Opini Bola

Belajar Bijak Dari Bambang Pamungkas

Setahun yang lalu saya dan Ahmad Syakib diwawancara oleh Dakta FM bekasi soal gerakan buku suporter.  Syakib bilang bahwa tujuan pembuatan buku ini adalah untuk mengkritisi masing-masing sebagai suporter bukan buku untuk mencounter pendapat masyarakat soal ke”brutalan” suporter.

Sementara, di tulisan kang Jalu (Jalu Wisnu Wirajati, red.) yang kemarin aku baca Suporter Sebagai Alat Kontrol Sosial berkisah soal daya ledak suporter untuk melengserkan NH, dengan kedewasaan yang dimiliki, dukungan publik terhadap pembaruan di tubuh PSSI bisa segera terwujud.

Di lain tempat, Bambang Haryanto dalam blog suporter indonesianya berujar,  "sebagian suporter kita masih seperti segerombolan. Gerombolan merupakan sekelompok orang yang marah, yang memiliki banyak tangan tetapi sama sekali tidak memiliki otak".

"Sabar pakdhe", demikian isi pesan singkat saya kepada bintang timnas Bambang Pamungkas, atau yang lebih dikenal dengan BP.  “Pasti. Udah 10 tahun mas, biasa itu mah. Saya tetap jawab tweet mereka karena itu bagian dari mengedukasi suporter,” balas BP.

Mengedukasi suporter : sebuah kalimat yang jujur menampar diri saya sebagai seorang suporter. Ketiga cerita awal saya tadi jelas kembali terngiang di ingatan saya dengan jelas. siapa sih suporter itu? apa suporter itu ?

Apa perasaan BP ketika 1 umpannya berhasil membuat Boaz mencetak gol, namun ketika diganti, cemoohan dari suporter yang dia dapat. Mungkin BP akan kesal atau setidaknya tidak menanggapi tweet di akun twitternya (@bepe20) yang berusaha memojokkan dirinya, namun ternyata tidak. Cara pandang saya terhadap dia berubah 180 derajat.

Saya memang tidak mengenal dekat dengan beliau, pertemuan pertama dengan BP kala Timnas berujicoba dengan Protitan. Aku berpendapat BP biasa saja, sepeti halnya BP bertemu fans nya, ternyata tidak, melalui Direct Massage di Twitter @bepe20 menyapaku. Menanyakan kenapa tadi langsung pergi, sedangkan aku pegen foto,  What ??? Bepe20 pengen Foto dengan aku. maka aku berpikir itu hanya guyonan “pakdhe” dari getas itu.

Tapi ternyata tidak. Esok harinya kita janjian di lapangan Timnas  untuk berfoto bersama, dan waktu sore itu pun tiba, sesudah kerja aku menyempatkan mampir kelapangan ABC, kebetulan sore itu ada beberapa orang yang menonton, di balik pagar aku memperhatikan pemain no 20 itu berlatih, tanpa disadari. Sambil berlari mendekat BP berujar, ”heh neng kono wae, ngopo neng kono? (hei, disana saja, ngapain di situ?).”

Singkat kata akhirnya sesudah latihan kita berfoto bersama dan bertukar PIN BB. malam hari aku banyak menanyakan seputar sepakbola nasional, BP sangat ramah, dan aku heran dengan yang orang bilang arogan. Hampir sama dengan dhani dewa, orang bilang egois, tapi menurut ku tidak. Mungkin cara pandang kita dalam menilai sesuatu hanya berdasar suka atau tidak suka.

Dan berdasarkan itu pula, kemarin sore suporter timnas di Stadion Siliwangi melakukannya (pertandingan Indonesia vs Maladewa, red.). Maka wajar jika teriakan bepe ganti Bepe ganti sangat nyaring terdengar. Karena apa? karena Bepe adalah pemain Persija. Jujur, tidak fair mengatakan demikian. Sama halnya dengan kasus ketika melawan uruguay.

Kemarin BP membalas tweet tweet para followernya, dengan bijak BP memberikan jawaban, sama sekali tidak ada dendam atau kebencian dari jawaban tweet tersebut, BP udah menyelesaikan hatinya, lalu bagaimana dengan kita para suporter, mampukah menyelesaikan hati kita, tak ada lagi dendam, tak ada lagi permusuhan antar suporter ?

Memang kita harus menyelesaikan hati kita

Arista Budiyono
Suporter Indonesia
Founder www.suporter.info(Ferry/LI.com)

4 komentar untuk "Belajar Bijak Dari Bambang Pamungkas"

  • rumah anjing di malang pada 20 September 2014 04:54:34
    memang patut ditiru....
  • jon di oz pada 14 Juni 2011 11:55:05
    Salut buat pemain yang rendah hati. BP punya mental dan fisik yg sehat.
  • Azlya di Indonesia pada 01 Januari 2011 05:07:37
    mau PIN bb nya dong :(
  • salsabela di kalsel pada 31 Oktober 2010 23:10:39
    semakin cinta sama bepe
1

Leave a Reply