970 00:00:00
    klo mnrt gw, slm pngrs pssi-nya hny org2 itu sj(membiayai pssi dg dana korupsi). mk yg lhr bkn liga super, tapi LIGA S*CKER , bkn SUPER SOCCER, tp SUPER S*CKER , sbg kelanjutan/ episode terbaru dari LIGA DJ@nC*K
  • di Alex Rendy pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Gw sangat senang sekali dengan keputusan ini, kpn lg klub2 Indonesia bs mandiri klo setiap taon hanya minta "UANG RAKYAT TRUS"........ Setidaknya ini bs mengurangi ketergantungan klub terhadap pemain asing, sehingga klub sekarang akan lebih melirik pem
  • RASTA di BUMI AREMA pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Uda deh belajar aja ama AremA?Nggak usa teriak2hebat,wong masih minta uang jajan klo gak dikasih(poerek/ngambek)walah!! katrok2
  • hitamputih di pada 01 Januari 1970 00:00:00
    Bravo Buat TIm2 yg udah bebas APBD.. yg laen??ke laut aja deh ngaku2 profesional..eh malah korupsi uang rakyat MAAALLLUUU DONKKK
  • Persikmania Sejati di Kediri Raya pada 01 Januari 1970 00:00:00
    gw sebagai PERSIKMANIA yag jelas pendukung berat PERSIK KEDIRI sangat menyayangkan taun depan tim2 APBD tidak bisa mendapatkan kucuran dana dari APBD gimana nasib klub2 tersebut kedepannya. Nama sepakbola indonesia akan tercoreng karena banyak klub yang g
  • Herna di Austrlaia pada 01 Januari 1970 00:00:00
    waduh.. kalo btull.. kita realistis aja.. duit beratus2 juta aja.. sepakbola kita jeblok.. aplg duit cuma ratusan ribu nanti.. bah.. banyak p. bola jadi gembel dong?
  • AGUS di MEDAN pada 01 Januari 1970 00:00:00
    (ANDEZ-KAMPAK FC) PANPEL PSMS JANGAN ANDALKAN DANA APBD! KEMANA SEMUA DANA HASIL JUARA DAN TIKET?
  • ANDEZ di MEDAN pada 01 Januari 1970 00:00:00
    TOLONG SUPAYA DIBENAHI SOAL KORUPSI KLUB-KLUB,MUNGKIN KARENA KORUPSI KLUB-KLUB KEKURANGAN DANA.
  • aremaniac di ngalam ayar pada 01 Januari 1970 00:00:00
    arema pancen oyee
1 2

Leave a Reply